Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Sembelit

Sembelit adalah masalah buang air besar yang sulit. Hal ini biasanya disebabkan oleh pola makan yang kurang serat, kurang minum air putih, atau jarang berolahraga. Namun, kebanyakan orang bisa sembuh dengan perawatan mandiri, tetapi sembelit kadang-kadang menyebabkan komplikasi yang memerlukan perawatan dokter.

Tidak semua orang memiliki frekuensi buang air besar (BAB) yang sama. Ada orang yang bisa BAB setiap hari, dan orang lain bisa BAB dua hari sekali tanpa masalah. Ketika BAB menjadi lebih sulit, seseorang mengalami sembelit. Sembelit biasanya tidak mengalami buang air besar lebih dari tiga kali dalam seminggu.

Umumnya sembelit sembuh dengan mengubah pola makan Anda atau dengan obat pelancar BAB yang tersedia di apotek. Namun, pada beberapa orang, sembelit berulang atau terus menerus (kronis), yang mungkin disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis yang membuat BAB menjadi sulit. Dalam kasus ini, dokter harus membantu Anda.

Penyebab Sembelit

Faktor-faktor berikut dapat menyebabkan sembelit atau konstipasi: Pola makan yang tidak sehat dan gaya hidup yang tidak sehat adalah penyebab umum sembelit:

  • Jarang konsumsi makanan yang tinggi serat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan
  • Sedikit mengonsumsi air putih
  • Makan terlalu banyak daging merah, susu, dan produk olahannya, seperti keju
  • kebiasaan hidup yang tidak aktif, seperti lebih sering berbaring atau duduk sepanjang hari
  • Malas berolahraga
  • Suka menunda buang air besar
  • Perubahan rutinitas, seperti jet lag (akibat bepergian jauh dan melalui zona waktu yang berbeda)

Sembelit kronis, meskipun tidak umum, dapat menjadi salah satu gejala penyakit tertentu, termasuk:

  • Hipotiroidisme atau diabetes, misalnya, dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang mengatur metabolisme tubuh
  • Gangguan pencernaan, seperti sindrom usus sakit atau divertikulitis
  • Penyumbatan di usus besar dan ujung usus besar, misalnya karena kanker usus besar atau kanker rektum
  • Gangguan pada otot dasar panggul, yang dapat berupa ketidakmampuan untuk kontrak atau melemahkan otot panggul
  • Kerusakan saraf yang mengganggu fungsi rektum untuk menyimpan atau mengeluarkan tinja, seperti yang terjadi karena cedera saraf tulang belakang, stroke, multiple sclerosis, atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS).

Faktor risiko sembelit

Setiap orang dapat mengalami sembelit sesekali, tetapi beberapa demografi dapat mengalami sembelit dalam jangka panjang:

  • Berusia di atas 65 tahun, metabolisme tubuh mulai lambat dan otot-otot pencernaan tidak dapat bekerja sepenuhnya
  • Berjenis kelamin perempuan, karena mereka lebih rentan terhadap perubahan hormonal, seperti sebelum menstruasi, selama kehamilan, atau setelah melahirkan
  • Jarang berolahraga atau tidak bergerak sama sekali
  • Mengalami masalah psikologis, seperti masalah makan atau depresi
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti OAINS, antasida, antidepresan, antihistamin, atau antikejang

Gejala Sembelit

Sembelit memiliki gejala yang sangat beragam pada setiap individu yang menderitanya, tetapi berikut adalah beberapa gejala umum yang disebabkan oleh kondisi ini:

  • Tidak buang air besar lebih dari tiga kali seminggu
  • Tinja yang kering, keras, bergumpal, kecil, atau bahkan sangat besar sehingga sulit dikeluarkan
  • Rasa sakit saat buang air besar
  • Sensasi yang mengganjal di rektum
  • Mengejan berlebihan saat buang air besar
  • Perut nyeri, kram, atau kembung
  • Rasa tidak tuntas setelah BAB
  • Mengeluarkan tinja memerlukan bantuan, seperti menekan perut atau bahkan mencungkil feses dengan jari

Jika seseorang mengalami beberapa gejala di atas selama tiga bulan atau lebih, seseorang dikatakan mengalami sembelit kronis

Saatnya ke dokter

Mayoritas sembelit dapat disembuhkan dengan pengobatan mandiri. Jika gejalanya muncul, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter secara online melalui chat dengan dokter, di mana dokter akan memberikan obat dan rekomendasi untuk metode pengobatan yang dapat Anda lakukan sendiri.

Dokter akan memantau kondisi Anda dalam beberapa hari melalui chat. Namun, Anda dapat kembali menghubungi dokter kapan saja jika gejala berikut muncul:

  • Buang air besar atau tinja berdarah
  • Terasa sakit ketika BAB tidak kunjung mereda
  • Darah yang keluar dari rektum baik sebelum maupun sesudah buang air besar
  • Berat badan turun drastis tanpa penyebab yang diketahui
  • Sembelit kembali dan terus berlanjut selama lebih dari dua minggu

Segera kunjungi rumah sakit terdekat apabila Anda mengalami obstruksi usus, yang biasanya ditandai dengan keluhan-keluhan di bawah ini:

  • Sembelit tanpa sebab
  • Nyeri atau kram perut yang kuat
  • Tidak dapat kentut sama sekali

Diagnosis Sembelit

Nantinya dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada pasien untuk memulai diagnosis sembelit. Ini mungkin termasuk pertanyaan seperti:

  • Gejala yang muncul, seperti bentuk tinja dan darah pada feses atau tisu yang digunakan setelah BAB
  • Frekuensi buang air besar di masa lalu dan saat ini
  • Penyakit yang saat ini atau sebelumnya dialami
  • Obat yang digunakan
  • Prosedur medis sebelumnya

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap. Ini termasuk mengukur suhu, detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah.

Dokter juga akan meraba perut dengan stetoskop untuk mendengarkan suara perut dan menemukan benjolan, pembengkakan, atau rasa sakit. Dokter biasanya sudah dapat menentukan diagnosis dan pengobatan pasien berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan tanya jawab.

Namun, pada beberapa pasien, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan untuk menentukan apakah sembelit adalah hasil dari penyakit atau kondisi lain. Salah satu pemeriksaan tersebut adalah:

  • Tes darah untuk mengetahui apakah sembelit disebabkan oleh penyakit lain, seperti hipotiroidisme
  • Bagian dalam usus besar dapat dilihat secara langsung melalui kolonoskopi
  • Foto Rontgen untuk menemukan tempat penumpukan feses dan mengidentifikasi sumbatan di usus besar
  • Tes transit kolorektal, juga dikenal sebagai studi transit kolorektal, digunakan untuk menghitung waktu yang diperlukan untuk mencerna makanan
  • Defekografi dilakukan untuk mengukur kemampuan rektum dan anus untuk menahan dan mengeluarkan tinja

Pengobatan Sembelit

Seberapa parah sembelit, pengobatannya dapat disesuaikan. Perawatan mandiri atau tindakan medis yang dilakukan oleh dokter adalah beberapa contoh metode yang dapat digunakan:

Perawatan mandiri

Perawatan sendiri dapat dilakukan untuk sembelit yang tidak parah, seperti:

  • Mengurangi minuman berkafein, beralkohol, atau tinggi gula dan minum air putih lebih sering
  • Mengkonsumsi lebih banyak makanan berserat, seperti buah dan sayuran
  • Makan makanan yang dapat membantu mengatasi pencahar dengan cara yang alami
  • Berolahraga secara teratur dapat membantu otot-otot saluran pencernaan bekerja dengan lebih baik
  • Menggunakan obat pencahar tersedia di apotek
  • Jika Anda merasa ingin buang air besar, jangan menundanya; usahakan untuk buang air besar antara 15 dan 45 menit setelah makan
  • Sesuai dengan rekomendasi dokter, menghentikan atau mengubah obat-obatan yang berpotensi menyebabkan sembelit
  • Jika Anda menderita kondisi medis yang berpotensi menyebabkan sembelit, Anda harus menjalani pengobatan rutin
Tindakan medis

Dokter dapat menyarankan pengobatan berikut jika perawatan mandiri dan penggunaan obat apotek tidak berhasil mengatasi sembelit:

  • Untuk mempermudah pengeluaran tinja, enema memasukkan cairan tertentu ke dalam rektum
  • Terapi otot panggul, di mana terapis melatih otot panggul, rektum, dan anus
  • Operasi untuk memperbaiki jaringan atau saraf yang rusak di rektum atau usus besar

Sembelit yang disebabkan oleh penyakit tertentu juga akan membaik setelah pengobatan dan kontrol penyakit tersebut.

Komplikasi Sembelit

Sembelit kronis atau jangka panjang dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Wasir atau hemoroid
  • Robekan di lapisan anus, atau fisura ani
  • Tinja kering dan keras di anus dan rektum
  • Prolaps rektum adalah ketika rektum menonjol keluar dari anus
  • Inkontinensia pada urine

Pencegahan Sembelit

Mengatasi sembelit secara mandiri hampir sama dengan mencegahnya. Ada beberapa cara untuk mencegah hal ini terjadi:

  • Konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan gandum yang mengandung banyak serat
  • Hindari makan makanan cepat saji, daging, susu, dan makanan lain yang rendah serat
  • Untuk membantu pencernaan Anda, konsumsilah makanan yang mengandung prebiotik dan probiotik
  • Apabila Anda tidak suka makan buah dan sayur, Anda bisa mengonsumsi suplemen serat
  • Pastikan meminum jumlah air putih yang cukup setiap hari
  • Bila menderita divertikulitis, jangan makan buah-buahan dengan biji
  • Anda harus berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari atau bahkan lebih sering berjalan kaki
  • Jangan menunda untuk membuang air besar
  • Usahakan untuk buang air besar secara teratur setiap hari