Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Wanita, Kista

Kista Payudara; Breast Cyst

Breast cyst atau kista payudara merupakan benjolan yang berbentuk bulat atau lonjong berisi cairan dan muncul di jaringan payudara. Benjolan tersebut bersifat jinak.

Kista payudara bisa berjumlah lebih dari satu dan tumbuh di salah satu atau kedua payudara. Bila diraba, kista payudara terasa lembek mirip balon berisi air. Kista yang tumbuh di payudara bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau sakit, tergantung pada ukuran kista.

Pertumbuhan kista payudara dipengaruhi pada perubahan hormon dalam periode menstruasi. Kondisi ini biasanya diderita oleh wanita menjelang masa menopause, antara usia 35−50 tahun, khususnya bagi wanita yang menjalani terapi pengganti hormon.

Penyebab Kista Payudara

Penyebab kista payudara belum bisa diketahui dengan pasti. akan, kista tumbuh karena adanya cairan yang mengumpul di dalam kelenjar payudara.

Selain itu, munculnya kista juga berhubungan dengan perubahan hormon pada wanita, khususnya dalam siklus menstruasi tiap bulannya. Terjadinya kista diduga berhubungan dengan tingginya kadar hormon esterogen di dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan perubahan pada jaringan dan kelenjar payudara sehingga membentuk kista.

Gejala Kista Payudara

Kista payudara mempunyai gejala yang mudah dikenali. Biasanya seperti kemunculan benjolan yang terasa di payudara. Dibawah ini adalah karakteristik benjolan kista payudara:

  • Benjolan bisa berbentuk bulat atau lonjong dan gampang digoyangkan
  • Bagian benjolan terasa lembek ketika ditekan
  • Benjolan akan tampak makin membesar mendekati menstruasi dan akan kembali mengecil setelah menstruasi

Disamping timbul benjolan, kista payudara juga bisa menyebabkan payudara terasa sakit. Dan juga, puting payudara bisa mengeluarkan cairan berwarna jernih, kuning, atau kecokelatan.

Saatnya ke dokter

Tidak semua benjolan yang tumbuh di payudara adalah kista. Maka dari itu, pemeriksaan ke dokter harus dilakukan bila ada benjolan yang muncul. Tujuannya untuk mengetahui dengan pasti jenis dan pemicu munculnya benjolan tersebut.

Nantinya Anda akan dianjurkan untuk menjalani SADANIS (pemeriksaan payudara klinis) oleh dokter dengan berkala sejak usia 20 tahun. Hal ini ditujukan untuk menemukan gejala kelainan di payudara sedini mungkin. SADANIS dilakukan setiap 1−3 tahun, yakni pada hari ketujuh hingga kesepuluh dari hari pertama haid.

Diagnosis Kista Payudara

Untuk menjamin bahwa jenis benjolan yang muncul di payudara adalah kista, dokter akan melakukan diagnosis dengan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien.

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan keseluruhan, khususnya di bagian payudara. Hal tersebut dilakukan untuk memahami bila ada kelainan lain pada benjolan yang tumbuh di bagian payudara.

Untuk menegakkan diagnosis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Pemindaian payudara
    Pemindaian dapat dilakukan dengan metode mammografi atau USG payudara. Mammografi akan menemukan adanya pemadatan jaringan atau perubahan pada kelenjar payudara. Sementara pemindaian menggunakan USG akan membantu dokter mengonfirmasi apakah benjolan tersebut berupa kista atau tumor padat.
  • Aspirasi jarum halus
    Aspirasi jarum halus dikerjakan dengan memasukkan jarum ke dalam benjolan di payudara untuk mengankat cairan di dalamnya. Pemeriksaan seperti dilakukan dengan bantuan USG supaya jarum bisa masuk dengan tepat.
    Tergantung jenis cairan yang keluar dari tindakan aspirasi jarum halus, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan lain, salah satunya adalah biopsi payudara.

Pengobatan Kista Payudara

Kista payudara biasanya tidak memerlukan penanganan khusus dan bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, bila kista terasa sakit, beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pengobatan awal di rumah:

  • Mengompres payudara
    Melakukan pengngompresan payudara menggunakan air hangat atau air dingin dapat membantu meredakan rasa nyeri akibat kista.
  • Tidak mengonsumsi kafein
    Untuk beberapa penderita, rasa sakit di payudara bisa berkurang saat tidak mengonsumsi kafein.
  • Memakai bra yang nyaman
    Mengenakan bra yang bisa menahan payudara dengan nyamanbisa mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan.
  • Mengonsumsi obat penghilang nyeri yang dijual bebas
    Beberapa jenis obat penghilang nyeri, seperti paracetamol, bisa menghilangkan nyeri payudara akibat kista.

Apabila kista payudara tidak hilang, membesar seiring waktu berjalan, dan mulai mengganggu kenyamanan, dokter bisa menganjurkan beberapa metode penanganan di bawah ini:

Terapi hormon

Dilihat dari efek sampingnya yang begitu signifikan, metode terapi hormon hanya dirujuk pada kista payudara yang parah. Contoh obat yang digunakan dalam terapi hormon adalah pil KB atau tamoxifen.

Aspirasi jarum halus

Pengambilan cairan kista menggunakan jarum halus, dilakukan untuk menghisap seluruh cairan di dalam payudara. akan tetapi, cara ini mungkin harus dilakukan beberapa kali sebab kista masih dapat tumbuh kembali.

Operasi

Operasi pengangkatan kista hanya dilakukan bila kista payudara hilang timbul sepanjang berbulan-bulan, cairan kista tercampur darah, atau benjolan memperlihatkan ciri-ciri yang dikhawatirkan ganas (kanker).

Komplikasi Kista Payudara

Pemeriksaan oleh dokter mesti dilakukan karena tidak semua kista payudara mempunyai sifat jinak. Walau jarang terjadi, beberapa kista yang tumbuh bisa menjadi gejala penyakit serius, layaknya kanker payudara. Kista payudara juga bisa terinfeksi oleh bakteri dan berubah menjadi abses payudara.

Pencegahan Kista Payudara

Kista payudara belum diketahui penyebab pastinya, dan metode untuk mencegahnya juga belum diketahui. Selain menjalani SADANIS, setiap wanita harus melakukan SADARI, yakni pemeriksaan payudara sendiri guna mengetahui benjolan di payudara sejak sedini. SADARI dilakukan di hari ke-7 hingga ke-10 setelah haid hari pertama setiap bulannya.