Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Tulang

Bidai Tulang Kering

Pengertian bidai tulang kering

Bidai patah tulang umumnya berkaitan dengan kondisi patah tulang. Patah tulang adalah kejadian yang selalu terjadi di mana saja.

Patah tulang sendiri adalah keadaan gawat darurat yang dampaknya akan memberikan rasa nyeri dan gangguan hemodinamik bila tidak cepat ditangani.

Pengobatan bidai tulang kering

Penanganan awal untuk masalah patah tulang adalah pemasangan bidai di patah tulang kering. Pemasangan bidai dapat dilakukan setelah dokter memastikan tidak ada kendala pada jalan pernapasan, termasuk peredaran udara atau aliran darah korban. Setelah kondisi itu semua aman dalam diri pasien, maka pembidaian bisa dilaksanakan.

Pembidaian patah tulang merupakan terapi awal pada pasien yang tulangnya patah. Ketidaksinambungan atau hilangnya integritas tulang disebut sebagai fraktur atau patah tulang, tulang retak dan tulang pecah.

Penyebab patah tulang

Patah tulang bisa diakibatkan oleh beberapa sebab, di antaranya adalah trauma karena benturan keras. Melakukan pembidaian adalah langkah pertama yang bermaksud untuk mengurangi sakit juga membatasi kerusakan yang terjadi.

Patah tulang bisa diketahui dengan memperhatikan kesehatan juga tanda-tanda fisik seseorang, yang harus disertai dengan informasi riwayat lain kesehatannya.

Pemeriksaan fisik guna mengevaluasi patah tulang. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan melakukan tiga tahap, yang meliputi:

  • Mengamati Luka, apakah akan terlihat membesar dan berubah bentuk. Akan terjadi pembengkakan, luka juga terlihat kemerahan.
  • Melakukan perabaan (merasakan). Bila diraba, akan terasa hangat karena terjadi peradangan yang. Dan otot juga akan terasa lebih tegang (spasm).
  • Menggerakkan-gerakkan (move). Pada pemeriksaan fisik, akan ditemukankan pergerakan sendi yang terbatas, tertahan, dan nyeri.

Ada beberapa tanda dan gejala yang dapat ditemui pada orang yang membutuhkan bidai patah tulang, adalah:

  • Tersa sakit sekali
  • Penurunan fungsi (imobilisasi)
  • Terjadi perubahan bentuk (pembengkakan, deformitas)
  • Pada ujung jari terlihat kebiruan, karena tulang patah sehingga aliran darah terganggu.

Bidai patah tulang bermaksud untuk mencegah pergerakan atau pergeseran yang jauh dari sendi pasien. Tindakan tersebut bermaksud agar mengurangi rasa nyeri dan mencegah makin memburuknya kondisi patah tulang paisen.

Bidai sederhana bisa dibuat dari bahan apa saja asalkan kaku, seperti kayu, penggaris, atau potongan benda keras.

Prinsip-prinsip untuk melakukan bidai patah tulang adalah:

  • Bidai mesti cukup panjang. Pemasangan bidai pada patah tulang kering harus melewati sendi yang ada di pangkal dan ujung tulang yang patah.
  • Bidai harus cukup kuat untuk mempertahankan posisi tulang dalam keadaan tetap (imobilisasi).
  • Bila tidak ada bidai, bagian tubuh yang mengalami patah tulang bisa diikatkan dengan bagian tubuh yang sehat, guna mempertahankan posisi daerah yang cedera agar tidak bergeser.
  • Hindari mengubah posisi kaki atau tangan yang mengalami cedera atau mengalami perubahan bentuk (deformitas). Mengubah posisi dapat menyebabkan cedera lebih lanjut.

Pencegahan patah tulang

Bidai patah tulang merupakan suatu bentuk penanganan pertama untuk patah tulang. Namun tidak ada pencegahan khusus untuk kondisi patah tulang. Kecelakaan memang bisa terjadi di mana dan kapan saja. Karena itu berhati-hati dalam melakukan kegiatan berisiko merupakan langkah yang perlu selalu diperhatikan.