Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Kandungan

Plasenta Previa

Ketika ari-ari atau plasenta berada di bagian bawah rahim, plasenta previa menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Kondisi ini juga dapat menyebabkan banyak perdarahan baik sebelum maupun selama persalinan.

Plasenta adalah organ yang terbentuk di rahim selama kehamilan yang berfungsi untuk mengeluarkan limbah dari janin dan menyalurkan oksigen dan nutrisi kepada janin.

Pada awal kehamilan, plasenta biasanya berada di bagian bawah rahim. Namun, seiring bertambahnya usia kehamilan, plasenta akan bergerak ke atas dan pada akhirnya akan berada di bagian atas rahim.

Dalam kasus plasenta letak rendah yang berubah menjadi plasenta previa, plasenta tetap berada di bawah rahim hingga waktu persalinan tiba.

Penyebab Plasenta Previa

Meskipun penyebab pasti plasenta previa belum diketahui, beberapa faktor yang dianggap dapat meningkatkan kemungkinan ibu hamil menderita kondisi ini, yaitu:

  • Orang yang berusia 35 tahun atau lebih
  • Ini bukan kehamilan pertamanya
  • Hamil anak kembar
  • Janin dalam posisi yang tidak normal, seperti sungsang atau lintang
  • Sejarah keguguran
  • Rahim dengan bentuk yang tidak normal
  • riwayat kehamilan sebelumnya dengan plasenta previa
  • riwayat operasi rahim sebelumnya, seperti operasi caesar, pengangkatan miom, atau kuret
  • Penggunaan ganja atau rokok selama kehamilan

Gejala Plasenta Previa

Perdarahan dari vagina yang terjadi pada akhir trimester kedua atau ketiga kehamilan adalah gejala utama plasenta previa. Gejala ini biasanya termasuk:

  • Tanpa rasa sakit
  • Berwarna merah muda yang terang
  • Ada kemungkinan banyak atau sedikit
  • Berulang dalam beberapa hari

Kondisi ini sering dianggap serupa dengan menstruasi saat hamil. Terkadang, perdarahan ini muncul setelah berhubungan intim dan disertai dengan kram atau kontraksi perut.

Kapan harus ke dokter

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami perdarahan atau flek selama kehamilan yang tidak kunjung mereda, terutama selama trimester kedua atau ketiga, dan jika perdarahan tersebut disertai dengan hal-hal berikut:

  • Banyak perdarahan
  • Kulit pucat
  • Napas menjadi sesak
  • Pusing
  • Menurunnya tekanan darah
  • Anemia

Diagnosis Plasenta Previa

Jika perdarahan terjadi di trimester kedua atau ketiga kehamilan, dokter dapat menduga bahwa ibu hamil mengalami plasenta previa. Namun, untuk memastikan diagnosis ini, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan:

  • USG transvaginal
    Salah satu cara terbaik untuk mengetahui letak plasenta adalah dengan memasukkan alat khusus ke dalam vagina untuk melihat kondisi rahim dan vagina
  • USG transabdominal
    Alat USG transabdominal digunakan untuk mengurangi risiko perdarahan selama prosedur, tetapi prosedur ini juga berfungsi sama untuk melihat kondisi di dalam rahim.
  • MRI (magnetic resonance imaging)
    Dengan melakukan prosedur ini, dokter dapat melihat posisi plasenta dengan lebih jelas.

Dokter tidak akan melakukan USG transvaginal secara teratur jika mereka yakin ibu hamil memiliki plasenta previa untuk mengurangi risiko perdarahan berat. Sebaliknya, mereka mungkin menggunakan USG transabdominal secara berkala untuk memantau posisi plasenta sampai hari persalinan tiba.

Pengobatan Plasenta Previa

Untuk mencegah perdarahan, pengobatan plasenta previa disesuaikan dengan kondisi ibu dan janin, usia kandungan, posisi plasenta, dan tingkat keparahan perdarahan.

Dokter akan menyarankan perawatan mandiri untuk ibu hamil yang tidak mengalami perdarahan atau hanya perdarahan ringan, seperti:

  • Perbanyak tidur dan berbaring
  • Menurunkan jumlah aktivitas fisik yang berat
  • Menghindari aktivitas seksual

Pasien tetap harus waspada dan segera mencari pertolongan medis apabila perdarahan bertambah banyak dan tidak berhenti, meskipun mereka tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Dokter akan menyarankan untuk melahirkan bayi secepat mungkin jika ibu hamil mengalami perdarahan yang parah dan berulang. Namun, jika usia kandungan kurang dari 36 minggu, ibu hamil akan diberikan suntikan kortikosteroid untuk mempercepat pematangan paru-paru janin.

Ibu hamil akan dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan tambahan jika perdarahan tidak dapat dihentikan dan dokter juga akan memberikan transfusi darah untuk mengganti darah yang hilang.

Komplikasi Plasenta Previa

Plasenta previa, komplikasi kehamilan yang berbahaya bagi ibu dan janin, dapat menyebabkan masalah berikut pada ibu:

  • Syok
    Syok dapat terjadi karena perdarahan hebat yang terjadi sebelum persalinan, selama persalinan, atau beberapa jam setelah persalinan.
  • Penggumpalan darah
    Risiko penggumpalan darah pada ibu hamil dapat meningkat jika mereka dirawat di rumah sakit terlalu lama.
  • Peningkatan risiko plasenta akreta
    Ketika plasenta menempel terlalu dalam ke dinding rahim, disebut plasenta akreta. Kondisi ini berbahaya dan dapat membuat plasenta sulit dikeluarkan, yang menyebabkan perdarahan yang lebih buruk selama persalinan.
  • Peningkatan risiko plasenta previa di kehamilan berikutnya
    Jika Anda memiliki riwayat plasenta previa selama kehamilan saat ini, itu dapat memengaruhi kemungkinan bahwa kondisi ini akan terjadi lagi pada kehamilan berikutnya.

Jika Anda memiliki riwayat plasenta previa selama kehamilan saat ini, itu dapat memengaruhi kemungkinan bahwa kondisi ini akan terjadi lagi pada kehamilan berikutnya.

  • Kelahiran prematur
    Bayi harus dilahirkan segera setelah perdarahan berlanjut, bahkan jika belum cukup bulan. Plasenta previa adalah penyebab 5% kelahiran prematur.
  • Janin kekurangan oksigen
    Perdarahan pada ibu dengan plasenta previa dapat menyebabkan kekurangan oksigen, yang dikenal sebagai asfiksia.

Pencegahan Plasenta Previa

Tidak ada cara untuk mencegah plasenta previa atau perdarahannya, tetapi ibu hamil dapat melakukan beberapa hal untuk mencegahnya:

  • Jangan merokok
  • Tidak mengonsumsi narkoba
  • Menurunkan jumlah aktivitas fisik yang berat
  • Menurunkan jumlah kali Anda berhubungan seksual
  • Menghindari perjalanan jauh ketika kehamilan sudah 28 minggu
  • Ketika flek keluar, beristirahatlah