Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Stress

Stres adalah reaksi tubuh terhadap ancaman, tekanan, atau situasi baru. Tubuh melepaskan hormon adrenalin dan kortisol, yang meningkatkan detak jantung, tekanan darah, pernapasan, dan ketegangan otot.

Setiap orang, baik dewasa, remaja, maupun anak-anak, mengalami stres. Saat mengalaminya, tubuh menjadi waspada terhadap masalah atau bahaya yang mengancam.

Dalam situasi yang memicu stres, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin sebagai reaksi alami. Reaksi ini sebenarnya membantu seseorang menghadapi situasi yang berbahaya atau mengancam sehingga mereka dapat keluar dari situasi tersebut.

Penyebab Stress

Setiap orang memiliki tingkat stres yang berbeda-beda. Ada beberapa orang yang merasa ujian sekolah menyebabkan stres, tetapi yang lain bisa melewatinya dengan mudah.

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan stres termasuk, tetapi penyebabnya tidak diketahui:

  • Keluarga dengan konflik
  • Situasi yang menyebabkan trauma
  • Penyakit yang berlangsung lama atau terus menerus
  • Kesenjangan keuangan
  • Tempat-tempat yang tidak aman, seperti lokasi konflik
  • Masalah pekerjaan
  • situasi yang tidak menguntungkan, seperti perceraian atau pemecatan karyawan

Gejala Stress

Stres ada yang akut dan kronis. Stres akut berlangsung singkat dan mudah ditangani; stres kronis berlangsung lebih lama dan dapat menyebabkan masalah kesehatan jika tidak ditangani.

Perubahan fisik dan mental adalah tanda stres. Gejala yang muncul saat seseorang mengalami stres dapat berbeda-beda tergantung pada cara mereka menanganinya.

Tanda-tanda stres dapat diklasifikasikan menjadi:

1. Gejala emosi:
  • Mudah marah
  • Putus asa
  • Semangat yang mudah berubah
  • Sulit untuk tenang
  • Meragukan
  • Perasaan tidak berarti
  • biasanya menghindari orang lain
  • Suasana hati buruk
2. Gejala fisik
  • Tidak bertenaga
  • Berat badan turun atau justru sebaliknya
  • Sakit kepala
  • Mual ingin muntah
  • Diare
  • Susah buang air besar
  • Sakit pada otot
  • Jantung berdebar-debar
  • Tidur terganggu
  • Hasrat seksual berkurang
  • Tubuh menggeletar
  • Berdengung di telinga
  • Kaki atau tangan berkeringat dan dingin
  • Mulut yang kering
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Kesulitan menelan
3. Gejala kognitif
  • Tidak fokus
  • Suka lupa
  • Tidak percaya diri
  • Ada kecenderungan untuk bersikap negatif
  • Sering mengambil keputusan yang salah
4. Gejala perilaku
  • Pola makan berubah
  • Mulai menghindari tanggung jawab
  • Gugup, terlihat dari suka menggigit kuku
  • Berjalan kesana-kemari
  • Kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol berlebihan
Kapan harus ke dokter

Jika Anda sering mengalami stres, pergi ke dokter segera. Stres yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental Anda.

Jika Anda mengalami stres dan menunjukkan perilaku seperti yang telah dijelaskan diatas, segera berkonsultasi dengan dokter.

  • tidak mampu mengendalikan ketakutan dan panik
  • Tidak bisa melakukan tugas sehari-hari
  • Selalu ingat kejadian traumatis
  • Sering mengalami pusing atau detak jantung yang lebih cepat
  • Sering tidak bisa tidur
  • Terlintas pikiran untuk melakukan bunuh diri

Diagnosis Stress

Dokter akan meminta pasien mengisi survei untuk menentukan tingkat stres yang mereka alami. Kuesioner yang digunakan adalah The Perceived Stress Scale (PSS-10), sebuah tes psikologi yang dapat mengukur tingkat stres seseorang.

Dokter juga akan melakukan tanya jawab untuk mengetahui sumber stres. Saat konsultasi, Anda diminta untuk menceritakan apa pun yang membuat Anda merasa stres atau hal-hal yang dapat menimbulkannya.

Dokter akan menentukan apakah Anda mengalami stres akut atau jangka panjang setelah melihat hasil dari survei dan tanya jawab.

Dokter dapat mendiagnosis penyakit yang disebabkan oleh stres dengan melakukan tes darah dan pemindaian, seperti CT scan atau MRI.

Pengobatan Stress

Sangat mungkin untuk mengatasi stres secara mandiri. Namun, mengelola stres agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari bukanlah tujuan manajemen stres.

Ada beberapa cara untuk menangani stres, seperti:

  • Cari tahu sumber stres
    Ini dicapai dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan stres, seperti masalah pekerjaan, keadaan rumah, rindu rumah, atau hubungan dengan orang lain
  • Cari solusi masalah
    Langkah selanjutnya, setelah mengidentifikasi penyebabnya, adalah mengatasi masalah tersebut. Setelah itu, susunlah strategi untuk mengatasi masalah tersebut, mulai dari rencana yang mudah diselesaikan.Selain itu, Anda bisa mendapatkan bantuan, seperti vitamin penambah nafsu makan untuk meningkatkan selera makan atau aromaterapi untuk membantu Anda tidur lebih cepat.
  • Konsultasikan dengan ahli medis
    Jika Anda tidak dapat menemukan solusi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Jika stres menimbulkan gejala medis, dokter dapat menyarankan konseling, terapi perilaku kognitif, atau teknik kebebasan emosional (EFT). Dokter juga dapat meresepkan obat

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ketika tubuh menghadapi stres, ia melepaskan hormon kortisol. Peningkatan hormon ini menyebabkan gejala stres yang fisik dan mental. Untuk mengatasi masalah ini, pasien dapat mengonsumsi suplemen herbal alami seperti Ashvaganda, yang dapat membantu menurunkan kadar hormon kortisol.

Ashvaganda adalah tanaman herbal yang telah terbukti secara klinis berfungsi sebagai adaptogen, atau zat alami yang membantu tubuh beradaptasi dengan hormon stres, termasuk hormon kortisol. Jika dikonsumsi secara teratur, suplemen herbal ini dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.

Komplikasi Stress

Stres dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti:

  • Gangguan psikologis seperti depresi, cemas, dan masalah kepribadian
  • Penyakit jantung seperti detak jantung yang tidak normal, hipertensi, dan serangan jantung
  • Gangguan pola makan yang menyebabkan binge eating atau obesitas
  • Siklus menstruasi yang tidak normal
  • Menurunnya keinginan seksual
  • masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, atau eksim atopik
  • Rambut mulai rontok
  • Masalah pencernaan seperti sakit perut, penyakit refluks gastroesofagus (GERD) atau gastritis

Pencegahan Stres

Dengan menjalani pola hidup yang sehat, Anda dapat mencegah stres, seperti:

  • Selalu tidur dengan cukup dan beristirahat
  • Meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, seperti membaca buku, menikmati teh hangat, mendengarkan musik, atau menonton film
  • Konsumsi makanan yang seimbang, bergizi, dan sehat
  • Berolahraga secara teratur selama 30 menit atau lebih setiap hari
  • Berhubungan dengan orang yang menyenangkan dan memiliki efek positif
  • Melakukan teknik relaksasi atau meditasi
  • Hygge