Katatonia lebih luas daripada membeku
Tanda mencakup stupor, mutism, negativism, posturing, waxy flexibility, staring, grimacing, echolalia, echopraxia, gerakan berulang, atau agitation tanpa tujuan. Orang yang tidak merespons mungkin tetap sadar. Katatonia dapat menyertai bipolar/depresi, schizophrenia, autisme, encephalitis autoimun, infeksi, epilepsy, metabolik, atau withdrawal obat.
Penyebab medis dan NMS harus dibedakan
Tim menilai obat—terutama antipsikotik dan sedatif—zat, vital signs, hidrasi, saraf, darah, urine, EEG, imaging, atau cairan tulang belakang sesuai pola. Neuroleptic malignant syndrome, delirium, nonconvulsive seizure, locked-in syndrome, dan coma dapat menyerupai. Demam, rigiditas, instabilitas otonom, atau CK tinggi meningkatkan urgensi.
Lorazepam sering menjadi terapi pertama
Lorazepam challenge dapat mendukung diagnosis dan benzodiazepine terjadwal sering memberi respons cepat. Bila berat, malignant, tidak makan/minum, atau tidak merespons, electroconvulsive therapy adalah terapi efektif dan dapat menyelamatkan nyawa. Dukungan cairan/nutrisi serta pencegahan bekuan, aspirasi, luka tekan, dan contracture diberikan bersamaan.
Antipsikotik memerlukan penilaian hati-hati
Mengobati psikosis dasar penting, tetapi antipsikotik dapat memperburuk sebagian katatonia atau memicu NMS, terutama sebelum sindrom terkendali. Keputusan waktu dan jenis obat dilakukan psychiatry/neurology. Jangan memaksa makan, menganggap perilaku disengaja, atau menghentikan benzodiazepine mendadak.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIMH — Schizophrenia, NIMH — Brain stimulation therapies. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.
