Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Komedo

Komedo adalah benjolan kecil di pori-pori kulit yang adalah cikal bakal jerawat. Biasanya komedo ada di kulit wajah, akan tetapi bisa muncul juga di bagian tubuh lain, seperti bahu, dada, punggung, atau lengan.

Komedo ada dua, komedo hitam (balckhead) dan komedo putih. Bagian depan komedo putih tertutup lapisan kulit dan berwarna putih. Sebaliknya permukaan komedo hitam terbuka dan terekspos udara yang menjadikan warnanya berubah menjadi cokelat atau hitam.

Komedo tidak memberikankan rasa sakit, kecuali jika mengalami infeksi. Karena infeksi ini lah yang bisa menyebabkan kulit menjadi kemerahan dan bengkak, sehingga tumbuh jerawat. Komedo hitam ataupun putih sama-sama berpotensi menjadi jerawat.

Penyebab Komedo

Komedo terbentuk saat sel kulit mati dan minyak mengumpul dan menyumbat pori-pori kulit. Adapun minyak itu sendiri diproduksi oleh kelenjar minyak (sebum) di dalam pori-pori.

Terdapat beberapa faktor yang menjadikan seseorang lebih rentan mengalami komedo, di antaranya:

  • Pola makan yang tidak baik, seperti banyak mengonsumsi gula, tepung, dan keju
  • Meningkatnya jumlah bakteri pada permukaan kulit karena kurangnya menjaga kebersihan kulit atau menurunnya daya tahan tubuh
  • Peradangan pada pori-pori kulit, misalnya akibat membersihkan wajah dengan kasar, atau efek samping peeling atau perawatan sinar laser
  • Metamorfosis hormon, misalnya pada ketika mengalami pubertas dan menstruasi, yang menjadikan produksi minyak meningkat
  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti kortikosteroid
  • Kulit terlalu lembab, bisa karena penggunaan pelembab di permukaan kulit atau karena udara yang terlalu lembab
  • Eksploitasi bahan kimia pada produk kosmetik, seperti isopropyl myristate atau propylene glycol
  • Konsumsi produk makanan atau minuman dengan kandungan gula dan lemak yang tinggi
  • Kebiasaan merokok

Gejala Komedo

Umumnya komedo putih dan hitam tidak menimbulkan gejala. akan tetapi, jika kulit meradang akibat bakteri masuk ke dalam pori-pori, maka komedo akan berubah menjadi jerawat yang bisa menimbulkan nyeri atau gatal.

Dilihat dari penampilannya, komedo hitam mempunyai pori-pori yang terbuka. Bagian atas komedo ini terkena udara dan teroksidasi sehingga menjadikan warnanya berubah menjadi hitam.

Sementara itu, komedo putih mempunyai permukaan tertutup. Indikasi komedo ini seperti titik-titik kecil berwarna putih.

Saatnya ke dokter

Setiap individu pasti mempunyai komedo walau hanya sesekali. Biasanya, komedo akan pulih dengan produk penghilang komedo yang ada dijual bebas maupun melalui resep dokter.

Periksakan ke dokter bila komedo timbul terus-menerus dan berkembang menjadi inflamasi yang menghasilkan jerawat. Beritahukan juga ke dokter bila komedo menyebar luas yang mulai mengganggu penampilan dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Diagnosis Komedo

Untuk melakukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik guna memastikan komedo hitam atau putih. Pemeriksaan lainnya juga akan dilakukan jika komedo diikuti dengan rasa sakit atau terjadi peradangan yang berkembang menjadi jerawat.

Pengobatan Komedo

Komedo dapat diobati dengan produk penghilang komedo yang ada dijual bebas. akan tetapi, bila produk tersebut tidak efektif, dokter akan memberikan resep krim yang mengandung bahan khusus. Selain obat-obatan, dokter juga bisa melakukan tindakan lain.

Berikut ini adalah penjelasan terkait metode untuk mengatasi komedo:

Obat-obatan

Beberapa obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengatasi komedo adalah:

  • Obat tidak dengan resep
    Krim yang ada dipasaran dengan kandungan benzoyl peroxide, asam salisilat, dan resorcinol, berfungsi untuk mengobati komedo ringan dan sedang.
  • Obat dengan resep
    Obat yang diresepkan oleh dokter, adalah yang mengandung isotretinontazarotene, tretinoin, atau adapalene. Obat ini berguna untuk menghambat pori-pori tersumbat dan mempercepat pergantian sel kulit.
  • Krim antibiotik
    Komedo yang terinfeksi dan menjadi jerawat atau bisul bisa diobati dengan krim yang mengandung antibiotik.
Terapi lain

Selain menggunakan obat-obatan di atas, dokter juga bisa melakukan tindakan lain untuk mengatasi komedo, seperti:

  • Cara manual
    Dokter bisa memakai alat khusus bernama loop extractor untuk menghilangkan komedo dengan cara manual.
  • Terapi laser
    Menggunakan terapi laser bisa menurunkan produksi minyak berlebih pada kulit serta membunuh bakteri penyebab jerawat dan bisul.
  • Peeling kimia
    Peeling dengan zat kimia yang diresepkan dokter berguna mengelupas lapisan kulit bagian luar. Sesudah terkelupas, sumbatan di pori-pori kulit akan terangkat dan permukaan kulit akan terlihat lebih halus.
  • Mikrodermabrasi
    Lewat metode mikrodermabrasi yang bertujuan untuk membersihkan bagian terluar permukaan kulit. metode ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang berguna menghilangkan sumbatan penyebab komedo dan bintik-bintik di wajah.

Komplikasi Komedo

Apabila tidak diobati, komedo berisiko mengakibatkan infeksi kulit yang memberikan rasa nyeri dan peradangan. Komedo yang mengalami peradangan bisa berkembang menjadi jerawat atau bisul.

Pencegahan Komedo

Komedo bisa dicegah dengan rajin mencuci wajah secara teratur. Mencuci wajah dengan teratur dapat mengurangi minyak dan membantu pengelupasan sel-sel kulit mati yang bisa menyumbat pori-pori.

Walaupun begitu, hindari mencuci wajah terlalu sering karena bisa membuat kulit menjadi kering, serta mengakibatkan sel-sel kulit mati dan minyak menumpuk di pori-pori.

Selain mencuci wajah dengan teratur, kemunculan komedo bisa dicegah dengan melakukan beberapa cara berikut ini:

  • JIka memiliki rambut dengan tipe berminyak, Anda rutin keramas setiap hari, supaya kotoran dari rambut tidak menutupi pori-pori kulit wajah.
  • Pastikan tangan dan kuku tetap terjaga kebersihannya, untuk menghindari berpindahnya kotoran dari tangan dan kuku ke permukaan kulit, khususnya wajah.
  • Ganti sarung bantal dan seprai minimal seminggu sekali untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran dan minyak di tempat tidur.
  • Hindari makanan yang tinggi gula dan lemak untuk mengurangi produksi minyak di kulit.
  • Gunakan produk perawatan kulit sebagai pengangkat kulit mati, seperti produk berbahan scrub atau masker untuk komedo.
  • Gunakan produk khusus untuk perawatan kulit berminyak dan yang bersifat non-komedogenik.
  • Bersihkan sisa kosmetik di wajah dengan baik sebelum tidur.