Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Wanita

Kehamilan Kosong; Blighted Ovum

Pengertian blighted ovum

Blighted ovum atau anembryonic pregnancy dikenal juga dengan kehamilan kosong. Ini merupakan suatu situasi di mana seorang wanita merasa hamil, Akan tetapi sesungguhya tidak ada janin yang terdapat didalam kandungannya. Perasaan ia mengalami gejala kehamilan yang biasa terjadi, seperti mual dan muntah pada awal kehamilan, perut yang membesar, juga payudara terasa keras.

Umumnya seorang wanita yang mengalami blighted ovum akan mengalami terlambat haid. atau bahkan, ketika melakukan pemeriksaan dengan menggunakan test pack, juga hasil yang didapat bisa saja positif.

Kondisi ini timbul ketika telur yang sudah dibuahi menempel pada rahim, teatpi tidak membentuk embrio (janin). Walaupun begitu, kantung kehamilan (gestational sac) dan hormon kehamilan umumnya akan tetap terbentuk.

Penyebab blighted ovum

Biasanya blighted ovum disebabkan oleh kelainan kromosom yang terjadi selama proses pembuahan sel telur oleh sperma. Misalnya karena pembelahan sel yang tidak normal, kualitas sel telur (ovum), atau kwalitas sperma yang buruk.

Keadaan ini juga bisa diakibatkan karena adanya infeksi –seperti TORCH, rubella, dan diabetes mellitus yang tidak terkontrol. Selain masalah diatas faktor usia tua juga berperan meningkatkan risiko terjadinya blighted ovum, disebabkan adanya penurunan kualitas sperma atau ovum.

Diagnosis blighted ovum

Blighted ovum biasanya dikonfirmasi melalui pemeriksaan USG kehamilan, di mana:

  • tidak adanya embrio pada gestational sac dengan mean sac diameter (MSD) = 25mm (pada kasus MSD kurang dari 25 mm, akan disarankan USG ulang 1–2 minggu kemudian)
    atau
  • tidak terlihat embrio setelah dilakukan USG ulang:
    = 11 hari pada hasil USG sebelumnya yang menunjukkan gestasional sac dengan yolk sac, tapi tanpa embrio
    = 2 minggu pada hasil USG sebelumnya menunjukkan gestasional sac tanpa yolk sac dan embrio

Gejala blighted ovum

Pada wanita yang menderita blighted ovum akan mengalami gejala kehamilan seperti wanita hamil pada lainnya. Hasil uji kehamilan (beta HCG) juga memperlihatkan hasil positif. Ini disebabkan oleh hormon kehamilan yang tetap diproduksi.

Selain itu dari hal diatas, belum ada gejala specifik yang mengindikasikan bahwa Anda mengalami kehamilan kosong atau tidak berkembangnya embrio pada awal-awal minggu ‘kehamilan’ terjadi. Dalam beberapa kasus, bisa saja muncul sakit di perut, flek, atau pendarahan dari vagina. Pada usia kehamilan 7–12 minggu umumnya terjadi keguguran

Pengobatan blighted ovum

Tindakan penanganan kepada blighted ovum yang bisa dilakukan samai terjadi keguguran secara alamiah.

Pilihan dalam tindakan lain adalah melakukan kuretase untuk mengeluarkan blighted ovum. Embrio serta jaringan plasenta yang tidak berkembang akan dikeluarkan dari dalam Rahim. Setelah dilakukannya proses kuretase, penderita yang baru saja menjalaninya bisa saja mengalami efek samping seperti kram perut. akan tetapi, ini tidak berlangsung lama.

Pencegahan blighted ovum

Blighted ovum tidak bisa dicegah. Wanita yang pernah mengalami hal ini, bisa tetap memiliki kemungkinan untuk hamil kembali dengan kondisi normal, dengan kandungan yang sehat saat kehamilan tersebut terjadi.

Aabila jika Anda mengalami keguguran berulang sebanyak tiga kali atau lebih, ada baiknya anda lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Anda dan pasangan bisa bersama-sama melakukan pemeriksaan, juga tes genetik untuk dapat tahu adanya kemungkinan kelainan yang berisiko menyebabkan berulangnya keguguran.