Keseimbangan produksi dan penelanan terganggu
Cairan meningkat bila janin banyak berkemih atau sulit menelan. Diabetes ibu dan kelainan anatomi/genetik janin adalah penyebab patologis tersering; congenital infection, fetal anemia/alloimmunization dan twin-to-twin transfusion juga mungkin. Perut cepat besar, sesak, heartburn, bengkak dan kontraksi dapat terjadi, tetapi diagnosis berdasarkan ultrasound, bukan ukuran perut saja.
Pemeriksaan mengikuti derajat dan konteks
Ultrasound mengukur cairan, pertumbuhan dan anatomi; tim meninjau screening diabetes, rhesus/antibody, kehamilan kembar dan tanda infeksi atau anemia. Genetic testing atau fetal echocardiography ditawarkan bila ada petunjuk, bukan otomatis. Mild idiopathic polyhydramnios sendiri tidak selalu memerlukan antenatal surveillance tambahan, sedangkan kasus sedang/berat atau berpenyebab membutuhkan rencana individual.
Tidak semua cairan berlebih harus dikurangi
Kebanyakan kasus ringan dipantau. Amnioreduction dipertimbangkan terutama bila severe polyhydramnios menyebabkan sesak atau ketidaknyamanan berat; cairan dapat kembali dan prosedur memiliki risiko. Indomethacin tidak dianjurkan hanya untuk menurunkan volume karena risiko janin. Terapi diabetes atau penyebab lain membantu bila ada. Severe cases sebaiknya melahirkan di pusat tersier.
Persalinan direncanakan untuk komplikasi
Risiko mencakup preterm labor/rupture, posisi janin tidak normal, cord prolapse setelah ketuban pecah, placental abruption dan postpartum hemorrhage akibat uterus teregang. Pada mild idiopathic singleton, persalinan spontan cukup bulan umumnya diperbolehkan dan induksi tanpa alasan lain tidak dilakukan sebelum 39 minggu. Cara lahir mengikuti indikasi obstetri, bukan cairan semata.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada SMFM — evaluation and management of polyhydramnios. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.
