Kanker Kepala dan Leher

Kanker Bibir

Kenali kanker bibir sebagai bagian kanker rongga mulut yang paling sering berupa karsinoma sel skuamosa, faktor tembakau, alkohol, paparan UV dan imunosupresi, luka, kerak, benjolan, bercak putih atau merah, perdarahan dan kebas yang menetap, pemeriksaan mulut, leher dan biopsi, CT/MRI/PET serta kelenjar untuk stadium, operasi eksisi dengan rekonstruksi atau radioterapi pada stadium awal, terapi kombinasi dan imunoterapi pada penyakit lanjut, fungsi bicara, makan dan penampilan, perawatan gigi, berhenti merokok, perlindungan matahari, dan tindak lanjut kanker kedua.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 12 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Kanker Bibir
RingkasanKanker bibir biasanya berasal dari sel skuamosa, paling sering bibir bawah. Luka akibat trauma, herpes, atau peradangan jauh lebih umum, tetapi luka, benjolan, kerak, perdarahan, atau area keras yang tidak sembuh dalam sekitar dua minggu perlu diperiksa dan mungkin dibiopsi.

Gejala dan risiko

Luka atau kerak menetap, benjolan atau penebalan, bercak putih atau merah, nyeri, kebas, perdarahan, bibir sulit digerakkan, gigi goyang, atau kelenjar leher dapat terjadi. Tembakau, alkohol, paparan matahari kronis, usia, imunitas lemah, dan riwayat kanker kepala-leher meningkatkan risiko.

Diagnosis dan stadium

Dokter atau dokter gigi memeriksa seluruh bibir, mulut, kulit, dan leher. Biopsi memastikan tipe dan kedalaman. USG, CT, MRI, PET-CT, dan sampling kelenjar dipilih sesuai ukuran serta temuan. Patologi margin, invasi saraf, pembuluh, dan kelenjar memandu terapi lanjutan.

Sumbatan napas atau perdarahan berat adalah daruratKe IGD bila sulit bernapas atau menelan air liur, perdarahan tidak berhenti, bengkak wajah atau leher cepat, dehidrasi, atau demam saat neutropenia. Jadwalkan pemeriksaan segera untuk luka bibir yang menetap dua minggu atau kelenjar leher baru.

Terapi

Kanker kecil dapat disembuhkan dengan operasi eksisi atau radioterapi, dipilih berdasarkan kontrol, fungsi, dan penampilan. Rekonstruksi mempertahankan penutupan mulut, bicara, dan makan. Penyakit berisiko atau lanjut dapat memerlukan diseksi leher, radiasi pascaoperasi, kemoradiasi, terapi sistemik, atau imunoterapi.

Pemulihan dan pencegahan

Tim kepala-leher, bedah plastik, dokter gigi, gizi, bicara-telan, dan psikologi membantu. Berhenti tembakau serta alkohol dan melindungi bibir dengan topi serta lip balm SPF menurunkan risiko lanjutan. Pemeriksaan berkala mencari kekambuhan, masalah gigi, nutrisi, dan kanker kedua.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.