Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Prosopagnosia

Kelainan bawaan lahir, penyakit saraf, atau cedera kepala dapat menyebabkan prosopagnosia, yang menyebabkan penderitanya kesulitan mengenali wajah orang lain, bahkan keluarganya sendiri.

Tidak termasuk dalam kategori gangguan penglihatan adalah prosopagnosia atau agnosia wajah. Kelainan ini disebabkan oleh kerusakan pada bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengenal, membedakan, dan mengingat wajah orang.

Dalam kasus yang parah, penderita prosopagnosia bahkan tidak dapat mengenali wajahnya sendiri. Bahkan, ketika penderita tidak menerima kondisi medis yang mereka alami, anosognosia juga mungkin terjadi.

Penyebab Prosopagnosia

Penyebab prosopagnosia berbeda-beda tergantung pada jenisnya. Berikut adalah penjelasannya:

Prosopagnosia kongenital (developmental prosopagnosia)

Kelainan genetik yang menyebabkan prosopagnosia kongenital biasanya ditemukan pada individu yang memiliki riwayat penyakit serupa dalam keluarga mereka.

Prosopagnosia yang didapat (acquired prosopagnosia)

Pada awalnya, penderita prosopagnosia dapat mengenali dan membedakan wajah orang lain. Namun, karena cedera atau penyakit yang menyerang otak, kemampuan ini akan hilang.

Faktor risiko prosopagnosia

Orang yang menderita kelainan bawaan lahir lebih berisiko mengalami prosopagnosia, seperti:

  • Spektrum autisme
  • Sindrom Asperger (ASD)
  • Serangan Turner
  • William syndrome

Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena acquired prosopagnosia, yaitu:

  • Cedera pada kepala
  • Permasalahan dengan perkembangan otak
  • Terpapar karbon monoksida
  • Menderita Alzheimer
  • Depresi
  • Tumor otak
  • Hipoksia serebral, atau kekurangan oksigen di otak
  • Infeksi virus di otak, juga dikenal sebagai ensefalitis virus
  • Epileptik
  • Perdarahan

Gejala Prosopagnosia

Ketidakmampuan penderita untuk mengenali wajah orang-orang terdekatnya, seperti sahabat dan keluarga, adalah gejala umum prosopagnosia. Memori, penglihatan, atau gangguan belajar tidak menyebabkan gejala ini.

Penderita prosopagnosia dapat mengalami keluhan berupa:

  • Tidak dapat mengenali wajah sendiri dari foto atau dari cermin
  • Sulit untuk membedakan wajah dari objek
  • Kecemasan
  • Menghindari berinteraksi dengan orang lain
  • Stress
Saatnya ke dokter

Setelah anak berusia satu tahun, segera periksakan anak ke dokter jika dia tidak dapat mengenali wajah Anda atau orang terdekatnya. Anda juga harus diperiksa jika dia menunjukkan tanda atau gejala berikut:

  • Ketika bertemu secara tiba-tiba di tempat baru, dia tidak bisa mengenali wajah keluarganya
  • Tidak mau bermain dengan teman sebayanya dan selalu ingin bersama orang tuanya
  • Mendekati orang lain seolah-olah mereka adalah orang tuanya
  • Sulit untuk mengidentifikasi dan mengingat karakter film

Jika Anda atau orang terdekat Anda secara tiba-tiba tidak dapat mengenali wajah orang lain, segera cari pertolongan medis atau pergi ke ruang gawat darurat (IGD) rumah sakit terdekat. Ini terutama berlaku untuk kondisi seperti linglung, kesulitan menelan, kelumpuhan di satu sisi tubuh, dan bicara yang cadel.

Diagnosis Prosopagnosia

Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan pasien dan anggota keluarganya sebagai langkah awal dalam membuat diagnosis. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan tambahan seperti elektroensefalografi (EEG) atau rekam gelombang otak.

Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan saraf seperti:

  • Tes penglihatan untuk menilai kemampuan penglihatan
  • Tes kognitif dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan mengingat, memecahkan masalah, dan membuat keputusan
  • Tes memori untuk mengidentifikasi gangguan mengenali dan mengingat objek atau wajah
  • Kemampuan pasien untuk membedakan wajah orang lain dinilai melalui tes pengenalan wajah
  • Tes pengenalan objek untuk menentukan apakah pasien mengalami gangguan pengenalan wajah atau objek yang berbeda

Pengobatan Prosopagnosia

Prosopagnosia tidak dapat disembuhkan dengan cara khusus. Namun, dokter dapat mengobatinya dengan metode berikut:

  • Obat-obatan untuk mengatasi gangguan otak yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti antibiotik
  • Operasi untuk memotong tumor otak

Dokter juga dapat menyarankan pasien untuk menjalani terapi. Ini dilakukan dengan tujuan membantu pasien menemukan cara baru untuk mengingat orang-orang di sekitar mereka atau anggota keluarga mereka. Beberapa metode pengobatan adalah:

  • Perceptual training, mengajar pasien untuk mengingat wajah orang melalui fisik
  • Latihan mengenali suara dimaksudkan untuk membantu pasien mengingat orang melalui karakteristik suaranya

Komplikasi Prosopagnosia

Penurunan kualitas hidup dan gangguan kesehatan lainnya, seperti, dapat terjadi akibat prosopagnosia yang tidak diobati:

  • kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain
  • Sulit untuk menemukan pekerjaan
  • Sulit untuk belajar dan bekerja
  • Gangguan kecemasan dan depresi

Pencegahan Prosopagnosia

Meskipun prosopagnosia kongenital tidak dapat dicegah, skrining genetik saat merencanakan kehamilan dapat dilakukan, terutama jika ada riwayat prosopagnosia dalam keluarga.

Meskipun prosopagnosia didapat, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya adalah:

  • Mencegah stroke dan infeksi otak dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)
  • Mengobati infeksi mata, gigi, sinus, dan telinga sampai tuntas untuk mencegah infeksi berkembang menjadi radang otak
  • Mengenakan alat pelindung kepala saat bersepeda atau berolahraga lainnya
  • Mengenakan helm atau sabuk pengaman saat berkendara
  • Mengobati penyakit seperti sleep apnea dan epilepsi untuk menghindari kerusakan otak