Regresi biasanya muncul pada masa balita
Tanda dapat meliputi hilangnya penggunaan tangan yang bertujuan, gerakan meremas atau mencuci tangan berulang, komunikasi menurun, pertumbuhan kepala melambat, sulit berjalan, apraxia, dan kurang koordinasi. Gangguan tidur, menggeretakkan gigi, konstipasi, scoliosis, kejang, serta napas tertahan atau hyperventilation saat terjaga juga dapat terjadi.
Diagnosis klinis didukung tes MECP2
Pediatric neurologist atau geneticist menilai pola perkembangan dan regresi, pemeriksaan saraf, serta kriteria klinis. Tes genetik mengonfirmasi banyak kasus tetapi varian MECP2 juga dapat menimbulkan kondisi lain; hasil ditafsirkan bersama gejala. EEG, ECG, nutrisi, tulang, pernapasan, dan swallowing diperiksa sesuai kebutuhan.
Perawatan melibatkan banyak disiplin
Fisioterapi, terapi okupasi, komunikasi augmentatif berbasis tatapan, dukungan makan/menelan, pengendalian reflux dan konstipasi, serta terapi kejang membantu fungsi dan kenyamanan. Trofinetide tersedia di beberapa negara untuk usia tertentu tetapi dapat menyebabkan diare dan berat turun; akses dan kecocokannya dibahas dengan spesialis.
Kemampuan memahami sering lebih besar dari yang tampak
Gangguan gerak dan bicara dapat menyulitkan anak menunjukkan pilihan, sehingga keluarga dan sekolah perlu memberi waktu serta sarana komunikasi. Pantau QT jantung, scoliosis, densitas tulang, berat badan, tidur, dan caregiver burden. Konseling genetik menjelaskan bahwa kebanyakan varian terjadi baru dan bukan kesalahan orang tua.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NINDS — Rett syndrome. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.
