Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Muntah

Muntah adalah ketika isi lambung keluar secara paksa melalui mulut. Ini berbeda dengan regurgitasi, yang terjadi ketika isi lambung keluar tanpa kontraksi. Muntah di sisi lain, disertai dengan kontraksi pada otot lambung dan perut. Muntah bukan penyakit; itu adalah gejala gangguan kesehatan.

Terkadang muntah bisa mengurangi rasa sakit, meskipun hanya untuk sementara. Namun, muntah berulang dapat menyebabkan dehidrasi.

Karena ukuran tubuh mereka lebih kecil daripada orang dewasa, bayi dan anak-anak lebih rentan terhadap dehidrasi akibat muntah, terutama jika disertai dengan diare. Selain itu, mereka lebih sulit untuk makan dan minum saat muntah.

Penyebab Muntah

Di dalam otak, ada bagian yang mengatur tubuh untuk bergerak otomatis ketika mendapat rangsangan. Bagian inilah yang menyebabkan muntah ketika menerima rangsangan tertentu, yang dapat berasal dari masalah kesehatan atau kondisi lain. Ini penjelasannya;

Gangguan kesehatan

Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan muntah adalah:

  • Keracunan pada makanan
  • Hiperemesis gravidarum
  • Sering sakit di pagi hari
  • Tersumbatnya usus karena tumor atau hernia
  • Sakit lambung dan maag
  • Batu empedu di usus
  • Infeksi, seperti demam berdarah, deman tifoid, infeksi saluran kemih, atau infeksi ginjal
  • Batu dalam ginjal
  • Migrain
  • Meningitis atau peradangan pada selaput otak
  • Gegar atau cedera otak
  • Rasa sakit di usus buntu
    (apendisitis)
  • Vertigo
  • Serangan jantung
  • Tubuh memiliki tingkat kalsium yang berlebihan.
    (hiperkalsemia)
  • Bulimia
  • Tumor dalam otak
  • Efek samping yang disebabkan oleh penggunaan obat, seperti antibiotik, obat bius, atau kemoterapi
Kondisi lain

Selain penyakit dan masalah medis, hal-hal berikut juga dapat menyebabkan muntah:

  • Reaksi terhadap bau tertentu, seperti bau busuk atau amis
  • Mabuk selama perjalanan
  • Konsumsi alkohol menyebabkan mabuk
  • Stres berat
  • Makan terlalu banyak, khususnya makanan berlemak dan pedas
  • Terlalu banyak berolahraga
  • Terlambat makan karena puasa atau program diet

Mengalami muntah lebih dari sekali dapat menjadi gejala dari sindrom muntah siklik, suatu kondisi yang menyebabkan muntah yang sangat parah tanpa alasan yang jelas. Ini adalah salah satu gejala dari beberapa kondisi di atas. Kondisi ini dapat menyebabkan muntah berkali-kali dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari.

Sindrom muntah siklik paling sering terjadi pada anak-anak usia 3 hingga 7 tahun, meskipun dapat terjadi pada semua usia.

Gejala Muntah

Sebelum muntah, orang biasanya mengalami beberapa gejala tertentu, seperti:

  • Mual
  • Pusing
  • Rasa sakit di perut
  • Diare
  • Demam
  • Nadi berdetak dengan lebih cepat
  • Mulut kering
  • Berkeringat banyak
  • Sakit di dada
  • Melemah
  • Stres

Namun, gejala yang paling umum dari sindrom muntah siklik adalah:

  • Kulit pucat
  • Lemas
  • Demam
  • Produksi air liur naik
  • Sakit kepala
  • Sulit makan
  • Sensitive terhadap sinar matahari
  • Vertigo

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, muntah adalah gejala dari beberapa kondisi medis tertentu, berbagai kondisi tersebut dapat mengubah warna muntah yang dikeluarkan. Ini penjelasannya:

Bening

Mereka yang muntah biasanya mengeluarkan makanan yang telah dicerna. Namun, setelah beberapa kali, muntah menjadi bening atau hanya air.

Salah satu penyakit medis yang sering ditandai dengan muntah berwarna bening adalah:

  • Morning sickness (sakit di pagi hari)
  • Cedera otak
  • Serangan muntah siklik
  • Keracunan pada makanan
  • Migrain
  • Penyakit yang terjadi pada lambung
    (GERD)
Hijau atau kuning

Keluarnya cairan empedu dapat berupa muntah hijau atau kuning. Orang dengan usus tersumbat atau keracunan makanan biasanya mengalami kondisi ini.

Oranye

Muntah dari makanan yang baru saja dicerna dapat menyebabkan muntah berwarna oranye. Mutasi seperti ini dapat terjadi karena kondisi medis berikut:

  • Keracunan pada makanan
  • Gastroentiritis
  • Flu
  • Morning sickness (sakit di pagi hari)
  • Migrain
  • Rasa sakit di usus buntu
  • Mabuk selama perjalanan
  • Hasil kemoterapi
  • Rasa sakit di usus buntu
  • Infeksi bagian dalam telinga
Muntah disertai darah

Disertai dengan bercak darah berwarna merah muda atau cokelat kehitaman seperti kopi, muntah darah disebut hematemesis.

Faktor-faktor berikut biasanya menyebabkan muntah dengan darah berwarna merah cerah:

  • luka di tenggorokan atau gusi
  • Gagal hati (sirosis hati)
  • Sindrom Mallory-Weiss (MS)
  • Varices di area esofagus
  • Tukak lambung
  • Tidak toleran terhadap laktosa
  • Permasalahan dengan pembekuan darah
  • Amiloidosis

Meskipun muntah dengan darah berwarna merah pekat atau hampir cokelat seperti bubuk kopi disebabkan oleh asam lambung Mutasi jenis ini dapat terjadi karena:

  • Tukak lambung
  • Tukak duodenum
  • Kanker lambung
  • Keracunan yang disebabkan oleh aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid
    (OAINS)
  • Phaeohyphomycosis adalah infeksi jamur yang terjadi
Saatnya ke dokter

Jika anak Anda mengalami muntah berulang, terutama jika berwarna hijau, terdapat darah, menyemprot, atau berwarna hitam, segera bawa anak Anda ke ICU. Jika dia menunjukkan tanda-tanda di bawah ini yang menunjukkan dehidrasi, pengobatan harus segera dilakukan:

  • Bibir mengering
  • Tidak mengeeluarkan air mata ketika menangis
  • Mata terlihat cekung
  • Buang air kecil sedikit
  • Lemas

Namun, untuk orang dewasa, penanganan di IGD diperlukan jika muntah disertai dengan:

  • Sakit perut yang sangat parah
  • Mutah merah muda, cokelat, atau hitam
  • Nyeri di dada yang sangat parah, terutama yang menjalar ke punggung, bahu, dan dagu
  • Dalam dua hari, muntah tidak akan hilang atau akan menjadi lebih parah.
  • Tanda-tanda dehidrasi termasuk pusing, sakit kepala, sedikit volume urine, bibir kering, dan lemas
  • Diabetes, karena dapat berdampak pada kadar gula darah
  • Tidak boleh makan atau minum

Diagnosis Muntah

Untuk mendiagnosis muntah dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada area perut.

Dokter dapat menyarankan tes darah dan urine untuk menemukan tanda-tanda infeksi. Khusus untuk pasien wanita, dokter dapat menyarankan tes kehamilan.

Bila diperlukan dokter juga akan merekomendasikan CT scan, foto Rontgen, dan USG untuk mendiagnosis muntah.

Metode Pengobatan Muntah

Pengobatan muntah akan dilakukan tergantung pada sumbernya. Jika muntah hanya terjadi sekali dan tidak disertai dengan gejala yang signifikan, pengobatan dapat dilakukan di rumah. Beberapa pekerjaan mandiri yang dapat Anda lakukan sendiri adalah:

  • Untuk menghindari dehidrasi, sering minum air putih dan oralit.
  • Hindari bau makanan, parfum, atau asap yang kuat karena dapat menyebabkan muntah.
  • Konsumsi makanan yang mudah dicerna dan tidak berbumbu kuat, seperti biskuit, bubur, atau sereal.
  • Untuk mencegah muntah, makan atau minum sejumlah kecil tetapi sering.
  • Pastikan untuk menghindari makanan pedas dan berlemak.
  • Jika Anda muntah karena mabuk perjalanan, minum obat antimabuk.
  • Jika Anda mengalami muntah dan diare, ambil obat untuk menghentikan muntah.

Dokter bisa meresepkan obat untuk meredakan muntah dan mual, seperti domperidone atau metoclopramide, jika upaya di atas tidak berhasil atau muntah menjadi lebih buruk.

Dokter akan menyarankan rawat inap untuk anak yang muntah dan kekurangan cairan. Nantinya dokter akan memasukkan selang makan ke mulut atau hidung mereka.

Pada orang dewasa, dokter memberikan obat antimual melalui suntikan atau selang makan, dan infus digunakan sebagai cara pemberian cairan.

Dokter juga bisa memberikan antibiotik minum atau suntik untuk muntah yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Sementara itu, jika muntah disebabkan oleh gula darah yang tinggi, dokter dapat memberikan infus insulin.

Dokter akan segera melakukan operasi darurat pada pasien yang muntah darah parah untuk menemukan sumber perdarahan dan menghentikannya.

Komplikasi Muntah

Muntah yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti:

  • Dehidrasi yang parah
  • Penembusan muntahan ke dalam paru-paru
    (pneumonia aspirasi)
  • masalah dengan keseimbangan asam basa
  • Ketidakseimbangan dalam konsentrasi elektrolit
  • Iritasi kerongkongan
  • Kerusakan gigi yang disebabkan oleh asam lambung
  • Sindrom Mallory-Weiss (MS)

Pencegahan Muntah

Metode pencegahan muntah disesuaikan dengan sumbernya, misalnya:

  • Mencuci tangan secara teratur untuk menghindari infeksi
  • Untuk menghindari batu ginjal, minum cukup air putih
  • Untuk mencegah keracunan makanan, olah dan simpan makanan dengan hati-hati.
  • Beristirahat cukup dan tidur cukup
  • Sebelum berangkat, ambil obat antimabuk seperti dimenhydrinate
  • mengkonsumsi makanan dalam porsi yang lebih kecil namun lebih sering
  • Mengunyah makanan dengan hati-hati
  • Jangan makan makanan berlemak atau pedas
  • Jika Anda merasa mual pada pagi hari, makan biskuit atau makanan kecil lainnya
  • Setelah makan, beristirahat, tetapi jangan berbaring

Mengikuti gaya hidup sehat, mengunjungi dokter, dan menjalani kontrol rutin dapat membantu penderita diabetes mengontrol gula darah mereka sehingga tidak menyebabkan mual.

Untuk mencegah muntah pada bayi, hindari memberikan makanan atau susu dalam porsi yang terlalu besar atau terlalu cepat. Jika bayi memiliki alergi atau intoleransi terhadap susu sapi, konsultasikan dengan dokter terkait untuk mengubah jenis susu formula.