Kehamilan Risiko Tinggi

Polihidramnion

Pahami polihidramnion sebagai cairan ketuban berlebih dengan deepest vertical pocket ≥8 cm atau AFI ≥24 cm; penyebab diabetes ibu, kelainan janin/genetik, infeksi, alloimmunization dan twin-to-twin transfusion meski kasus ringan sering idiopatik; ultrasound, skrining diabetes, anatomi dan tes terarah; pemantauan, amnioreduction hanya untuk gejala berat, indomethacin bukan untuk sekadar menurunkan cairan; risiko prematur, malpresentation, cord prolapse, placental abruption dan postpartum hemorrhage; serta sesak, kontraksi atau ketuban pecah yang mendesak.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 20 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
RingkasanPolihidramnion berarti volume cairan ketuban lebih banyak dari normal. Pada kehamilan tunggal, SMFM menggunakan deepest vertical pocket minimal 8 cm atau amniotic fluid index minimal 24 cm. Banyak kasus ringan tidak menemukan penyebab dan hasilnya baik, tetapi kondisi tetap perlu evaluasi terarah.

Keseimbangan produksi dan penelanan terganggu

Cairan meningkat bila janin banyak berkemih atau sulit menelan. Diabetes ibu dan kelainan anatomi/genetik janin adalah penyebab patologis tersering; congenital infection, fetal anemia/alloimmunization dan twin-to-twin transfusion juga mungkin. Perut cepat besar, sesak, heartburn, bengkak dan kontraksi dapat terjadi, tetapi diagnosis berdasarkan ultrasound, bukan ukuran perut saja.

Pemeriksaan mengikuti derajat dan konteks

Ultrasound mengukur cairan, pertumbuhan dan anatomi; tim meninjau screening diabetes, rhesus/antibody, kehamilan kembar dan tanda infeksi atau anemia. Genetic testing atau fetal echocardiography ditawarkan bila ada petunjuk, bukan otomatis. Mild idiopathic polyhydramnios sendiri tidak selalu memerlukan antenatal surveillance tambahan, sedangkan kasus sedang/berat atau berpenyebab membutuhkan rencana individual.

Sesak, kontraksi, perdarahan atau ketuban pecah perlu segera dinilaiHubungi ruang bersalin/IGD untuk sesak baru atau berat, nyeri dada, perut tegang berulang, cairan mengalir dari vagina, perdarahan, nyeri perut mendadak, atau gerak janin berkurang. Setelah ketuban pecah, jangan memasukkan apa pun ke vagina karena risiko cord prolapse.

Tidak semua cairan berlebih harus dikurangi

Kebanyakan kasus ringan dipantau. Amnioreduction dipertimbangkan terutama bila severe polyhydramnios menyebabkan sesak atau ketidaknyamanan berat; cairan dapat kembali dan prosedur memiliki risiko. Indomethacin tidak dianjurkan hanya untuk menurunkan volume karena risiko janin. Terapi diabetes atau penyebab lain membantu bila ada. Severe cases sebaiknya melahirkan di pusat tersier.

Persalinan direncanakan untuk komplikasi

Risiko mencakup preterm labor/rupture, posisi janin tidak normal, cord prolapse setelah ketuban pecah, placental abruption dan postpartum hemorrhage akibat uterus teregang. Pada mild idiopathic singleton, persalinan spontan cukup bulan umumnya diperbolehkan dan induksi tanpa alasan lain tidak dilakukan sebelum 39 minggu. Cara lahir mengikuti indikasi obstetri, bukan cairan semata.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada SMFM — evaluation and management of polyhydramnios. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.