Beranda/Kehamilan Risiko Tinggi/Mirror Syndrome pada Kehamilan

Kehamilan Risiko Tinggi

Mirror Syndrome pada Kehamilan

Pahami mirror syndrome sebagai kondisi langka ketika edema ibu menyertai hydrops janin dan pembengkakan plasenta, kemiripannya dengan preeklampsia, gejala bengkak cepat, tekanan darah tinggi, protein urine, sakit kepala, sesak dan kenaikan berat, penyebab hydrops, pemeriksaan USG serta laboratorium, terapi penyebab janin pada kasus terpilih atau persalinan, dan perlunya maternal-fetal medicine segera.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 15 Agustus 2026Waktu baca 9 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Mirror Syndrome pada Kehamilan
RingkasanMirror syndrome adalah komplikasi kehamilan langka ketika ibu mengalami edema yang seolah mencerminkan hydrops pada janin dan plasenta. Kondisi ini dapat tumpang tindih dengan preeklampsia dan memburuk cepat. Diagnosis hanya dapat dilakukan di rumah sakit melalui penilaian ibu, USG janin-plasenta, dan pemeriksaan laboratorium.

Tanda pada ibu dan janin

Ibu dapat mengalami bengkak cepat dan luas, berat naik, tekanan darah tinggi, protein pada urine, sakit kepala, gangguan penglihatan, sesak, anemia karena pengenceran darah, serta edema paru. USG menunjukkan cairan abnormal pada sedikitnya beberapa rongga atau jaringan janin dan plasenta yang membesar. Gejala tidak boleh dianggap bengkak kehamilan biasa.

Hydrops memiliki banyak penyebab

Anemia janin, infeksi, kelainan jantung atau irama, kelainan kromosom atau genetik, masalah kembar, tumor plasenta, dan inkompatibilitas darah dapat mendasari. Tim menilai Doppler, anatomi, jantung, infeksi, antibodi, dan genetik sesuai situasi. Menemukan penyebab menentukan apakah terapi janin mungkin dilakukan.

Mirror syndrome adalah keadaan obstetri berisiko tinggiSegera ke rumah sakit bila hamil dengan bengkak mendadak pada wajah atau seluruh tubuh, sesak, nyeri dada, sakit kepala berat, pandangan kabur, nyeri ulu hati, perdarahan, kontraksi, atau gerak janin berkurang. Jangan menunggu kontrol rutin.

Penanganan di pusat rujukan

Prioritasnya menstabilkan ibu dan menilai usia kehamilan serta kondisi janin. Transfusi janin, terapi aritmia, atau tindakan pada komplikasi kembar dapat membalikkan hydrops pada kasus terpilih. Bila penyebab tidak dapat segera diperbaiki atau ibu memburuk, persalinan mungkin diperlukan. Gejala ibu biasanya membaik setelah hydrops teratasi atau plasenta dilahirkan.

Berbeda tetapi dapat bersamaan dengan preeklampsia

Keduanya dapat menyebabkan hipertensi, proteinuria, gangguan hati atau ginjal, dan edema paru. Temuan hydrops serta hemodilusi lebih mendukung mirror syndrome, tetapi pembeda tidak aman dilakukan sendiri dan keduanya dapat hadir bersama. Pemantauan intensif oleh obstetri risiko tinggi diperlukan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada PubMed — Mirror syndrome narrative review (2024), PubMed — systematic review. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.