Beranda/Kesehatan Mental dan Neurologi/Katatonia pada Skizofrenia dan Kondisi Lain

Kesehatan Mental dan Neurologi

Katatonia pada Skizofrenia dan Kondisi Lain

Pahami katatonia sebagai sindrom psikomotor yang dapat menyertai skizofrenia, mood disorder, autisme, penyakit saraf, autoimun, infeksi atau obat; tanda stupor, mutism, posturing atau agitasi, pemeriksaan penyebab, lorazepam dan ECT, serta malignant catatonia.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 25 Agustus 2026Waktu baca 11 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Katatonia pada Skizofrenia dan Kondisi Lain
RingkasanKatatonia adalah sindrom gangguan gerak dan respons, bukan lagi subtipe khusus skizofrenia. Seseorang dapat diam dan tidak bergerak, mempertahankan posisi, meniru gerak/bicara, atau justru sangat gelisah; penyebab psikiatri maupun medis harus dicari segera.

Katatonia lebih luas daripada membeku

Tanda mencakup stupor, mutism, negativism, posturing, waxy flexibility, staring, grimacing, echolalia, echopraxia, gerakan berulang, atau agitation tanpa tujuan. Orang yang tidak merespons mungkin tetap sadar. Katatonia dapat menyertai bipolar/depresi, schizophrenia, autisme, encephalitis autoimun, infeksi, epilepsy, metabolik, atau withdrawal obat.

Penyebab medis dan NMS harus dibedakan

Tim menilai obat—terutama antipsikotik dan sedatif—zat, vital signs, hidrasi, saraf, darah, urine, EEG, imaging, atau cairan tulang belakang sesuai pola. Neuroleptic malignant syndrome, delirium, nonconvulsive seizure, locked-in syndrome, dan coma dapat menyerupai. Demam, rigiditas, instabilitas otonom, atau CK tinggi meningkatkan urgensi.

Tidak makan, demam, atau tidak responsif adalah daruratKe IGD bila seseorang mendadak tidak bergerak/bicara, menolak makan-minum, sangat gelisah tanpa tujuan, demam, kaku, berkeringat, tekanan/nadi berubah, atau kesadaran menurun. Katatonia berat dapat menyebabkan dehidrasi, bekuan, rhabdomyolysis, dan gagal organ.

Lorazepam sering menjadi terapi pertama

Lorazepam challenge dapat mendukung diagnosis dan benzodiazepine terjadwal sering memberi respons cepat. Bila berat, malignant, tidak makan/minum, atau tidak merespons, electroconvulsive therapy adalah terapi efektif dan dapat menyelamatkan nyawa. Dukungan cairan/nutrisi serta pencegahan bekuan, aspirasi, luka tekan, dan contracture diberikan bersamaan.

Antipsikotik memerlukan penilaian hati-hati

Mengobati psikosis dasar penting, tetapi antipsikotik dapat memperburuk sebagian katatonia atau memicu NMS, terutama sebelum sindrom terkendali. Keputusan waktu dan jenis obat dilakukan psychiatry/neurology. Jangan memaksa makan, menganggap perilaku disengaja, atau menghentikan benzodiazepine mendadak.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIMH — Schizophrenia, NIMH — Brain stimulation therapies. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.