Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Nyeri Otot; Myalgia

Istilah medis yang digunakan untuk menyebut nyeri otot disebut myalgia. Nyeri otot biasanya ringan dan terfokus pada satu otot, tetapi bisa menyebar ke seluruh tubuh dan sangat menyiksa.

Nyeri otot sebenarnya adalah gejala bukan penyakit. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari cedera otot, gerakan yang tidak tepat saat berolahraga, infeksi, hingga efek samping obat-obatan.

Nyeri otot dapat muncul di bagian tubuh mana pun, seperti otot punggung, leher, lengan, paha, atau betis.

Penyebab Nyeri Otot

Faktor yang paling umum yang menyebabkan nyeri otot adalah penggunaan otot yang berlebihan, cedera otot, dan otot yang tegang di satu atau beberapa bagian tubuh. Faktor-faktor berikut dapat terjadi:

  • Terjatuh, terbentur, atau terluka
  • Tidak terlalu panas sebelum berolahraga dan tidak terlalu dingin setelahnya
  • Cedera otot seperti hamstring
  • Melakukan gerakan berulang kali selama berolahraga dan aktivitas lainnya
  • Postur tubuh yang tidak sehat, seperti duduk tidak tegak atau posisi tubuh yang salah saat mengangkat beban berat
  • Teknik olahraga yang salah, misalnya melakukan gerakan terlalu cepat atau terlalu lama

Nyeri otot dapat disebabkan oleh banyak penyakit atau kondisi, termasuk aktivitas fisik yang berlebihan.

  • Fibromyalgia, penyakit yang menyebabkan nyeri di seluruh tubuh
  • Sindrom kelelahan kronis, juga dikenal sebagai sindrom kelelahan kronis
  • Penyakit autoimun seperti lupus, polymyalgia rheumatica, multiple sclerosis, dan sebagainya
  • Myositis, seperti polimiositis dan dermatomiositis
  • gangguan elektrolit, seperti hipokalemia, yang berarti kekurangan kalium
  • Penyakit yang berkaitan dengan tiroid, seperti hipertiroidisme dan hipotiroidisme
  • Kontraksi atau dorongan otot yang tidak terkendali
  • Arthritis reumatoid
  • Infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti flu dan polio
  • Infeksi oleh bakteri, seperti penyakit Lyme
  • Sindrom kompartemen
  • Penyakit arteri perifer menyebabkan penyumbatan aliran darah ke tungkai
  • Otot yang rusak atau rabdomyolisis
  • Efek samping obat statin dan ACE inhibitor yang menurunkan kolesterol

Gejala Nyeri Otot

Nyeri otot biasanya muncul selama atau setelah aktivitas tertentu, seperti mengangkat benda berat atau duduk dalam posisi yang salah terlalu lama. Nyeri otot dapat digambarkan dengan rasa kaku, kram, tertarik, berat, atau lemah pada otot.

Kadang-kadang, nyeri otot dapat melibatkan lebih dari satu otot, atau bahkan seluruh tubuh. Dalam beberapa kasus, nyeri otot bisa sangat parah dan berlangsung lama, mungkin berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Pada kasus yang parah, nyeri otot mungkin tidak membaik meskipun diistirahatkan. Bahkan, nyeri otot dapat menyulitkan penderitanya untuk beraktivitas. Sebagai contoh, orang yang mengalami nyeri otot yang sangat parah di jari tangan mereka mungkin merasa sulit untuk menjentikkan jari mereka atau membuka tutup botol.

Nyeri otot juga dapat disertai dengan gejala lain, seperti lemas, demam, menggigil, dan bengkak pada area yang nyeri.

Saatnya ke dokter

Jika nyeri otot disertai dengan tanda atau kondisi berikut, periksakan ke dokter. Namun, nyeri otot biasanya tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya.

  • Demam
  • Bengkak atau kemerahan di daerah yang menyebabkan nyeri
  • Nyeri muncul tanpa sebab yang jelas
  • Nyeri muncul setelah menggunakan obat
  • Setelah beberapa hari, rasa sakit belum hilang

Nyeri otot yang disertai dengan gejala-gejala di bawah ini dapat menjadi akibat dari penyakit yang berbahaya. Jika Anda mengalami gejala-gejala berikut, Anda harus segera menuju ICU rumah sakit terdekat:

  • Tidak dapat buang air besar atau buang air kecil
  • Tidak dapat menahan buang air kecil atau buang air besar, yang dikenal sebagai inkontinensia
  • tidak memiliki kemampuan untuk menggerakkan bagian tubuh
  • Kuku di leher
  • Sulit untuk menelan
  • Sesak napas

Diagnosis Nyeri Otot

Dokter pertama-tama akan menanyakan riwayat medis pasien, termasuk riwayat cedera, penyakit, dan obat-obatan yang dikonsumsi. Kemudian, mereka akan melihat area tubuh yang sakit untuk mengetahui apakah itu kaku atau lemah. Dokter juga akan melihat postur pasien dan cara dia berjalan.

Dokter akan melakukan tes darah dan pemindaian, seperti MRI, untuk mengetahui apakah ada peradangan atau kerusakan pada otot.

Pengobatan Nyeri Otot

Dalam kebanyakan kasus, orang yang mengalami nyeri otot hanya perlu melakukan beberapa tindakan sederhana di rumah untuk meredakan gejalanya, seperti:

  • Tidur cukup
  • Mengatasi stres dengan baik
  • Menenangkan bagian tubuh yang sakit
  • Melakukan peregangan pada otot yang sakit
  • Pijat area yang sakit dengan minyak angin, balsem, atau minyak urut untuk menghangatkan otot
  • Mengompres otot yang sakit dengan kompres hangat atau dingin atau ice bath
  • Mengalihkan nyeri dan menenangkan otot dengan koyo, krim, atau salep metil salisilat
  • Jangan mengangkat beban berat, berolahraga berat, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak latihan otot sampai otot Anda benar-benar pulih
  • Untuk meredakan ketegangan di otot, lakukan yoga atau meditasi
  • Mengonsumsi obat pegal linu atau nyeri otot, seperti paracetamol
  • ikuti resep dokter saat menggunakan obat oles untuk meredakan nyeri, seperti ketoprofen topikal atau diclofenac topikal

Penderita juga dapat melakukan latihan ringan, seperti berjalan, bersepeda, dan berenang, yang dapat membantu pemulihan kekuatan otot. Mulailah dengan latihan yang ringan dan perlahan, kemudian tingkatkannya secara bertahap.

Pencegahan Nyeri Otot

Melakukan beberapa hal di bawah ini dapat membantu mencegah nyeri otot yang disebabkan oleh aktivitas berlebihan:

  • Menjaga otot Anda sehat dengan berolahraga secara teratur
  • Melakukan pemanasan sebelum dan setelah
    berolahraga
  • Melakukan peregangan sebelum dan sesudah berolahraga
  • Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda, minum jumlah air yang cukup, terutama selama aktivitas fisik yang menguras tenaga

Selain melakukan beberapa tindakan di atas, lakukan peregangan secara teratur saat bekerja. Jika Anda telah bekerja di balik meja selama waktu yang lama, bangunlah sejenak untuk berjalan-jalan. Lakukan ini setidaknya selama satu jam.

Seperti yang disebutkan di atas, nyeri otot biasanya sembuh dengan pengobatan sederhana. Namun, nyeri otot yang disebabkan oleh cedera berat atau penyakit serius harus mendapatkan penanganan medis. Ini karena beberapa penyebab nyeri otot, seperti infeksi atau penyakit autoimun, dapat menyebabkan komplikasi.