Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kanker

Kanker Hidung

Kanker hidung merupakan tumor ganas yang terbentuk disebabkan bertumbuhnya sel-sel di rongga hidung yang begitu cepat dan tidak terkendali. Dengan posisinya yang berdekatan, kanker hidung acap kali menyebar ke sinus paranasal, yakni rongga udara di tengkorak yang terhubung langsung dengan rongga hidung.

Jenis kanker hidung yang paling sering terjadi adalah kanker dengan jenis karsinoma sel skuarmosa. Jenis kanker tersebut terbentuk dari sel yang melapisi bagian dalam sinus paranasal dan rongga hidung.

Namun apa pun jenisnya, kanker hidung bisa terjadi dengan cepat dan akan menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis). Disebabkan letak hidung juga dekat dengan otak, kanker ini akan sangat berisiko menyebar ke organ otak dan mengakibatkan komplikasi yang lebih sulit ditangani.

Penyebab Kanker Hidung

Pertumbuhan sel yang tidak terkendali pada kanker hidung dapat terjadi karena mutasi atau perubahan pada materi gen (DNA). Akan tetapi, pemicu pasti mutasi itu sendiri belum diketahui.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker hidung adalah:

  • Kebanyakan penderita berusia di atas 40 tahun
  • Mengonsumsi makanan yang telah diawetkan, termasuk ikan asin
  • Berada di tempat dengan pencemaran udara yang tinggi
  • Tereskpos oleh polusi di lingkungan tempat pekerjaan dengan jangka panjang, seperti debu kayu, debu tekstil, atau debu dari kulit binatang
  • Terpapar polusi dari asap rokok atau tembakau
  • Paparan bahan kimia, nisalnya senyawa nikel, kromium, formaldehida (formalin), dan isopropyl alkohol
  • Terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV) atau human papillomavirus (HPV)
  • Radioterapi pada daerah wajah, seperti terapi retinoblostoma

Gejala Kanker Hidung

Gejala kanker hidung yang paling lazim terjadi adalah:

  • Hidung mampet yang tidak sembuh-sembuh
  • Perdarahan di hidung atau imisan
  • Hidung mengeluarkan air
  • Sakit kepala
  • Pangkal tenggorokan dan bagian belakang hidung berlendir (post-nasal drip)
  • Salah satu telinga terasa nyeri

Sebagian gejala di atas serupa dengan keadaan yang umum terjadi dan tidak serius, misalnya flu atau sinusitis. Akan, umumnya gejala-gejala ini akan selalu berulang atau bertahan lama apabila penyebabnya kanker hidung.

Pada stadium lanjut, kanker hidung dapat menimbulkan gejala, seperti:

  • Sakit atau mati rasa pada bagian wajah, khususnya di pipi, yang tidak hilang-hilang
  • Kelenjar getah bening di leher membengkak
  • Mulut sulit terbuka
  • Penglihatan dan pendengaran terganggu
  • Mata berair berkepanjangan
  • Tumbuh benjolan di wajah, hidung, atau di dalam rongga mulut.

Saatnya ke dokter

Gejala awal kanker hidung sering disalahartikan oleh penderita, sebagai gejala penyakit yang biasa dan tidak berbahaya, maka ada baiknya segera periksakan ke dokter bila muncul gejala yang bertahan lama, kambuhan, atau tidak sembuh dengan pengobatan dari dokter.

Periksakan diri ke dokter jika timbul gejala, seperti di bawah ini:

  • Berat badan menurun tanpa ada rencana diet
  • Pada wajah sering kesemutan atau mati rasa
  • Tidak dapat mencium bau atau merasakan makanan
  • Pandangan terganggu atau penglihatan ganda (diplopia)

Diagnosis Kanker Hidung

Untuk melakukan diagnosis, dokter akan menanyakan:

  • Gejala yang dirasakan
  • Lama keluhan yang terjadi
  • Gaya hidup yang diterapkan pasien, misalnya memiliki kebiasaan merokok
  • Penyakit yang pernah dialami pasien ataypun keluarganya

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan pendukung, seperti di bawah ini untuk menegakkan diagnosis:

  • Pemeriksaan fisik
    Pertama-tama dokter akan mengecek area kepala dan leher, juga rongga hidung, dengan memasukkan cermin kecil dengan gagang panjang untuk melihat keadaan hidung. Kemudian, dokter akan memeriksa bagian leher untuk melihat apakah ada pembengkakan di kelenjar getah bening.
  • Endoskopi hidung
    Endoskopi dilakukan untuk melihat keadaan kanker dengan memasukkan endoskop ke dalam hidung. Endoskopi adalah pemeriksaan menggunakan selang tipis berkamera yang tersambung ke monitor. Nantinya lewat gambar yang ditampilkan di monitor dokter akan melihat rongga hidung dengan jelas.
  • Biopsi
    Biopsi merupakan pengambilan sampel dari sel atau jaringan yang dipastikan tidak normal. Sampel ini akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop.
  • Pemindaian
    Pemeriksaan dengan proses pemindaian ini bisa dilakukan dengan CT scan, PET scan, atau MRI. Tujuan semua pemeriksaan ini sama, yakni untuk mengetahui ukuran, lokasi, serta tingkat penyebaran kanker pada area sekitar hidung ataupun area tubuh yang jauh dari hidung.

Stadium Kanker Hidung

Pemeriksaan ini akan dilakukan dokter guna menentukan stadium kanker hidung. Tujuannya adalah untuk memastikan metode pengobatan yang akan diberikan.

Kanker hidung juga terbagi menjadi 4 stadium, yakni:

  • Stadium 0
    Kanker in situ atau stadium 0. Pada stadium ini, timbul sel tidak normal yang melapisi rongga hidung atau sinus dan bisa menyebar ke sekitarnya.
  • Stadium 1
    Sel atau jaringan abnormal ini berubah menjadi kanker yang dapat menyebar ke sekitar tulang wajah.
  • Stadium 2
    Kanker mulai membesar atau sudah menyebar di kedua rongga hidung atau sinus yang berdekatan. Bahkan kanker juga mungkin telah menyebar ke tulang
  • Stadium 3
    Kanker telah menyebar ke jaringan di bawah kulit, tulang pipi, langit-langit mulut, dan rongga sinus.
  • Stadium 4
    Kanker sudah menyebar ke jaringan atau organ tubuh lain, seperti otak, mata, mulut, kelenjar getah bening, hingga ke paru-paru

Pengobatan Kanker Hidung

Untuk melakukan pengobatan kanker hidung bergantung pada keadaan pasien juga stadium kanker yang dideritanya. Pilihan pengobatannya antara lain:

  1. Operasi
    Maksud dan tujuan utama dari operasi adalah untuk mengangkat kanker dengan maksimal. Namun, operasi harus diikuti dengan kemoterapi atau terapi radiasi agar sisa sel kanker yang tidak terangkat saat operasi dapat dibunuh.
  2. Terapi radiasi
    Terapi radiasi atau radioterapi dengan mengggunakan sinar-X berkekuatan tinggi untuk membunuh sel kanker dan mencegahnya tumbuh lagi. Tindakan terapi radiasi akan disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker.
  3. Kemoterapi
    Kemoterapi adalah pemberian obat untuk membunuh sel kanker atau mencegah penyebarannya. Obat kemoterapi yang diberikan dokter dapat berbentuk oral (minum) atau suntikkan ke pembuluh darah.
  4. Imunoterapi
    Imunoterapi merupakan pemberian obat yang membangun sistem kekebalan tubuh agar melawan sel kanker. Salah satu jenis obat imunoterapi yang bisa diberikan oleh dokter adalah pembrolizumab.

Komplikasi Kanker Hidung

Kanker hidung bisa menjadi komplikasi bila kanker telah menjalar ke kelenjar getah bening di area leher. Selain ke leher, kanker juga bisa menyebar (metastasis) ke area tubuh atau organ lain yang jauh dari hidung, seperti tulang, paru-paru, serta hati.

Pencegahan Kanker Hidung

Kanker hidung belum bisa dicegah. Akan tetapi, ada upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko terkena kanker hidung, seperti:

  • Tidak mengoonsumsi makanan yang diawetkan, seperti ikan asin, daging kalengan, serta sosis
  • Hidup sehat tanpa rokok
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol
  • Perbanyak konsumsi sayuran juga buah-buahan
  • Memakai masker guna melindungi diri dari polusi atau bahan kimia di lingkungan pekerjaan