Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kanker, Kesehatan Tulang

Osteosarcoma

Osteosarcoma adalah jenis kanker tulang yang bermula di sel-sel pembentuk tulang. Penderitanya dapat mengalami ketidakmampuan untuk bergerak, pincang, atau bahkan patah tulang tanpa alasan yang jelas.

Salah satu jenis sarkoma jaringan lunak adalah osteosarcoma. Kanker ini dapat menyerang tulang mana saja, tetapi lebih sering menyerang tulang yang berukuran panjang, seperti tulang kering, tulang lengan atas, dan tulang paha. Sel-sel kanker biasanya muncul di area ujung tulang.

Studi menunjukkan bahwa osteosarcoma adalah jenis kanker tulang yang paling umum pada anak laki-laki, terutama pada usia 15 tahun. Namun, osteosarcoma juga cukup umum pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun.

Penyebab Osteosarcoma

Osteosarcoma terjadi ketika gen di dalam sel-sel pembentuk tulang mengalami mutasi atau perubahan. Mutasi ini memungkinkan sel-sel pembentuk tulang terus membentuk tulang baru meskipun tidak perlu.

Tumor akan muncul dari tulang baru dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat. Kemudian, tumor akan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Apa yang menyebabkan mutasi pada sel pembentuk tulang masih belum diketahui. Namun, beberapa faktor berikut dapat meningkatkan kemungkinan terkena osteosarcoma:

  • Pernah menjalani radioterapi dan kemoterapi
  • Penderita retinoblastoma atau kanker jenis lain
  • mengalami salah satu dari banyak sindrom genetik, seperti sindrom Li-Fraumeni, sindrom Bloom, sindrom Werner, atau sindrom Rothmund-Thomson
  • Mengalami kelainan tulang seperti penyakit Paget atau displasia fibrosa

Gejala Osteosarcoma

Beberapa gejala osteosarcoma adalah sebagai berikut, tergantung pada lokasi tumor di tulang:

  • Terbatasnya kemampuan bagian tubuh yang terkena tumor untuk bergerak
  • Kaki menjadi pincang jika ada tumor di kaki
  • Jika ada tumor di tangan Anda, Anda mungkin mengalami nyeri saat mengangkat sesuatu
  • Retak atau patah tulang tanpa alasan
  • Nyeri, bengkak, dan kemerahan kulit di lokasi tumor
  • Benjolan hangat atau nyeri di kaki atau tangan yang terkena

Osteosarcoma juga dapat menyebabkan gejala lain pada sebagian penderita, seperti demam, berat badan menurun tanpa sebab, dan berkeringat di malam hari.

Kapan harus ke dokter

Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala di atas yang berulang, segera periksa ke dokter. Gejala osteosarcoma mungkin mirip dengan gejala penyakit lain, seperti cedera olahraga. Karena itu, mereka harus diperiksa.

Untuk mencegah perkembangan kanker, tetap pergi ke dokter secara teratur jika Anda atau anak Anda baru saja menjalani pengobatan osteosarcoma.

Diagnosis Osteosarcoma

Untuk mendiagnosis osteosarcoma, dokter akan menanyakan gejala pasien, sejarah penyakitnya, dan pengobatan sebelumnya. Setelah itu, mereka akan memeriksa area tubuh yang diduga terkena kanker.

Dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti:

  • Pemindaian dengan USG, foto Rontgen, CT scan, PET scan, atau MRI untuk menentukan apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain
  • pengambilan biopsi, atau sampel jaringan, dari area tubuh yang bengkak atau sakit untuk menentukan apakah jaringan tersebut kanker atau tidak
  • Test darah untuk mengetahui tingkat alkaline fosfatase (AFP) dan laktat dehidrogenase (LDH) serta tingkat keparahan osteosarcoma

Pengobatan Osteosarcoma

Osteosarcoma diobati dengan operasi dan kemoterapi, dan dalam beberapa kasus, dokter juga dapat melakukan radioterapi. Ini adalah penjelasannya:

Operasi

Dokter melakukan operasi untuk mengangkat kanker secara keseluruhan atau untuk mengangkat otot dan jaringan lain yang terkena kanker, tergantung pada ukuran dan lokasi tumor.

Dokter mungkin mengangkat tulang dan sendi atau bahkan melakukan amputasi. Jika mereka melakukannya, pasien akan menerima prostesis, seperti kaki atau tangan palsu, untuk menggantikan fungsi organ yang telah diamputasi.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah pemberian obat yang bertujuan untuk membunuh sel kanker. Ini dapat diberikan dalam bentuk pil, infus, atau keduanya, dan dapat dilakukan sebelum operasi untuk menyusutkan sel kanker sehingga pengangkatannya lebih mudah.

Lamanya kemoterapi yang harus dijalani pasien tergantung pada tingkat penyebaran osteosarcoma. Dokter dapat menyarankan pasien untuk menjalani kemoterapi beberapa bulan sebelum operasi jika osteosarcoma tersebut belum menyebar luas.

Setelah operasi, kemoterapi juga dapat dilakukan untuk membunuh kanker yang mungkin masih ada.

Radioterapi

Untuk membunuh sel kanker, radioterapi menggunakan sinar X atau sinar proton untuk membunuh osteosarcoma di tubuh.

Pasien yang tidak dapat menjalani operasi atau yang memiliki sel kanker yang tersisa menerima radioterapi.

Komplikasi Osteosarcoma

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi karena osterosarcoma itu sendiri atau sebagai efek samping dari pengobatannya termasuk:

  • kanker metastasis yang menyebar ke tulang lain dan paru-paru
  • efek samping kemoterapi, seperti rambut rontok, muntah, dan ketidaknyamanan lainnya
  • Efek samping setelah operasi, seperti infeksi dan penyembuhan yang tertunda
  • kesulitan menyesuaikan diri dengan kaki palsu

Pencegahan Osteosarcoma

Tidak ada cara pasti untuk mencegah osteosarcoma karena penyebabnya tidak terkait dengan faktor gaya hidup atau lingkungan. Namun, pasien yang mendapatkan pengobatan yang tepat sejak dini memiliki peluang yang cukup besar untuk sembuh.

Untuk mencegah kemungkinan penyakit ini kambuh lagi, individu yang baru saja menjalani pengobatan osteosarcoma harus menjalani pemeriksaan rutin ke dokter mereka.