Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Sarkoidosis

Ketika sel-sel imun tubuh membentuk gumpalan peradangan, itu disebut sarkoidosis. Ini biasanya terjadi di paru-paru dan kelenjar getah bening, tetapi juga bisa terjadi di kulit, mata, atau jantung.

Ketika sistem kekebalan tubuh menyerang zat asing terlalu banyak, hal itu menyebabkan sarkoidosis. Dalam kondisi ini, sel-sel tubuh membentuk gumpalan berisi sel darah putih yang disebut granuloma. Dengan waktu, granuloma dapat berkembang menjadi jaringan parut, yang dikenal sebagai fibrosis.

Sarkoidosis ringan kadang-kadang dapat sembuh sendiri dalam beberapa bulan atau tahun. Namun, jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ atau bahkan kematian.

Penyebab Sarkoidosis

Sampai saat ini, penyebab utama sarkoidosis belum diketahui. Namun, beberapa faktor dianggap berhubungan dengan kondisi ini:

  • berusia antara 20 dan 65 tahun
  • Ada riwayat sarkoidosis pada anggota keluarga lainnya
  • Selama waktu yang lama terpapar debu, logam, silika, atau zat kimia seperti pestisida
  • Infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur
  • riwayat limfoma
  • Mengalami kelebihan berat badan

Gejala Sarkoidosis

Tergantung pada organ tubuh yang terkena, gejala sarkoidosis dapat muncul secara bertahap dengan pola yang berbeda. Dalam beberapa kasus, gejala hanya muncul sesaat, kemudian hilang. Dalam kasus lain, gejala dapat bertahan selama bertahun-tahun (kronis), atau mereka mungkin tidak muncul sama sekali.

Sindrom Lofgren, yang terdiri dari demam, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri dan pembengkakan pada sendi, serta benjolan kemerahan di kulit (eritema nodosum), akan muncul ketika sarkoidosis muncul secara mendadak.

Gejala berikut biasanya disertakan dengan sarkoidosis:

  • Sakit pada sendi
  • Sering lelah
  • Otot yang nyeri atau tidak kuat
  • Berat badan berkurang tanpa alasan yang jelas
  • Berkeringat sepanjang malam
  • Mati rasa pada kaki atau tangan

Keluhan lain yang dapat muncul akibat sarkoidosis, tergantung pada organ yang terkena penyakit, meliputi:

  • Paru-paru
    Sarkoidosis paru umumnya ditandai dengan sesak napas yang disertai mengi, batuk kering dan nyeri dada. Pada kasus yang jarang terjadi, penderita juga bisa mengalami batuk berdarah.
  • Mata
    Sarkoidosis dapat menyebabkan mata merah dan pandangan kabur, serta rasa kering, gatal, dan rasa terbakar.
  • Kulit
    Sarkoidosis pada kulit biasanya ditandai dengan benjolan, bengkak, serta ruam atau bercak merah keunguan (eritema) yang terasa nyeri saat disentuh. Tanda-tanda ini juga dapat ditemukan di wajah, leher, lengan, dan kaki, serta di area yang memiliki bekas luka, tato, atau tindik.
  • Jantung
    Mudah lelah, nyeri dada, sesak napas, gangguan irama jantung (aritmia), jantung berdebar, gagal jantung, pembengkakan tubuh karena kelebihan cairan (edema), dan pingsan adalah beberapa gejala yang dapat dialami oleh mereka yang menderita sarkoidosis jantung.
  • Sistem saraf
    Mati rasa, kesemutan, kejang, lumpuh, dan gangguan psikologis, seperti demensia, depresi, atau psikosis, adalah hasil dari sarkoidosis yang menyerang sistem saraf.
  • Hati dan limpa
    Nyeri perut, kulit gatal, demam, berat badan menurun, dan penyakit kuning adalah beberapa efek dari sarkoidosis pada hati dan limpa.
Saatnya ke dokter

Saat muncul gejala umum sarkoidosis, konsultasikan ke dokter melalui Chat with a Doctor karena konsultasi online dapat membantu dokter menentukan penyebab keluhan dan menentukan pemeriksaan lanjut apa yang perlu dilakukan.

Namun, untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik, segera periksakan diri ke dokter jika gejala Anda mengganggu atau tidak kunjung sembuh.

Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter jika Anda telah menerima pengobatan untuk sarkoidosis sebelumnya atau saat Anda mengalami keluhan baru yang serius, seperti:

  • Breathlessness
  • Jantung berdebar
  • Penglihatan terganggu
  • Mata terasa sakit
  • Mata sangat peka terhadap cahaya
  • Kebas atau rasa sakit pada wajah

Diagnosis Sarkoidosis

Dokter akan menanyakan tentang gejala pasien dan sejarah medis mereka. Kemudian, mereka akan memeriksa organ yang terkena sarkoidosis secara fisik, misalnya dengan memeriksa kondisi kulit atau memeriksa pembengkakan di jantung, paru-paru, atau kelenjar getah bening.

Dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti: untuk memastikan diagnosis sarkoidosis:

  • Tes darah untuk menghitung jumlah sel darah, kadar hormon, dan pemeriksaan fungsi ginjal dan hati
  • Foto Rontgen dada untuk mengidentifikasi jaringan parut atau granuloma di jantung dan paru-paru, serta pembesaran kelenjar getah bening
  • Tes fungsi paru-paru untuk mengetahui seberapa besar dan kuat paru-paru
  • Pemindaian dengan citra komputer (CT, MRI, atau PET) untuk memperoleh gambaran lebih lanjut tentang kondisi organ
  • Bronkoskopi dilakukan untuk memeriksa kesehatan saluran pernapasan melalui tabung kecil yang dimasukkan ke tenggorokan
  • Biopsi diambil dari sebagian kecil jaringan yang dianggap granuloma untuk diteliti di bawah mikroskop

Pengobatan Sarkoidosis

Mayoritas kasus sarkoidosis dapat sembuh dengan sendirinya; beberapa pasien tidak memerlukan pengobatan khusus jika mereka tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Namun, dokter akan memantau perkembangan kondisi pasien.

Jika gejala yang dialami juga mengganggu atau mengancam fungsi organ tubuh lain, terutama mata, jantung, paru-paru, atau sistem saraf, penanganan sarkoidosis akan diberikan.

Penanganan sarkoidosis melibatkan:

  • Penyediaan kortikosteroid secara oral, secara langsung ke kulit, atau dengan tetes mata
  • Pemberian obat imunosupresif untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi gejala peradangan
  • Hydroxychloroquine diberikan untuk membantu mengatasi keluhan kulit akibat sarkoidosis
  • Transplantasi organ dilakukan untuk menggantikan organ yang rusak oleh sarkoidosis

Komplikasi Sarkoidosis

Seperti yang disebutkan di atas, sarkoidosis biasanya sembuh sendiri, tetapi beberapa kasus tetap kronis. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan tepat, dapat menyebabkan beberapa komplikasi berikut:

  • Gangguan penglihatan yang dapat menyebabkan kebutaan, seperti glaukoma atau katarak
  • Penyakit darah seperti anemia atau rendahnya jumlah sel darah putih, juga dikenal sebagai leukopenia
  • Stres hormonal, seperti diabetes insipidus atau mandul (infertilitas)
  • Masalah ginjal, termasuk batu ginjal atau gagal ginjal
  • Gangguan paru-paru, seperti fibrosis paru atau hipertensi pulmonal
  • masalah jantung seperti aritmia, kardiomiopati, gagal jantung, perikarditis, atau serangan jantung mendadak
  • gangguan sistem saraf seperti radang otak (ensefalitis), tumor otak, kelumpuhan, nyeri saraf, atau masalah kejiwaan
  • Penyakit hati seperti sirosis
  • Problem psikologis, seperti depresi dan kecemasan

Pencegahan Sarkoidosis

Sarkoidosis sulit untuk dicegah karena penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Namun, dengan mengendalikan faktor risiko, risiko terkena kondisi ini dapat diturunkan. Dengan menjalani gaya hidup sehat, Anda dapat mencapai hal ini, seperti:

  • Menghindari debu dan zat kimia, seperti dengan menggunakan masker atau alat pelindung diri
  • Tidak merokok
  • Konsumsi makanan yang sehat, kaya nutrisi, dan seimbang yang disarankan oleh dokter
  • Jangan lupa untuk minum banyak air putih
  • Memiliki waktu tidur 6–8 jam setiap malam dan istirahat yang cukup
  • Menjaga berat badan yang tepat
  • Rutin berolahraga