Kanker gusi merupakan tumor ganas yang muncul di gusi. Hal ini ditandai dengan bertumbuhnya jaringan abnormal atau keluar luka pada gusi. Kanker gusi juga dapat mengakibatkan gusi bengkak, merah, serta gampang berdarah.
Penyakit kanker gusi adalah jenis kanker mulut yang sangat jarang terjadi. Permulaan gejala kanker gusi jarang disadari. Ini sebab keluhan yang muncul sangat mirip dengan tanda radang gusi (gingivitis).
Kanker gusi sangat berisiko bagi orang yang merokok juga mengonsumsi minuman beralkohol dengan berlebihan. Bila dibiarkan tanpa penanganan, sel kanker gusi akan menyebar ke leher atau bahkan bagian tubuh lain.
Penyebab Kanker Gusi
Tumbuhnya sel-sel yang tidak normal denga tidak terkendali, adalah penyebab kanker gusi. Hingga kini belum diketahui apa penyebab utama sel-sel tersebut tumbuh tidak normal. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker gusi, seperti:
- Laki-laki
- 40 tahun ke atas
- Merokok
- Mempunyai kebiasaan mengunyah tembakau dan sirih
- Pecandu alkohol
- Memiliki penyakit infeksi HVP
- Tidak menjaga kebersihan mulut dan gigi
- Jarang mengonsumsi sayur dan buah-buahan
Gejala Kanker Gusi
Pada sebagian besar kanker gusi tidak memperlihatkan tanda atau keluhan apa pun hingga sel kanker mulai menyebar ke jaringan tubuh yang lain. Akan tetapi, bila gejala-gejala kanker gusi yang umum terjadi adalah:
- Muncul bercak berwarna putih (leukoplakia), merah, atau campuran di gusi
- Gusi gampan terluka dan berdarah
- Gusi bengkak atau menebal
- Nyeri pada gusi yang tidak juga membaik
- Gusi berubah, yang akan terlihat kesulitan ketika memakai gigi palsu, padahal sebelumnya tidak ada masalah
- Luka di gusi yang tidak juga kunjung sembuh
- Benjolan tumbuh di gusi dengan cepat
- Bau napas tidak sedap
- Gigi mudah goyang atau copot
Saatnya ke dokter
Periksaan diri ke dokter bila Anda mengalami keluhan seperti yang sudah disebutkan di atas, apalagi ketika gejala sudah berjalan lebih dari 2 minggu.
Segera berkonsultasi dengan dokter bila Anda:
- Kesulitan berbicara atau mengunyah
- Susah membuka rahang
- Bibir bawah terjadi mati rasa
Tanda-tanda di atas akan menjadi tanda kanker gusi memasuki stadium lanjut.
Diagnosis Kanker Gusi
Untuk mendiagnosis kanker gusi, dokter akan menanyakan gejala yang timbul serta riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan memeriksa keadaan mulut, khususnya gigi dan gusi.
Untuk menegakkan diagnosis, dokter bisa melakukan pemeriksaan pendukung, seperti:
- Pemeriksaan menggunakan pewarna biru (toluidine blue O), agar bisa membedakan jaringan yang sehat dan yang tidak normal
- Biopsi, untuk menemukan keberadaan sel kanker dengan cara mengambil sampel benjolan atau tempat yang diduga tidak normal dan diperiksa di laboratorium
- CT scan atau foto Rontgen gigi dan rahang, untuk melihat apakah kanker telah menyebar dari gusi ke gigi atau tulang rahang
- PET scan, untuk medeteksi apakah penyebaran kanker telah terjadi ke bagian tubuh lain
- Endoskopi, untuk memastikan apakah kanker telah menyebar ke saluran pencernaan
Pengobatan Kanker Gusi
Tindakan pengobatan kanker gusi di maksudkan untuk mengangkat kanker serta mencegahnya agar tidak tumbuh kembali. Pengobatan yang dilakukan oleh dokter dapat disesuaikan dengan lokasi juga tingkat keparahan kanker.
Di bawah ini adalah beberapa metode penanganan kanker gusi:
- Operasi atau pembedahan
Pembedahan adalah cara yang lazim dilakukan untuk kanker mulut, juga kanker gusi. Tindakan ini bertujuan untuk membuang sel-sel kanker di gusi bagian atas maupun bawah, serta jaringan sehat di sekitarnya. Ini dibutuhkan untuk memastikan bahwa kanker benar-benar telah bersih. - Radioterapi
Tindakan radioterapi atau terapi radiasi dimaksudkan untuk membasmi sel-sel kanker di gusi dengan memancarkan sinar-X ke bagian tubuh pasien. Radioterapi bisa dikombinasikan dengan operasi atau kemoterapi. - Kemoterapi
Penanganan kanker gusi juga dilakukan dengan kemoterapi. Terapi berikut dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang bisa membunuh sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya. Kemoterapi biasanya dianjurkan untuk kanker gusi yang telah menyebar.Pemberian kemoterapi juga bisa digunakan sebagai terapi pendukung untuk digabungkan dengan operasi atau radioterapi. Terapi tersebut bisa membantu menciutkan kanker supaya lebih mudah diangkat ketika dilakukan operasi, atau memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa setelah operasi.
Komplikasi Kanker Gusi
Kanker gusi yang telah ditemukan dari awal dan langsung ditangani dapat disembuhkan. Namun, jika terlambat diketahui atau tidak ditangani, kanker bisa menyebar ke area tubuh lain.
Di bawah adalah beberapa penyebaran kanker gusi yang Akan terjadi dan keluhan yang disebabkannya:
- Menyebarnya ke tulang rahang, yang akan mengakibatkan sakit berat terus-menerus di patah tulang rahang
- Penyebaran ke bagian kelenjar getah bening di leher, yang bisa mengakibatkan benjolan leher, bengkak serta nyeri di leher, atau nyeri ketika menelan
- Menyebar ke paru-paru, yang bisa mengakibatkan sesak dan nyeri dada, serta sesak napas, dan batuk terus-menerus
- Penyebaran ke baian liver, yang bisa mengakibatkan nyeri pada perut bagian kanan atas, penyakit kuning, dan perut bengkak
Pencegahan Kanker Gusi
Penyebabnya kanker gusi belum diketahui dengan pasti, penyakit ini sulit dicegah. Namun, risiko terjadinya penyakit ini dapat dikurangi dengan menjaga kesehatan mulut dan gusi. BerikutĀ beberapa cara yang bisa Anda lakukan, seperti:
- Jaga kebersihan dan kesehatan mulut dengan menyikat gigi 2 kali sehari dan bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi
- Berhenti merokok atau menggunakan produk apa pun yang mengandung nikotin
- Tidak mengunyah sirih atau tembakau
- Berhenti atau batasi konsumsi minuman beralkohol
- Periksakan kesehatan gigi dengan teratur
- Makan-makanan bergizi yang seimbang, termasuk sayur dan buah-buahan, untuk meningkatkan daya tahan tubuh