Kecepatan onset memberi petunjuk
Sesak mendadak dapat berasal dari asthma berat, anaphylaxis, pulmonary embolism, pneumothorax, heart attack atau edema paru. Demam/batuk mengarah ke infeksi; bengkak kaki dan sesak saat berbaring ke heart failure; fatigue/pucat ke anemia. Anxiety dapat menyebabkan hyperventilation tetapi diagnosis dibuat setelah bahaya fisik dinilai.
Tanda kerja napas lebih penting dari angka tunggal
Petugas menilai kemampuan bicara, laju napas, tarikan otot, suara napas, warna, nadi dan kesadaran. Pulse oximeter membantu tetapi dapat salah karena jari dingin, gerakan, cat kuku atau perfusi buruk; angka normal tidak menyingkirkan emboli, anemia atau serangan jantung. Blood gas, ECG, X-ray dan tes lain dipilih.
Pertolongan awal mengikuti rencana penyakit
Duduk tegak, longgarkan pakaian dan gunakan reliever inhaler sesuai action plan asthma/COPD. Epinephrine dipakai segera untuk anaphylaxis. Oxygen resep digunakan pada target yang ditentukan; memberi oxygen tanpa penilaian bukan pengganti ambulans. Jangan bernapas ke kantong kertas karena dapat membahayakan bila penyebabnya bukan panic.
Sesak kronis tetap perlu evaluasi
Sesak bertahap dapat berasal dari asthma, COPD, interstitial lung disease, obesity, deconditioning, heart failure, anemia atau neuromuscular disease. Spirometry, ECG/echo, darah dan imaging membantu. Berhenti merokok, rehabilitasi paru/jantung, terapi penyebab dan latihan bertahap meningkatkan fungsi—bukan sekadar memaksa menahan sesak.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHLBI — Respiratory failure, NHLBI — Respiratory failure symptoms, NHLBI — Causes and risk factors. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.