Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Tulang, Otot dan Tulang, Saraf

Syringomyelia

Pertumbuhan kista berisi cairan (syrinx) di saraf tulang belakang dikenal sebagai syringomyelia. Kista ini dapat membesar dengan waktu dan menekan jaringan saraf tulang belakang, menyebabkan gejala seperti kehilangan sensasi nyeri atau kelemahan otot.

Syringomyelia memiliki gejala yang berbeda-beda tergantung pada ukuran kista dan tekanan yang ditimbulkannya pada saraf tulang belakang. Biasanya, gejala tidak berkembang dengan cepat, tetapi terkadang gejala dapat menjadi sangat parah.

Penyebab Syringomyelia

Penyebab kista syringomyelia belum diketahui hingga saat ini. Namun, beberapa penyakit diduga dapat menyebabkannya.

Penyakit malformasi Chiari adalah kelainan struktur otak yang menyebabkan bagian otak merosot ke ruang saraf tulang belakang. Kerusakan jaringan otak ini mengganggu aliran cairan saraf tulang belakang, atau cairan serebrospinal. Dalam kebanyakan kasus, penyakit ini menyebabkan syringomyelia.

Sebagai tambahan pada malformasi Chiari, syringomyelia juga dapat disebabkan oleh:

  • Saraf tulang belakang yang mengalami kerusakan
  • Meningitis
  • Tumor tulang belakang
  • Kelainan bawaan saraf tulang belakang
  • Terjadi perdarahan di daerah tulang belakang

Gejala Syringomyelia

Syringomyelia biasanya baru muncul saat penderita berusia 20 hingga 30 tahun, dan kemudian memburuk secara bertahap. Pada awalnya, gejala menyerang bagian belakang leher, bahu, lengan, dan tangan. Gejalanya meliputi:

  • Melemahnya otot
  • Otot mengecil atau atrofi
  • Mengalami kehilangan refleks
  • Kehilangan kepekaan terhadap rasa sakit, dingin, dan panas

Salah satu gejala syringomyelia lainnya adalah:

  • Otot yang kaku
  • Sakit di otot
  • Permasalahan dengan buang air besar dan buang air kecil
Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan ke dokter. Dibutuhkan sejumlah pemeriksaan untuk mendiagnosis syringomyelia karena gejalanya mirip dengan penyakit saraf tulang bekalang lainnya.

Jika Anda pernah mengalami cedera saraf tulang belakang, Anda harus mewaspadai syringomyelia karena gejalanya dapat muncul beberapa bulan atau beberapa tahun setelah cedera. Peluang kesembuhan meningkat jika dideteksi lebih cepat.

Diagnosis Syringomyelia

Untuk mendiagnosis syringomyelia, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan gejala dan riwayat medis pasien.

Dokter akan menjalankan pemindaian magnetik resonansi (MRI) atau CT scan jika mereka mencurigai adanya syringomyelia untuk melihat kondisi saraf tulang belakang secara menyeluruh. Sebelum pemeriksaan, dokter radiologi dapat menyuntikkan kontras, zat pewarna khusus, untuk membuat gambar yang dihasilkan lebih jelas.

Pengobatan Syringomyelia

Metode pengobatan syringomyelia bergantung pada seberapa parah penyakit itu dan bagaimana gejalanya berkembang. Jika gejalanya ringan, dokter saraf hanya akan menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan saraf dan MRI secara berkala.

Pasien dengan syringomyelia akan disarankan untuk menghindari aktivitas berat dan menjalani fisioterapi untuk mengatasi gangguan saraf seperti lemah atau kaku otot agar kondisi tidak bertambah parah. Fisioterapi akan dipandu oleh dokter rehabilitasi medik.

Dokter akan menyarankan operasi jika gejala syringomyelia menjadi lebih buruk atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Dokter bedah saraf melakukan prosedur ini untuk mengurangi tekanan pada saraf tulang belakang dan memperbaiki aliran cairan serebsrospinal.

Beberapa jenis operasi tulang belakang yang dapat dilakukan tergantung pada penyebab syringomyelia. Berikut ini adalah beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan:

  • Operasi untuk memulihkan aliran cairan saraf tulang belakang setelah malformasi Chiari
  • Operasi untuk mengembalikan aliran cairan serebrospinal yang terhambat oleh tumor atau pertumbuhan abnormal di tulang belakang
  • Operasi di mana shunt dipasang untuk mengalirkan cairan ke dalam kista sehingga kista mengecil
Perawatan setelah operasi

Pasien juga akan menerima antibiotik untuk mencegah infeksi setelah operasi. Mereka juga akan menerima fisioterapi untuk menguatkan otot yang lemah.

Untuk memantau bagaimana pasien pulih dari operasi syringomyelia, dokter dapat melakukan pemeriksaan rutin dengan CT scan pada beberapa waktu.

Sangat penting untuk mendapatkan perawatan lanjutan setelah operasi karena syringomyelia dapat muncul kembali. Pemeriksaan rutin, seperti MRI, diperlukan untuk memantau keberhasilan operasi dan perkembangan penyakit.

Komplikasi Syringomyelia

Syringomyelia dapat menyebabkan beberapa konsekuensi yang berbahaya, seperti:

  • Nyeri yang bertahan lama karena kerusakan sumsum tulang belakang
  • Tulang belakang yang melengkung seperti huruf S, atau skoliosis
  • Mielopati, atau penurunan progresif fungsi saraf sumsum tulang belakang
  • kelumpuhan, yang disebabkan oleh otot yang lemah dan kaku
  • Gagal napas karena syrinx membesar dan menekan saraf yang mengatur otot pernapasan