Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kanker

Kanker Lidah

Penyakit kanker lidah merupakan kanker yang tumbuh dan berasal dari jaringan lidah. Hal tersebut akan ditandai dengan sariawan, munculnya bercak-bercak berwarna merah atau putih di lidah, serta sakit tenggorokan yang tidak sembuh-sembuh.

Kanker lidah tumbuh dari jaringan lidah yang mendapati kelainan dan hidup dengan tidak normal. Kelainan tersebut dapat terjadi pada ujung lidah atau pangkal lidah.

Umumnya yang mengalami kanker lidah adalah perokok dan orang yang kecanduan minuman beralkohol. Kemudian, kanker lidah juga akan lebih mudah terjadi bagi orang yang pernah terinfeksi virus HPV (Human Papilloma Virus).

Penyebab Kanker Lidah

Penyakit kanker lidah terjadi karena adanya peralihan atau mutasi genetik pada sel-sel di jaringan lidah. Mutasi genetik tersebut mengakibatkan sel-sel itu tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali sehingga menjadi sel kanker.

Belum diketahui dengan pasti penyebab mutasi genetik ini. Akan tetapi, laki-laki dengan usia di atas 50 tahun, yang ada anggota keluarganya menderita kanker lidah akan lebih berisiko menderita penyakit lidah ini. Selanjutnya, beberapa faktor seperti di bawah ini juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker lidah:

  • Perokok
    Orang yang mempunyai kebiasaan merokok, atau mengonsumsi tembakau, walaupun bukan dalam bentuk rokok, Akan lebih berisiko meningkatkan risiko terjadinya kanker lidah. Ini terjadi karena paparan zat pemicu kanker (karsinogenik) yang ada di dalam tembakau.
  • Pengonsumsi minuman beralkohol
    Orang yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah yang berlebih akan berisiko mengalami kanker lidah.
  • InfeksiĀ Human papillomavirusĀ (HPV)
    Meskipun jarang terjadi, HPV bisa menyebabkan pertumbuhan jaringan yang tidak normal di dalam mulut sehingga memicu kanker. Infeksi HPV di dalam mulut bisa menyebar lewat hubungan seksual secara oral.
  • Kesehatan rongga mulut yang bermasalah
    Kanker lidah juga bisa dikaitkan dengan bentuk gigi yang tidak rata, kasar, dan bergerigi, juga bentuk gigi palsu yang tidak sesuai.
  • Pola makan yang buruk (tidak sehat)
    Jarang mengonsumsi buah dan sayur atau pola makan yang tidak sehat akan meningkatkan risiko terjadinya kanker lidah.

Gejala Kanker Lidah

Gejala utama yang timbul pada penderita kanker lidah adalah terlihatnya bercak berwarna merah atau putih di lidah, serta sariawan yang tidak juga membaik setelah beberapa minggu. Gejala lain kanker lidah yang bisa muncul adalah:

  • Tenggorokan sakit ketika menelan dan berlangsung terus-menerus
  • Timbul benjolan di daerah mulut dan leher, karena membengkaknya kelenjar getah bening
  • Mulut terasa kebas yang tidak membaik
  • Lidah berdarah tanpa sebab yang jelas
  • Rahang sulit digerakkan
  • Berat tubuh menurun dengan drastis
  • Suara berubah ketika berbicara
Saatnya ke dokter

Seseorang yang terserang kanker lidah biasanya tidak menyadari bila keluhan yang dirasakannya adalah gejala dari kanker lidah. Keanehan ini biasanya baru ditemukan oleh dokter ketika pemeriksaan rutin dilakukan atau pemeriksaan gigi karena masalah lain.

Maka dari itu, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 3 bulan selama 2 tahun sekali, tergantung dari kondisi kesehatan gigi dan mulut Anda. Melakukan perawatan rutin ke dokter gigi juga sangat penting, sebab kanker lidah lebih berisiko terjadi bagi orang yang kesehatan mulutnya tidak terperhatikan,

Keluhan yang selalu diabaikan, seperti sariawan atau sakit tenggorokan, dapat menjadi tanda dari kanker lidah. Secepatnya periksakan diri ke dokter bila gejala-gejala ini berlangsung lewat dari 3 minggu, terutama bila Anda adalah perokok atau sering mengonsumsi minuman beralkohol.

Diagnosis Kanker Lidah

Dokter akan melakukan diagnosis kanker lidah dengan menanyakan keluhan serta riwayat kesehatan pasien, termasuk riwayat infeksi HPV. Dokter juga akan menanyakan apakah ada anggota keluarga pasien yang pernah menderita kanker lidah, juga kebiasaan pasien mengonsumsi minuman beralkohol juga rokok.

Selanjutnya, dokter akan memeriksa kondisi mulut dan lidah pasien. Jika ada dugaan ke arah kanker, dokter akan menyarankan pasien untuk ke dokter onkologi. Dan nantinya dokter onkologi akan melakukan pemeriksaan berupa:

  • Biopsi lidah
    Dalam prosedur ini, dokter akan mengambil contoh jaringan lidah untuk diteliti di laboratorium. Biasanya pasien akan diberikan bius lokal selama proses biopsi
  • Endoskopi
    Bila kanker lidah diyakini terjadi di bagian pangkal lidah, dokter akan melakukan pemeriksaan endoskopi. Dalam pemeriksaan tersebut, dokter bisa sekalian mengambil contoh jaringan lidah dan kelenjar getah bening di sekitar lidah.
  • Pemindaian
    Proses pemindaian dilakukan untuk melihat kondisi mulut dan lidah, juga tingkat penyebaran kanker. Pemindaian akan dilakukan dengan CT scan atau MRI.
  • Tes HPV
    Uji HPV dijalankan dengan memeriksa pasien, apakah positif menderita infeksi HPV yang sebagai penyebab kanker lidah.

Stadium Kanker Lidah

Dari tingkat keparahan serta luasnya penyebaran sel kanker, kanker lidah dapat dibagi menjadi empat stadium, yaitu:

  • Stadium 1
    Kanker telah mulai tumbuh, namun diameternya belum melebihi 2 cm serta belum menyebar ke jaringan. Stadium 1 disebut juga sebagai stadium awal.
  • Stadium 2
    Kanker mulai mencapai diameter sekitar 2-4 cm, namun belum menyebar ke jaringan di sekitarnya.
  • Stadium 3
    Diameter kanker sudah diatas dari 4 cm dan telah menyebar ke jaringan di sekitarnya, termasuk ke kelenjar getah bening terdekat.
  • Stadium 4
    Kanker telah menyebar ke jaringan di seputar mulut dan bibir, atau juga sudah ke organ lain yang letaknya jauh, seperti paru-paru dan hati.

Kanker yang terjadi di ujung lidah lebih mudah ditemukan dibandingkan kanker pangkal lidah. Biasanya kanker di ujung lidah akan terdiagnosis ketika kanker masih berukuran kecil sehingga lebih mudah ditangani.

Sedangkan kanker yang terjadi di pangkal lidah biasanya akan terdeteksi pada stadium lanjut, yakni pada saat kanker sudah membesar dan bahkan telah menyebar ke kelenjar getah bening di leher.

Pengobatan Kanker Lidah

Langkah pengobatan kanker lidah bergantung dari ukuran dan stadium kanker itu sendiri. Jika dibutuhkan, dokter akan menggabungkan beberapa jenis pengobatan agar hasilnya lebih maksimal. Proses pengobatan yang dapat dilakukan dokter untuk menangani kanker lidah adalah:

  • Operasi

    Untuk kanker berukuran kecil atau masih di stadium awal, operasi dikerjakan dengan mengangkat jaringan kanker dan jaringan di sekitarnya. Akan tetapi, bila kanker telah memasuki stadium akhir, operasi yang dilakukan dengan memotong lidah atau glosektomi.

    Lidah yang sudah memasuki kanker stadium lanjut akan dipotong, baik sebagian ataupun seluruhnya. Pasca menjalani glosektomi, pasien akan kesulitan untuk makan, menelan, juga bicara. Maka dari itu, dokter akan menganjurkan operasi guna memperbaiki bentuk lidah yang terpotong.

    Operasi untuk perbaikian bentuk lidah dikerjakan dengan mengangkat sebagian jaringan kulit kemudian mencangkok jaringan tadi ke lidah yang telah dipotong. Setelah operasi, pasien bisa menjalani terapi agar dapat makan dan bicara, juga untuk mengatasi masalah psikologis akibat kesulitan makan dan berbicara.

  • Kemoterapi

    Pemberian obat-obatan untuk membunuh sel kanker disebut dengan kemoterapi. Penerapan kemoterapi juga bisa dilakukan untuk meredakan gejala kanker.

    Supaya hasilnya maksimal, kemoterapi selalu digabungkan dengan operasi atau radioterapi. Pengkombinasian antara kemoterapi dan operasi berfungsi untuk mengecilkan ukuran kanker sebelum diangkat lewat operasi, atau membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa setelah menjalani operasi.

    Selain dengan operasi, kemoterapi juga dapat digabungkan dengan radioterapi untuk mengobati kanker lidah yang sudah menyebar (metastasis) ke organ lain. Jenis-jenis obat yang digunakan untuk kemoterapi adalah cisplatin, fluorouracilbleomycin, methotrexate, carboplatin, dan docetaxel.

  • Radioterapi

    Radioterapi merupakan pengobatan kanker dengan menggunakan sinar berenergi tinggi. Pancaran yang digunakan untuk radioterapi bisa berasal dari mesin khusus di luar tubuh penderita (radiasi eksternal), atau sebuah alat yang dipasang dalam tubuh penderita di dekat lokasi kanker (radiasi internal).

    Radioterapi digunakan untuk mengobati kanker yang sukar diobati, mengecilkan ukuran kanker sebelum operasi, atau membasmi sel kanker yang tellah menyebar ke bagian tubuh lain. Radioterapi bisa juga meredakan gejala-gejala kanker lidah, khususnya pada penderita kanker lidah stadium lanjut.

Komplikasi Kanker Lidah

Bila tidak cepat ditangani, kanker lidah bisa menimbulkan berbagai komplikasi, seperti penyebaran sel kanker ke kelenjar getah bening leher, tulang, paru-paru, serta hati. Selain itu, penderita juga dapat mengalami kesulitan dalam berbicara.

Penderita yang menjalani metode pengobatan kanker lidah juga bisa mengalami berbagai komplikasi atau efek samping pengobatan. Misalnya, penderita yang mengikuti operasi pengangkatan lidah akan mengalami dispagia, perdarahan, infeksi, serta pembentukan fistula ke kulit wajah.

Kemudian, pada penderita yang menjalani radiasi bisa mengalami efek samping berupa:

  • Radang pada mulut (mukositis)
  • Kulit mengalami kerusakan
  • Mulut kering (xerostomia)
  • Kemampuan mengecap pada lidah berubah

Pencegahan Kanker Lidah

Kanker lidah bisa dicegah dengan menghindari faktor-faktor risiko pemicunya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Tidak merokok lagi atau mengonsumsi tembakau
  • Hentikan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Vaksinasi HPV
  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah
  • Rutin ke dokter gigi untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut
  • Hindari berhubungan seks yang tidak aman. Setia hanya dengan satu pasangan dan menggunakan kondom