Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Autoimun, Kesehatan Wanita

Skleroderma

Skleroderma adalah penyakit autoimun yang menyerang jaringan ikat, menyebabkan jaringan tersebut menebal dan mengeras. Penyakit ini dapat menyerang kulit, pembuluh darah, atau organ seperti paru-paru, ginjal, dan jantung.

Skleroderma biasanya ditemukan di tangan, kaki, atau wajah, dan ditandai dengan kulit yang menebal, keras, berwarna putih, dan licin seperti lilin. Penyakit ini dapat mengganggu fungsi penderitanya dan mengganggu organ dalam jika tidak ditangani segera.

Penyebab Skleroderma

Skleroderma terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan ikat daripada melindunginya dari infeksi. Kondisi ini menyebabkan sel-sel jaringan ikat menghasilkan banyak kolagen. Kolagen adalah salah satu jenis protein yang membentuk jaringan ikat.

Produksi kolagen meningkat secara signifikan, kolagen akan menumpuk di kulit dan organ tubuh. Akibatnya, kulit dan organ yang terkena menjadi tebal dan keras.

Meskipun penyebab skleroderma belum diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang dianggap dapat meningkatkan kemungkinan menderita kondisi tersebut, antara lain:

  • Perempuan
  • Usia diatas tahun
  • memiliki skleroderma atau penyakit autoimun dalam keluarga.
  • Mengalami penyakit autoimun lain seperti lupus, RA, atau sindrom Sjögren.
  • Terapi kemoterapi, seperti bleomycin
  • Terpapar bahan kimia berbahaya setiap hari

Gejala Skleroderma   

Skleroderma dapat menyerang bagian tubuh mana pun. Skleroderma lokal terjadi pada bagian kulit tertentu, dan systemic sclerosis terjadi pada organ dalam.

Sclerosis sistemik dan lokal dapat memiliki gejala dan keluhan yang berbeda. Berikut adalah penjelasannya:

Localised scleroderma

Jenis skleroderma paling ringan adalah lokalisasi scleroderma, yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih bercak di kulit yang menebal dan mengeras. Anak-anak lebih sering mengalami kondisi ini.

Pada localised scleroderma, bercak terdiri dari dua jenis: morphoea dan linear. Bercak morphoea memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bentuknya oval
  • Berukuran antara 2 dan 20 cm
  • Berwarna merah atau keunguan yang berubah menjadi putih
  • Permukaan bercak berkilat seperti lilin dan tidak ditumbuhi bulu
  • Memiliki rasa gatal
  • Muncul di mana saja di tubuh
  • Jika tidak diobati, bercak mungkin membaik dalam beberapa tahun

Namun, bercak linear memiliki beberapa ciri khusus, seperti:

  • Berbentuk garis memanjang
  • Muncul di lengan, tungkai, kepala, atau kulit wajah
  • Bisa menyebabkan pemendekan permanen pada anggota gerak, seperti lengan, tetapi biasanya membaik dengan waktu

Selain itu, lapisan di bawah kulit, seperti otot atau tulang, dapat terpengaruh oleh pengerasan kulit pada bercak linear.

Systemic sclerosis

Sistemik sclerosis adalah jenis skleroderma yang menyerang saluran pencernaan, ginjal, jantung, paru-paru, dan organ dalam lainnya selain kulit. Dua kategori scleroderma terbatas dan diffuse adalah yang paling umum dialami oleh wanita berusia 30 hingga 50 tahun.

Scleroderma yang terbatas menyebabkan jaringan ikat mengeras di kulit wajah, tangan, dan kaki. Ini juga terjadi di pembuluh darah dan beberapa bagian dari sistem pencernaan. Situasi ini ditunjukkan dengan:

  • Fenomena yang dikenal sebagai sindrom Raynaud adalah ketika ujung jari tangan atau kaki pucat karena gangguan aliran darah, biasanya karena terpapar suhu dingin
  • Munculnya benjolan keras di bawah kulit, juga dikenal sebagai calcinosis cutis, adalah salah satu gejala penumpukan kalsium di tubuh
  • Pembuluh darah kecil yang tumbuh di permukaan kulit dan terkadang terlihat seperti bercak merah disebut telengiektasis
  • Sclerodactyly, yakni kulit di jari yang menipis dan terlihat kaku sehingga sulit digerakkan
  • Dysmotility kerongkongan, yaitu gangguan pergerakan kerongkongan yang menyebabkan disfagia

Gejala-gejala di atas dapat berkembang secara bertahap dan memburuk dengan waktu. Dibandingkan dengan diffuse scleroderma, limited scleroderma memiliki keluhan seperti:

  • Organ seperti paru-paru, ginjal, jantung, dan saluran pencernaan mengalami pengerasan jaringan ikat dan tumpukan kolagen.
  • Perubahan kulit dan pengerasan di seluruh tubuh
  • Nyeri hingga kaku di otot atau sendi
  • Berat badan menurun
  • Mudah lelah
  • Napas sesak
  • Mulut atau mata yang kering

Diffuse scleroderma memiliki gejala yang muncul secara tiba-tiba dan memburuk dalam beberapa tahun pertama. Namun, jika diobati dengan benar, gejala dapat dikontrol dan disembuhkan.

Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan sejak dini diperlukan agar kondisi dapat ditangani dengan cepat dan risiko komplikasi dapat dicegah.

Jika Anda berisiko, seperti memiliki anggota keluarga yang menderita skleroderma atau penyakit autoimun lainnya, lakukan pemeriksaan medis secara teratur. Di sisi lain, jika Anda sudah didiagnosis menderita skleroderma, terus menjalani pengobatan yang diresepkan oleh dokter Anda untuk memastikan kondisi Anda tetap diawasi.

Diagnosis Skleroderma

Dokter akan menentukan skleroderma dengan menanyakan gejala pasien dan sejarah medis mereka. Setelah itu, mereka akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah kulit mengalami penebalan atau pengerasan.

Untuk memastikan diagnosis dan mengevaluasi keparahan skleroderma, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti:

  • Cek darah untuk mengevaluasi fungsi ginjal dan mengukur tingkat antibodi tertentu, yang biasanya meningkat pada pasien dengan penyakit autoimun
  • Biopsi dilakukan dengan memeriksa sampel kulit untuk memastikan apakah ada jaringan abnormal
  • Elektrokardiografi (EKG), yang dilakukan untuk memeriksa aktivitas listrik jantung yang terganggu jika skleroderma telah menyebabkan jaringan parut di jantung
  • Ekokardiografi (USG jantung) untuk mengevaluasi kondisi jantung dan mengidentifikasi potensi komplikasi skleroderma
  • Pemindaian citra tomografi (CT) untuk menilai kondisi organ lain atau paru-paru
  • Tes fungsi paru-paru untuk mengetahui seberapa baik kinerjanya
  • Endoskopi untuk memeriksa saluran cerna dan kerongkongan

Pengobatan Skleroderma

Skleroderma tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan. Pengobatan hanya dapat meredakan gejala, menghentikan perkembangan penyakit, dan mencegah komplikasi. Terapi yang mungkin diberikan adalah sebagai berikut:

Obat-obatan

Penderita skleroderma dapat menerima beberapa jenis obat berikut:

  • Antiinflamasi nonsteroid (OAINS), yang digunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan
  • Kortikosteroid dalam bentuk krim atau tablet untuk mengurangi peradangan di kulit dan sendi
  • imunosupresan, yang menekan sistem kekebalan
  • Vasodilator melebarkan pembuluh darah dan memudahkan aliran darah ke area tubuh tertentu, seperti jari-jari, paru-paru, dan ginjal
  • Untuk mengatasi masalah pencernaan, penghambat pompa proton atau antasida
  • Antibiotik digunakan untuk menghentikan dan menangani infeksi bakteri
Terapi

Pasien menerima fisioterapi atau terapi okupasi dengan tujuan mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas tubuh mereka, dan mengajarkan mereka cara beradaptasi dengan keterbatasan geraknya.

Jenis terapi cahaya lainnya, seperti terapi laser, dapat digunakan untuk mengatasi masalah kulit seperti bercak-bercak yang mengeras atau ruam kulit yang tidak kunjung hilang.

Operasi

Tindakan operasi dapat dilakukan pada kasus skleroderma yang parah dan menimbulkan komplikasi. Salah satunya adalah amputasi jari seorang penderita sindrom Raynaud yang mengalami gangrene.

Operasi pengangkatan benjolan yang mengeras di bawah kulit dan transplantasi paru-paru apabila skleroderma menyebabkan kerusakan paru-paru adalah jenis operasi lain yang dapat dilakukan.

Selain pengobatan yang telah disebutkan di atas, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mendukung proses pemulihan Anda, seperti:

  • Berolahraga dengan teratur
  • Jangan mengangkat benda berat
  • Memberikan pelembap kulit
  • Jangan mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan asam lambung Anda
  • Konsumsi makanan yang sehat, kaya nutrisi, dan seimbang
  • Mengatur jumlah waktu tidur dan istirahat

Komplikasi Skleroderma

Komplikasi serius seperti sklerodermia dapat muncul jika tidak ditangani dengan benar.

  • Kematian jaringan di jari atau kaki yang mungkin memerlukan amputasi
  • Fibrosis paru-paru dan hipertensi paru-paru
  • Gangguan ginjal
  • Kolesterol tinggi
  • gagal jantung, perikarditis, atau aritmia
  • Disfungsi ereksi untuk pria dan vagina kering untuk wanita
  • Masalah pencernaan seperti kesulitan menelan, sembelit, atau diare
  • Menurunkan jumlah air liur yang menyebabkan kerusakan gigi yang lebih cepat
  • Pengerasan sendi yang menghalangi pergerakan

Skleroderma dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur pada ibu hamil.

Pencegahan Skleroderma

Meskipun skleroderma sulit untuk dicegah, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan munculnya kondisi ini, yaitu:

  • Periksakan diri Anda secara teratur ke dokter jika Anda memiliki risiko, seperti menderita penyakit autoimun atau memiliki anggota keluarga yang menderita skleroderma
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama jika Anda sering terpapar bahan kimia

Selain itu, jika sudah didiagnosis menderita skleroderma, ikuti saran dan pengobatan yang diberikan dokter Anda, ikuti gaya hidup sehat, dan hindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan keluhan muncul.