Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Nyeri Panggul

Nyeri panggul adalah nyeri yang muncul di bagian paling bawah perut dan dapat bertahan lama atau hilang. Nyeri juga bisa tumpul dan menyebar atau tajam dan menusuk di area tertentu.

Meski demikian, nyeri panggul juga dapat dialami oleh pria, misalnya pada penderita batu ginjal, hernia, atau infeksi saluran kemih. Nyeri panggul sering terjadi pada wanita dan bisa menjadi tanda adanya gangguan pada organ reproduksi.

Normalnya, nyeri panggul hanya terjadi di perut bagian bawah, tetapi nyeri ini juga dapat menyebar ke punggung bawah, bokong, atau paha, dan jika tidak ditangani segera, ini dapat mengganggu penderitanya untuk beraktivitas.

Penyebab Nyeri Panggul

Dua jenis nyeri panggul adalah akut dan kronis. Nyeri akut muncul secara tiba-tiba dan hanya terjadi sementara, sedangkan nyeri kronis dapat bertahan hingga lebih dari enam bulan.

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nyeri panggul akut, seperti:

  • Kista ovarium jinak dan ganas
  • Radang panggul
  • Apendisitis adalah penyakit usus buntu
  • Radang rongga perut, juga dikenal sebagai peritonitis
  • Infeksi yang terjadi di saluran kemih
  • Batu dalam ginjal
  • Tuba fallopi rusak
  • gangguan usus
  • Keguguran janin
  • Kehamilan ektopik

Namun, berikut adalah beberapa penyakit yang dapat menyebabkan nyeri panggul kronis:

  • Endometriosis
  • Radang panggul yang persisten
  • Kram menstruasi
  • Irritable bowel syndrome
  • Fibromyalgia
  • Hernia
  • Miom
  • Adenomiosis
  • Infeksi pada organ reproduksi

Penyakit berikut dapat menyebabkan nyeri panggul pada pria:

  • Batu dalam ginjal
  • Prostatitis
  • Infeksi yang terjadi di saluran kemih
  • Hernia di daerah inguinal

Jenis danĀ Gejala Nyeri Panggul

Semua orang yang mengalami nyeri panggul dan bisa mengalami gejala yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis nyeri yang dapat terjadi, serta penyebabnya yang mungkin:

  • nyeri lokal yang dapat muncul karena peradangan di panggul
  • Karam, sebagai akibat dari nyeri haid (dismenore), masalah usus, batu ginjal, atau apendisitis
  • Sakit yang muncul secara tiba-tiba, mungkin karena pembuluh darah di panggul tersumbat
  • Nyeri yang memburuk secara bertahap karena obstruksi usus atau apendisitis
  • Sakit yang tersebar di seluruh perut, mungkin akibat peritonitis
  • Nyeri yang menjadi lebih parah saat bergerak atau saat perut ditekan, yang dapat terjadi karena peritonitis
  • Rasa sakit saat berhubungan seksual, yang dapat disebabkan oleh endometriosis, adenomiosis, turun peranakan, atau radang panggul (penyakit radang panggul)

Gejala lain yang bisa menyertai nyeri panggul, baik akut maupun kronis, bergantung pada penyebabnya, di antaranya:

  • Demam
  • Diare
  • Keputihan
  • Perdarahan
  • Sakit saat buang air kecil
  • Susah buang air besar
  • Darah yang ditemukan dalam urine atau saat buang air besar
Saatnya ke dokter

Apabila Anda mengalami nyeri panggul yang sangat parah dan terjadi secara tiba-tiba, segera temui dokter Anda. Jika Anda tidak segera mendapatkan perawatan, nyeri panggul Anda dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Jika Anda mengalami nyeri panggul selama menstruasi, kram biasanya ringan dan normal dan tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika nyeri terasa sangat mengganggu, periksakan ke dokter Anda.

Diagnosis Nyeri Panggul

Untuk mendiagnosis nyeri panggul, dokter akan menanyakan gejala yang muncul serta penyakit lain yang pernah atau saat ini diderita pasien.

Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah pasien mengalami nyeri di perut atau panggulnya. Mereka juga akan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti:

  • Tes darah dan urine untuk mengidentifikasi tanda-tanda infeksi
  • pemeriksaan pap smear untuk mengidentifikasi kemungkinan kanker serviks
  • Kultur cairan vagina atau penis untuk memeriksa penyakit menular seksual seperti chlamydia atau gonore
  • Periksa pertumbuhan, penyumbatan, atau kelainan usus besar melalui kolonoskopi atau sigmoidoskopi
  • pemeriksaan ultrasound panggul untuk mengidentifikasi tumor di ovarium, rahim, atau saluran tuba falopi
  • Pemindaian pada panggul, seperti citra resonansi magnetik (CT) atau MRI, untuk mengidentifikasi tumor atau struktur abnormal di dalam perut
  • Secara langsung memeriksa organ panggul dan perut melalui laparoskopi area panggul

Pengobatan Nyeri Panggul

Pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mereka terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab nyeri panggul mereka. Setelah penyebabnya diketahui, dokter akan menentukan pengobatan yang tepat.

Perawatan untuk nyeri panggul yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih termasuk pemberian antibiotik, antara lain:

  • Amoxicillin
  • Ceftriaxone
  • Doxycycline
  • Fosfomycin
  • Cephalexin

Jika Anda sedang hamil atau menyusui, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi antibiotik tersebut. Jenis antibiotik dan dosis yang salah dapat memperburuk kondisi atau menyebabkan efek samping.

Dokter mungkin meresepkan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau aspirin untuk meredakan sakit, tetapi obat-obatan ini biasanya tidak efektif untuk mengobati nyeri panggul yang bertahan lama.

Untuk mengatasi nyeri panggul, ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan selain menggunakan obat-obatan, seperti:

  • Perawatan Fisik
  • Latihan untuk merelaksasi otot
  • Perawatan perilaku kognitif
  • Kontrasepsi oral
  • injeksi ke area yang menyebabkan nyeri
  • Operasi

Jika nyeri panggul disebabkan oleh kanker, endometriosis, atau miom yang parah, operasi pengangkatan rahim, juga dapat dilakukan. Namun, prosedur ini jarang dilakukan.

Komplikasi Nyeri Panggul

Nyeri panggul dapat menyulitkan aktivitas sehari-hari, terutama jika jenis nyeri ini bertahan lama. Jika tidak ditangani dengan tepat, nyeri panggul kronis ini dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Stres dan kecemasan
  • Problem tidur
  • Penyakit seksual
  • Mengalami penurunan kualitas hidup

Pencegahan Nyeri Panggul

Untuk menghindari nyeri panggul, orang dapat menghindari penyakit atau kondisi dasar yang menyebabkan nyeri. Salah satu cara untuk menghindari ini adalah dengan menghindari perilaku seksual bebas yang dapat memicu penularan penyakit.

Anda dapat menurunkan risiko terkena nyeri panggul dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Menjaga asupan serat yang cukup dari buah dan sayuran untuk menghindari sembelit, yang dapat menyebabkan radang usus
  • Mengkonsumsi jumlah air putih yang cukup
  • Berolahraga setiap hari selama 30 menit dengan intensitas ringan hingga sedang
  • Duduk dengan benar saat bekerja
  • Menurunkan berat badan
  • Menjaga kebersihan organ kelamin setiap saat