Jet lag merupakan gangguan tidur, yang dirasakan ketika kantuk pada siang hari dan sulit tidur pada malam hari, perasaan tersebut muncul setelah melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan pesawat melewati zona waktu yang berbeda.
Pastinya jet lag terjadi pada saat seseorang bepergian ke daerah yang berbeda zona waktu. Hal tersebut menyebabkan tubuh tidak bisa spontan menyesuaikan diri dengan waktu setempat. Hal ini terjadi karena tubuh mempunyai jam biologis yang tetap dengan zona waktu sebelumnya.
Jam biologis ini disebut dengan irama sirkadian, yang menyebabkan seseorang terjaga pada siang hari dan tidur di malam hari.
Semakin banyak zona waktu yang dilalui, maka semakin besar kemungkinan seseorang mengalami jet lag.
Jet lag bisa menghilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.
Penyebab Jet Lag
Jet lag disebabkan oleh ketidaksanggupan tubuh untuk segera menyesuaikan diri dengan zona waktu lain ketika baru berada di daerah tersebut.
Tubuh sendiri memiliki jam biologis dengan lingkaran yang sama dengan waktu perputaran bumi, yakni 24 jam. Nama lain dari jam biologis tubuh adalah sirkadian, yang menyebabkan seseorang akan terjaga pada siang hari dan tidur pada malam hari.
Walau dipengaruhi oleh faktor dari luar, salah satunya adalah paparan sinar matahari. Tubuh sendiri tidak bisa langsung beradaptasi dengan perubahan zona waktu sehingga terjadilah jet lag. Semakin banyak zona waktu yang dilalui, maka semakin panjang pula waktu yang dibutuhkan tubuh untuk menyesuaikan diri dengan waktu setempat.
Terdapat beberapa hal lain yang dapat memicu terjadinya jet lag, selain proses adaptasi tubuh, seperti:
- Berubahnya tekanan udara di dalam kabin pesawat
- Ketinggian pesawat di atas permukaan laut
- Rendahnya kelembapan udara di dalam pesawat
Faktor risiko Jet Lag
Beberapa faktor di bawah ini bsa mengakibatkan seseorang lebih berisiko mengalami jet lag, atau merasakan jet lag yang lebih parah dan lebih lama:
- Banyaknya zona waktu yang dilewati
Semakin banyak zona waktu yang dilewati, maka semakin besar kemungkinan seseorang mengalami jet lag. - Terbang ke tempat di mana waktu akan berkurang
Contohnya bepergian dari Medan ke Amerika, yang waktunya 15 jam lebih cepat dari waktu Medan atau waktu Indonesia bagian barat (WIB). - Selalu bepergian dengan pesawat terbang
Misalnyanya mereka yang bekerja sebagai pilot, pramugari atau pramugara, atau pebisnis. - Lanjut usia
Lansia memerlukan waktu lebih panjang untuk mengadaptasi irama biologis tubuh dibandingkan dengan orang yang lebih muda - Keadaan pesawat yang tidak nyaman
Tekanan udara di kabin, kursi yang sempit, juga kondisi kabin pesawat yang tidak nyaman dapat memperparah kondisi jet lag. - Konsumsi minuman beralkohol
Kebanyakan mengosumsi minuman beralkohol ketika melakukan perjalanan udara dapat memperparah gejala jet lag.
Gejala Jet Lag
Tanda-tanda jet lag adalah dengan tubuh yang lelah dan kantuk pada pagi atau siang hari, dan tidak bisa tidur ketika malam hari. Hal ini dialami seseorang setelah bepergian menggunakan pesawat ke daerah yang zona waktunya berbeda.
Gejala jet lag bisa dialami oleh siapa saja, baik balita hingga lansia. Jet lag juga dapat dirasakan oleh ibu hamil yang bepergian menggunakan pesawat dalam waktu yang lama.
Gejala lain yang bisa dirasakan karena jet lag adalah:
- Susah konsentrasi
- Berubahnya mood dan gampang tersinggung
- Lupa
- Mual
- Sakit kepala atau pusing
- Gangguan pencernaan, seperti diare dan susah BAB
- Dehidrasi
- Gangguan dalam bergerak atau hoyong
- Gangguan kecemasan
- Jantung berdebar
Saatnya ke dokter
Jet lag adalah gangguan tidur yang berlangsung sementara, tergantung dari berapa zona waktu yang dilewati. Minimal 1 hingga 2 hari untuk pulih dari jet lag akibat melewati satu zona waktu.
Semakin banyak zona waktu yang dilalui, maka jet lag dapat berlangsung lebih lama. Misalnya, mereka yang melalui enam zona waktu, maka mereka membutuhkan setidaknya 3–5 hari untuk sembuh.
Apabila jet lag mengakibatkan gangguan tidur yang lebih lama dari semestinya, ada baiknya konsultasikan ke dokter. Dokter akan membantu mengatasi gangguan tersebut, khususnya bila Anda sering bepergian dan kesulitan untuk mengatasi gejala jet lag.
Mereka yang mempunyai riwayat penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, maka perlu memeriksakan diri ke dokter jika gejala penyakit tersebut muncul kembali saat mengalami jet lag.
Pengobatan dan Pencegahan Jet Lag
Untuk mengatasi atau mencegah jet lag, coba lakukan beberapa langkah di bawah ini:
- Mitigasi perubahan zona waktu, dengan melakukan tidur dan bangun lebih awal atau lebih lama dari biasanya, beberapa hari sebelum melakukan penerbangan.
- Lakukan penerbangan yang tiba di tujuan ketika siang menjelang sore, dan usahakan untuk tidak tidur hingga pukul 22:00 waktu setempat.
- Pastikan mengubah jam sesuai dengan waktu di tempat tujuan, agar bisa menyamakan aktivitas dengan waktu setempat.
- Minum air putih secukupnya, baik saat penerbangan ataupun setelah sampai di tujuan, agar tidak terjadi dehidrasi yang bisa memperparah gejala jet lag.
- Tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan berkafein, 3 hingga 4 jam sebelum waktu tidur, sebab kedua minuman tersebut bisa menyebabkan kesulitan tidur.
- Jangan mengonsumsi makanan berat sesaat sebelum pesawat mendarat.
- Upayakan terpapar sinar matahari pada saat sampai tujuan, sebab berada di dalam ruangan bisa memperparah gejala jet lag.
- Pakai penyumbat kuping juga penutup mata untuk mereduksi suara serta cahaya selama tidur di pesawat.
Jet lag umumnya tidak membutuhkan pengobatan khusus sebab gejalanya akan membaik dalam beberapa hari. Akan tetapi, bila jet lag tidak juga membaik, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Nantinya dokter akan merekomendasikan metode pengobatan, seperti berikut:
Terapi cahaya
Terdapat dua jenis terapi cahaya yang digunakan untuk mengobati jet lag, yakni melalui paparan sinar matahari langsung atau menggunakan lampu yang memancarkan sinar UV. Terapi cahaya dilakukan ketika seseorang harus terjaga, seperti di siang hari.
Obat-obatan
Dokter bisa memberi resep obat tidur, seperti zolpidem, untuk membantu Anda tidur selama dalam penerbangan dan beberapa hari sesudahnya. Obat tersebut dapat meningkatkan durasi dan kualitas tidur pada malam hari, namun tidak akan mengurangi gejala jet lag pada siang hari.
Komplikasi Jet Lag
Sebenarnya, orang yang mengalami jet lag merasa sangat mengantuk, namun kesulitan untuk tidur. Hal tersebut bisa menurunkan fokus serta kewaspadaan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, terutama pada saat menyetir atau mengemudikan kendaraan.