Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Stomatitis

Luka atau peradangan yang terjadi di bagian mulut, seperti pipi, bibir, gusi, lidah, atau langit-langit mulut, disebut stomatitis. Bercak luka berwarna putih muncul di area mulut ini.

Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat menderita stomatitis, yang menyebabkan nyeri yang mengganggu, terutama saat mereka makan atau berbicara.

Stomatitis aftosa dan stomatitis herpes adalah dua jenis stomatitis yang paling umum. Stomatitis aftosa, juga dikenal sebagai sariawan, biasanya menyebabkan luka di mulut dan tidak menular.

Stomatitis herpes, juga disebut stomatitis oral, dapat menyebabkan luka lepuh di bibir dan mulut. Ini berbeda dengan stomatitis aftosa, yang tidak dapat menular..

Penyebab Stomatitis

Berdasarkan jenisnya, penyebab stomatitis dapat berupa cedera, iritasi mulut, hingga infeksi jamur, virus, maupun bakteri. Berikut ini adalah penyebab stomatitis berdasarkan jenisnya:

Stomatitis aftosa

Beberapa kondisi berikut dapat menyebabkan stomatitis aftosa:

  • cedera, seperti tergigit, tergores kawat gigi atau gigi yang patah, atau terbakar mulut karena makanan atau minuman panas
  • Reaksi alergi atau iritasi mulut akibat penggunaan kosmetik atau produk perawatan gigi, seperti obat kumur
  • Infeksi yang disebabkan oleh jamur, bakteri, atau virus di mulut atau bagian tubuh lainnya
  • Penggunaan penghambat beta, imunosupresan, atau OAINS.
  • Pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi
  • Kekurangan nutrisi, seperti kekurangan zat besi, vitamin B12, C, atau zinc
  • Tertentu, seperti penyakit Behcet, HIV/AIDS, penyakit Crohn, atau lupus.
Stomatitis herpes

Infeksi virus herpes herpes simplex 1 (HSV-1) menyebabkan stomatitis herpes atau herpes oral. Namun, pada beberapa kasus, virus herpes herpes simplex 2 (HSV-2) juga bisa menyebabkan herpes oral.

Faktor Risiko Stomatitis

Stomatitis dapat terjadi pada siapa saja dari berbagai kelompok usia, tetapi beberapa faktor risiko berikut meningkatkan risikonya:

  • Tidak membersihkan gigi dengan rutin
  • Karena kekurangan air liur, mulut jadi kering
  • usia dari 1 hingga 19 tahun dan lebih dari 65 tahun
  • Konsumsi minuman keras
  • Perilaku merokok
  • Makanan yang banyak gula dan karbohidrat
  • Pemakaian gigi palsu yang berlangsung lama
  • Daya tahan tubuh yang rendah

Gejala Stomatitis

Setiap orang memiliki gejala dan intensitas stomatitis yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa gejala umum stomatitis:

  • Pembengkakan atau kemerahan di mulut
  • Luka di mulut yang biasanya putih, abu-abu, atau kuning dengan tepi merah
  • Lepuh di sekitar mulut
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri di area mulut yang luka
  • Bercak putih atau abu-abu di langit-langit mulut, bagian dalam pipi, atau lidah
  • Sensasi seperti lidah atau langit-langit mulut terbakar

Stomatitis herpes biasanya disertai dengan gejala pilek atau flu dan biasanya hilang dalam 7 hingga 10 hari. Sebaliknya, stomatitis aftosa biasanya berlangsung selama 5 hingga 10 hari dan cenderung kambuh

Saatnya ke dokter

Setelah satu atau dua minggu, periksakan diri Anda ke dokter jika gejala stomatitis Anda masih belum membaik. Anda juga disarankan untuk diperiksa jika ada keluhan seperti:

  • kesulitan dengan makanan dan minuman
  • Meriang
  • Lepuhan pada kulit atau ruam
  • Kemerahan, nyeri, atau bengkak pada mata
  • Penglihatan menjadi kabur

Lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda lewat aplikasi Chat dengan dokter untuk mendapatkan jawaban yang tepat dan cepat jika Anda memiliki pertanyaan.

Diagnosis Stomatitis

Dokter akan menanyakan beberapa hal kepada pasien untuk mendiagnosis stomatitis:

  • Gejala yang dirasakan
  • Penyakit yang pernah atau saat ini dirasakan
  • Sedang terapi, atau menggunakan obat

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sebelum melakukan pemeriksaan tambahan di bawah ini untuk memastikan sumber stomatitis.:

  • Tes swab untuk mengidentifikasi virus atau bakteri yang dapat menyebabkan peradangan pada mulut
  • Cek darah untuk mengetahui riwayat penyakit yang dapat menyebabkan stomatitis
  • Tes alergi untuk mengetahui apakah alergi menyebabkan stomatitis
  • Biopsi dilakukan untuk mengidentifikasi kerusakan sel, yang mungkin merupakan gejala penyakit yang lebih serius

Pengobatan Stomatitis

Dokter akan mengobati stomatitis berdasarkan penyebabnya. Untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik, mereka akan mencari tahu apakah penyebabnya mungkin alergi.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu pemulihan stomatitis ringan, yaitu: Stomatitis ringan biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu.

  • Bersihkan dengan air garam
  • Hindari makanan asin, pedas, dan asam, serta minuman dan makanan panas
  • Sering minum air putih.
  • Menyikat gigi setidaknya dua kali sehari untuk menjaga mulut tetap bersih

Dokter mungkin juga meresepkan obat-obatan tertentu untuk beberapa kasus stomatitis, seperti yang berikut:

  • Obat penghilang nyeri seperti Bufect atau Tantum Lozenges
  • obat kumur antiseptik seperti Minosep atau Betadine Mouthwash
  • Obat kortikosteroid, seperti Triamcort, Sinocort, atau Kenalog In Orabase, yang berfungsi untuk mengurangi peradangan
  • Obat antimikroba, seperti Molavir, Molazol, atau Fungares, untuk mengobati stomatitis yang disebabkan oleh infeksi.
  • Vitamin dan suplemen seperti Pyfahealth Vitamin B Complex + Vitamin C atau Vitacimin

Komplikasi Stomatitis

Stomatitis dapat menyebabkan beberapa komplikasi jika tidak ditangani:

  • Sulit menyikat gigi, makan, minum, dan berbicara
  • Kekurangan cairan (dehidrasi)
  • Kekurangan nutrisi
  • Demam
  • Luka dan peradangan semakin parah

Pencegahan Stomatitis

Tidak semua jenis stomatitis dapat dicegah, tetapi dengan menghindari penyebabnya, Anda dapat mengurangi kemungkinan munculnya stomatitis. Beberapa pekerjaan yang dapat dilakukan adalah:

  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan menyikat gigi dua kali sehari dan membersihkan sela-sela gigi setiap hari.
  • Berhenti merokok
  • Mengurangi jumlah makanan yang terlalu panas, asam, atau pedas
  • Mengkonsumsi makanan dan suplemen yang mengandung vitamin B, seperti bayam atau brokoli
  • Jangan berbagi makanan, minuman, atau lip balm dengan orang lain.
  • Menghindari hubungan seksual dengan individu yang menderita herpes