Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Tulang, Sakit Pinggang

Sakit Pinggang

Sakit pinggang adalah sakit pada punggung bagian bawah atau samping yang hilang atau terus menerus pada salah satu sisi pinggang atau keduanya.

Sakit punggung bawah paling sering disebabkan oleh cedera otot atau sendi di area pinggang; ini juga bisa disebabkan oleh posisi tubuh yang salah, mengangkat benda berat, atau gerakan berulang. Gangguan ginjal, infeksi, atau masalah tulang belakang juga bisa menyebabkan sakit punggung bawah ini.

Penyebab Sakit Pinggang

Sakit pinggang biasanya disebabkan oleh cedera pada otot pinggang. Cedera ini biasanya terjadi karena gerak pinggang yang tiba-tiba dan berulang, seperti saat bermain golf, atau karena mengangkat benda yang terlalu berat.

Selain itu, duduk terlalu lama, terutama dengan kursi yang tidak nyaman dan posisi duduk yang salah, dapat menyebabkan sakit pinggang. Pada anak-anak, membawa tas punggung yang terlalu berat juga dapat menyebabkan sakit pinggang.

Faktor-faktor berikut juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena sakit pinggang, terutama pada orang dewasa:

  • Berusia lebih dari 30 tahun
  • Berat badan berlebihan
  • Kurang aktivitas fisik

Sakit pinggang juga dapat terjadi karena gangguan pada saraf tulang belakang atau gangguan pada organ lain di tubuh. Gangguan pada saraf tulang belakang yang dapat menyebabkan sakit pinggang meliputi:

  • Proses peradangan di sendi tulang belakang
  • Saraf yang terjepit akibat penonjolan bantalan tulang belakang (hernia nukleus pulposus)
  • Penuaan yang mengikis bantalan tulang belakang
  • stenosis spinal atau penyempitan ruas tulang belakang
  • Cedera tulang belakang akibat kecelakaan atau benturan
  • Anomali lengkung tulang belakang seperti kifosis, lordosis, atau skoliosis
  • Spondylolisthesis

Selain itu, gangguan pada organ lain di bagian tubuh lain juga dapat menyebabkan sakit pinggang. Dalam kasus ini, sakit dapat terjadi hanya di salah satu sisi pinggang, mungkin kanan atau kiri, atau bisa di kedua sisi pinggang. Beberapa gangguan pada organ lain tersebut adalah:

  • Miom
  • Infeksi pada ginjal
  • Pankreatitis
  • Batu di ginjal
  • Endometriosis
  • Usus buntu (apendix)
  • Kista di dalam ovarium
Sakit pinggang pada masa kehamilan

Salah satu masalah yang sering terjadi selama kehamilan adalah sakit pinggang. Berikut adalah beberapa penyebabnya:

  • Dengan berat badan yang lebih besar, tulang belakang tertekan, yang menekan pembuluh darah dan saraf panggul, dan sistem saraf bekerja lebih keras untuk menopang tubuh
  • Hormon yang dilepaskan mengganggu jaringan di sekitar pinggang
  • Ibu hamil mengalami perubahan postur tubuh yang tidak diketahui yang mengganggu keseimbangannya
  • Perubahan perasaan yang menyebabkan ketegangan otot pinggang

Gejala Sakit Pinggang

Gejala sakit pinggang dapat berbeda-beda pada setiap individu, tergantung pada penyebabnya. Gejala yang ditunjukkan oleh orang yang menderita sakit pinggang dapat meliputi:

  • Pinggang yang sakit, kaku, atau tampak seperti kena tusuk
  • Nyeri membentang dari pinggang hingga bokong
  • Nyeri menuju selangkangan dan alat kelamin dari pinggang
  • Karena nyeri pinggang, sulit bergerak dan berdiri tegak
  • Saat tidur atau duduk terlalu lama, sakit kadang-kadang memburuk
  • Saat membungkuk, mengangkat benda berat, atau berjalan, sakit menjadi lebih parah
  • Saraf yang terjepit dapat menyebabkan rasa lemah atau mati rasa di tungkai

Terutama ketika sakit pinggang disebabkan oleh cedera otot, sakit pinggang biasanya berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Namun, terkadang bisa berlangsung hingga lebih dari tiga bulan.

Saatnya ke dokter

Sakit pinggang biasanya sembuh sendiri. Namun, jika sakit pinggang Anda berulang selama satu bulan dan terus memburuk seiring waktu, Anda harus waspada.

Jika Anda mengalami sakit pinggang yang disertai dengan salah satu gejala berikut, segera pergi ke dokter karena ini dapat menjadi indikasi penyakit yang serius:

  • Demam
  • Paha tidak merasakan apa-apa
  • Lemah tungkai
  • Ketika batuk atau buang air kecil, pinggang terasa sakit
  • Permasalahan dengan buang air kecil dan buang air besar
  • Berat badan meningkat atau bahkan menurun

Selain itu, jika sakit pinggang muncul setelah jatuh atau kecelakaan, atau jika disertai dengan kondisi berikut:

  • Ada atau pernah didiagnosis menderita kanker.
  • Mengalami osteoporosis.
  • Pernah menggunakan NAPZA injeksi
  • Konsumsi kortikosteroid jangka panjang

Sakit pinggang yang berkepanjangan, terutama jika dikombinasikan dengan beberapa gejala di atas, dapat menjadi indikasi penyakit serius.

Diagnosis Sakit Pinggang

Dokter akan menanyakan tentang gejala nyeri dan faktor-faktor yang menyebabkan nyeri menjadi lebih parah atau membaik untuk menentukan penyebab sakit pinggang.

Setelah itu, dokter akan memeriksa pasien secara fisik, termasuk melihat refleks dan jangkauan geraknya. Jika tidak ada gejala yang signifikan, dokter dapat memulai pengobatan segera.

Dokter dapat meminta pemeriksaan tambahan seperti: Jika sakit pinggang tidak hilang setelah beberapa minggu atau gejala serius muncul:

  • Hitungan darah lengkap, laju endap darah (LED), dan protein C-reaktif digunakan dalam tes darah untuk mengidentifikasi kemungkinan infeksi atau peradangan
  • Pemindaian seperti foto Rontgen, scan CT, dan MRI untuk memeriksa struktur otot, ligamen, dan tulang untuk mengidentifikasi penyakit potensial
  • Jika sakit pinggang diduga berasal dari masalah di organ reproduksi wanita atau ginjal
  • Elektrodiagnostik mencakup elektromiografi, yang memeriksa aktivitas listrik otot; tes konduksi saraf, yang memeriksa kecepatan transmisi sinyal saraf ke otak; dan tes potensi evoked

Pengobatan Sakit Pinggang

Terapi untuk sakit pinggang sebelah kiri atau kanan bergantung pada sumbernya. Untuk mengobati sakit pinggang, berikut adalah beberapa teknik yang dapat digunakan, baik secara mandiri maupun dengan saran dokter:

Pengobatan sakit pinggang secara mandiri

Sakit pinggang yang disebabkan oleh otot yang tegang dapat diobati secara mandiri dengan beberapa metode, seperti:

1. Tetap beraktivitas

Jika Anda mengalami sakit pinggang yang sangat parah, sangat disarankan untuk beristirahat. Namun, jangan terlalu banyak beristirahat karena itu dapat melemahkan otot pinggang. Anda harus tetap melakukan aktivitas dan olahraga ringan, seperti berjalan cepat, yoga, atau berenang, serta melakukan peregangan otot, tetapi jangan lakukan aktivitas yang berat sampai gejala Anda membaik.

2. Kompres dingin

Saat sakit pinggang kembali, kompres es di area yang sakit untuk mengurangi bengkak. Untuk menghindari kerusakan kulit, bungkus es dengan handuk atau kantong es terlebih dahulu. Lakukan kompres dingin selama dua hingga tiga hari

3. Kompres hangat

Setelah dua hingga tiga hari, ganti kompres dingin dengan kompres hangat. Kompres hangat membantu mengurangi peradangan, meningkatkan aliran darah, dan melemaskan otot. Lakukan kompres selama dua puluh hingga tiga puluh menit, tiap dua atau tiga jam.

4. Obat pereda nyeri

Paracetamol adalah salah satu contoh obat bebas yang dapat digunakan untuk meredakan sakit pinggang.

Obat-obatan

Jika pengobatan secara mandiri tidak membantu gejala Anda, periksakan diri Anda segera ke dokter. Dokter dapat meresepkan beberapa obat untuk sakit pinggang sesuai dengan penyebab dan kondisi pasien:

  • Obat analgesik yang diberikan dalam bentuk krim, oral (minum), atau suntik
  • Obat untuk melemas otot, seperti baclofen atau eperisone.
  • Antidepresan trisiklik dan SNRI
  • Suntik botox untuk menghentikan saraf berfungsi
  • Jika terjadi infeksi, seperti infeksi ginjal, antibiotik
Terapi khusus

Beberapa jenis pengobatan khusus yang dapat digunakan untuk menghilangkan sakit pinggang adalah:

  • Fisioterapi untuk memperbaiki postur tubuh dan menguatkan dan melembutkan otot pinggang
  • Akupuntur untuk meredakan nyeri
  • Manipulasi tulang belakang: pijatan dan tekanan pada punggung dan tulang belakang untuk memperbaiki posisi tulang belakang
  • Metode terapi beban yang bertujuan untuk secara bertahap memperbaiki posisi tulang belakang
  • Stimulasi listrik saraf luar (TENS), terapi listrik yang bertujuan untuk menghentikan sinyal rasa sakit di sistem saraf
Operasi

Jenis operasi yang dapat dilakukan tergantung pada penyebab sakit pinggang. Beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan termasuk:

  • Operasi tulang belakang, seperti laminektomi untuk saraf kejepit atau kyphoplasty untuk memperbaiki tulang belakang yang patah
  • Tindakan yang diambil untuk mengangkat batu ginjal
  • Operasi untuk menghilangkan miom atau kista rahim
  • Operasi usus buntu

Memiliki asuransi kesehatan yang memiliki layanan chat gratis dengan dokter membantu Anda menghindari biaya operasi. Dengan asuransi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kapan saja Anda mau.

Komplikasi Sakit Pinggang

Jika Anda mengalami sakit pinggang, Anda dapat mengalami beberapa masalah kesehatan berikut:

Gangguan beraktivitas

Penyakit pinggang dapat menyebabkan penderitanya tidak bisa beraktivitas atau bahkan harus tirah baring (bedrest) untuk waktu yang lama. Tirah baring jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi baru, seperti trombosis pembuluh darah yang dalam atau gumpalan darah pada pembuluh darah tungkai, serta kelemahan otot.

Sindrom cauda equina

Sindrom cauda equina terjadi ketika bantalan tulang belakang terletak di ujung akhir saraf tulang belakang. Akibatnya, penderita menjadi tidak mampu menahan buang air kecil dan buang air besar, yang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen jika tidak diobati.

Jika sakit pinggang tidak segera ditangani, komplikasi lain juga bisa terjadi, tergantung pada kondisi yang menyebabkannya.

Pencegahan Sakit Pinggang

Untuk menghindari sakit pinggang, Anda dapat mengikuti beberapa tindakan berikut:

  • Menguatkan pinggang Anda dengan berenang atau yoga adalah latihan rutin.
  • Saat mengangkat benda berat, tekuk lutut Anda dan tetap tegak. Ingatlah untuk tidak mengangkat benda berat dalam posisi terlentang.
  • Sebaiknya gunakan alat bantu atau minta bantuan orang lain daripada mengangkat beban yang terlalu berat.
  • Untuk meregangkan otot, duduklah tegak dan hindari duduk terlalu lama. Anda juga dapat berdiri dan berjalan sesekali.
  • Pertahankan berat badan ideal untuk menghindari tekanan yang berlebihan pada tulang belakang.
  • Rokok memiliki efek negatif pada kesehatan tulang dan dapat mengurangi pasokan darah ke pinggang, jadi hentikan merokok.
  • Menjaga asupan kalsium dan vitamin D Anda untuk menghindari osteoporosis dan pengeroposan tulang.
  • Untuk mengurangi tekanan pada pinggang, tidurlah dengan lutut terlipat ke atas dan alas tidur yang cukup empuk.
  • Hindari memakai sepatu hak tinggi dan pilih alas kaki yang nyaman.