Cedera pada bagian tangan dapat menyebabkan patah tulang tangan atau patah tangan. Patah tulang membuat tangan terasa sangat nyeri dan terlihat tidak normal.
Tulang tangan terdiri dari tulang jari, tulang telapak (atau metakarpal), dan tulang pergelangan (atau karpal). Patah tulang di bagian metakarpal, terutama di tulang telapak yang menopang jari kelingking.
Fungsi jari, telapak, dan pergelangan tangan terganggu ketika salah satu tulang tangan patah atau retak. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan penderita untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti menulis, mengancingkan pakaian, atau mengemudikan kendaraan.
Penyebab Tangan Patah
Cedera yang disebabkan oleh benturan atau tekanan keras dapat menyebabkan patah tulang tangan. Cedera ini dapat terjadi di berbagai bagian tulang tangan, seperti telapak tangan, pangkal tulang dekat pergelangan tangan, buku jari, dan bagian bawah buku jari.
Tangan bisa patah karena beberapa penyakit, yaitu:
- Jatuh
Risiko patah tulang di pergelangan tangan atau jari lebih tinggi saat jatuh dengan tangan menopang tubuh. - Kecelakaan motor atau mobil
Kecelakaan lalu lintas dapat menyebabkan tulang tangan retak atau bahkan patah sebagian. - Cedera olahraga
Cedera tangan patah adalah hasil dari olahraga tertentu, seperti sepak bola, senam lantai, bela diri, dan tinju. - Kecelakaan di lingkungan kerja
Beberapa pekerjaan, seperti di pertanian dan industri alat berat, memiliki risiko tinggi mengalami patah tangan.
Osteoporosis, kondisi yang terjadi ketika kepadatan tulang menurun, menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah retak meskipun jatuh sedikit. Penderita osteoporosis juga rentan mengalami patah tulang tangan.
Gejala Tangan Patah
Mereka yang mengalami patah tulang mungkin mendengar suara “krek”, yang merupakan tanda tulang yang retak atau patah. Sebagian besar kondisi patah tulang dapat dilihat jelas. Kondisi ini biasanya diikuti dengan keluhan seperti berikut:
- Memar-memar
- Membengkaknya tangan
- Hilangnya rasa
- Sangat nyeri yang semakin memburuk ketika tangan digerakkan
- Bentuk tulang tangan yang tidak normal dapat termasuk jari yang menyilang satu sama lain
- Sepertinya jari lebih pendek dan sulit digerakkan
Kapan harus ke dokter
Secepatnya pergi ke dokter jika Anda mengalami cedera dengan gejala tangan patah seperti yang disebutkan di atas. Penanganan segera diperlukan untuk mencegah cedera Anda menjadi lebih parah.
Periksakan diri ke dokter jika Anda berisiko mengalami osteoporosis, kondisi yang meningkatkan kemungkinan patah tulang. Konsultasikan dengan dokter Anda tentang apa yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kekuatan tulang Anda dan mencegah patah tulang terjadi.
Diagnosis Tangan Patah
Dokter juga akan memeriksa tangan pasien untuk memastikan apakah ada bagian yang patah. Mereka juga akan meminta pasien untuk menggerakkan tangan mereka dan melihat apakah ada rasa sakit di area yang diduga patah.
Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan X-ray atau MRI untuk mengetahui lebih lanjut tentang kondisi tulang yang patah.
Penanganan Tangan Patah
Meskipun dokter di rumah sakit menangani tangan patah secara langsung, berikut adalah beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk mencegah keadaan menjadi lebih buruk:
- Berusahalah untuk tetap tenang meskipun sakit dan kondisi Anda membuat Anda panik
- Menggunakan bantalan atau penyangga untuk mencegah gerakan tangan yang patah agar cedera tidak semakin parah
- Untuk meredakan nyeri dan pembengkakan, letakkan kompres es pada tangan yang cedera selama dua puluh menit
- Jika terjadi perdarahan, tekan luka dengan kain kasa atau kain bersih untuk mencegah perdarahan.
- konsumsi paracetamol dan obat pereda nyeri lainnya
Nantinya dokter akan memberikan tindakan tambahan setelah pasien tiba di rumah sakit. Tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan cedera, penanganan dapat dilakukan dengan operasi atau tanpanya.
Penanganan tangan patah tanpa operasi
Penanganan dan penyembuhan patah tulang tangan tanpa operasi mencakup:
- Obat pereda nyeri
Dokter bisa memberikan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau diclofenac, dan tramadol jika pasien sangat nyeri. Untuk mencegah infeksi tulang, antibiotik diberikan pada patah tulang tangan yang terbuka. - Reduksi tertutup
Dokter akan mengembalikan tulang tangan secara bertahap ke posisi normalnya tanpa prosedur bedah jika patah atau pergeseran tidak terlalu parah. - Imobilisasi
Selama prosedur ini, dokter ortopedi akan memasang alat penyangga tangan patah seperti gips atau sling, yang dikenal sebagai gendong tangan patah, untuk menjaga tulang yang patah tetap dalam posisi normalnya.
Penanganan tangan patah dengan operasi
Operasi dilakukan dengan memasang pen. Tujuannya adalah untuk mempertahankan tulang tangan yang patah dan mengembalikannya ke posisi semula.
Berikut adalah beberapa kondisi di mana operasi dilakukan:
- Fraktur terbuka, yang terjadi ketika patahan tulang tangan menonjol dari kulit
- Tulang yang masuk ke persendian
- Tulang tidak dapat dihubungkan dengan gips atau splint
- Ketika ligamen, saraf, atau pembuluh darah rusak, itu disebut cedera tulang
Untuk menangani patah tulang tangan yang menyebabkan kerusakan pada sendi, terkadang diperlukan prosedur cangkok tulang, juga dikenal sebagai cangkok tulang. Kondisi ini juga kadang-kadang merusak saraf di sekitar area yang patah.
Penyembuhan patah tulang tangan pascaoperasi
Pasien yang mengalami patah tulang pascaoperasi harus tetap menggunakan gips atau gendongan tangan patah selama tiga hingga enam minggu, tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan patah tulang.
Dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani fisioterapi untuk membantu mereka pulih dari gips atau gendongan dan meningkatkan kekuatan tangan mereka.
Komplikasi Tangan Patah
Tangan patah dapat menyebabkan komplikasi, meskipun jarang terjadi, terutama jika tidak diobati segera. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat patah tangan adalah:
- Infeksi
- Osteoarthristis
- Kerusakan pada pembuluh darah atau saraf
- Tidak ada pertumbuhan tulang yang merata, terutama pada anak-anak
- Cacat yang tidak hilang atau permanen
Pencegahan Tangan Patah
Terjadinya tangan patah sulit dicegah karena dapat terjadi di mana saja dan kapan saja di waktu yang tidak terduga. Namun, Anda dapat menurunkan risiko dengan melakukan hal-hal berikut:
- Pilih sepatu yang nyaman
- Hindari jalan licin saat berjalan, terutama setelah hujan
- Pastikan rumah Anda memiliki pencahayaan yang cukup
- Singkirkan benda-benda yang dapat menyebabkan terjatuh, seperti karpet
- Pegangan tangan harus dipasang di tangga atau kamar mandi
- Periksa mata Anda secara teratur
- Konsumsi makanan yang mengandung banyak kalsium dan vitamin D
- lakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti bersepeda
- Jika Anda perokok aktif, Anda harus menghentikan kebiasaan merokok Anda