Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Flat Feet; Kaki Rata

Kaki rata adalah keadaan telapak kaki yang harusnya melengkung justru menjadi rata. Dampaknya, bagian telapak kaki semuanya menyentuh lantai ketika penderitanya berdiri.

Pada telapak kaki normal, akan mempunyai bentuk yang melengkung. Lengkungan tersebut berguna sebagai penyeimbang tubuh ketika berdiri, berjalan, berlari, atau melompat, dengan mensuplai berat badan secara merata ke seluruh bagian kaki.

Bagi orang dengan kaki rata, tidak akan memiliki dari salah satu atau kedua kakinya yang melengkun. Hal ini akan terlihat jelas ketika ia berdiri atau memijakkan kaki di bidang yang datar.

Penyebab Kaki Rata

Flat feet atau kaki rata berhubungan dengan kelainan tendon di telapak kaki dan tungkai bawah. Tendon ini normalnya akan mengencang dan membentuk lengkungan seiring bertambahnya usia. Tendon yang tidak mengencang dengan baik akan menyebabkan kaki rata.

Pada bayi atau balita, kaki rata adalah hal yang umum. Ini dikarenakan pada umur tersebut, lengkungan di kaki belum terjadi. Sementara untuk anak-anak, kaki rata berhubungan dengan kelainan atau gangguan kesehatan, seperti:

  • Memiliki kelainan bentuk tulang kering kaki
  • Gangguan koordinasi perkembangan (dispraksia)
  • Sindrom Ehlers-Danlos (EDS)
  • Sendi yang terlalu lentur (hipermobilitas sendi)

Kaki rata pada orang dewasa dapat disebabkan oleh gangguan atau kondisi, seperti berikut:

  • Kelainang genetik pada jaringan ikat (sindrom marfan)
  • Penyakit genetik yang menyebabkan  otot melemah seara bertahap (distrofi otot)
  • Inflamasi atau robekan pada tendon
  • Rheumatoid arthritis
  • Ligamen di kaki mengalami cedera
  • Dislokasi tulang akibat patah tulang (perubahan posisi sendi)
  • Penggunaan sepatu dengan hak tinggi dalam waktu yang lama yang menyebabkan tendong renggang

Sementara itu, kaki rata juga lebih berisiko terjadi pada:

  • Orang yang berusia lanjut
  • Penderita berat badan berlebih atau obesitas
  • Menderita hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Orang penderita diabetes
  • Mereka ang berolahraga dengan intensitas tinggi, seperti tenis atau sepak bola
  • Wanita yang sedang hamil
  • Yang memilik ukuran kaki lebih besar
  • Panjang tungkainya tidak sama
  • Orang dengan kelainan tukang belakang (skoliosis)
  • Penderita celebral palsy

Gejala Kaki Rata

Umumnya orang yang memiliki kaki rata tidak mengalami keluhan khusus. Akan tetapi, beberapa penderita juga bisa mengalami gejala lain, seperti:

  • Kaki mudah kram
  • Sakit pada otot kaki atau tungkai
  • Nyeri tumit atau pergelangan kaki
  • Terasa nyeri agak parah ketika beraktivitas, seperti berdiri, atau berjalan
  • Perubahan cara berjalan
  • Sakit punggung
  • Bengkak di bagian dalam telapak kaki
Saatnya ke dokter

Periksakan ke dokter bila Anda mengalami gejala seperti di atas. Pemeriksaan juga perlu dilakukan jika timbul beberapa keluhan, seperti:

  • Kaki lemas, terasa kaku, atau mati rasa
  • Kerap mengalami cedera di kaki atau pergelangan kaki
  • Sulit berjalan
  • Kesulitan menjaga keseimbangan tubuh

Diagnosis Kaki Rata

Untuk melakukan diagnosis, dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala dan penyakit yang pernah atau sedang diderita pasien, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik menyeluruh. Kemudian, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk memastikan diagnosis, seperti:

  • Pemeriksaan telapak kaki
    Dokter akan meminta pasien untuk membasahi kaki selanjutnya berdiri pada suatu alas khusus untuk membuat cetakan kaki. Apabila cetakan tebal pada lengkungan kaki, maka dapat di pastikan pasien menderita kaki rata.
  • Pengecekan sepatu
    Pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan sol sepatu pasien. Bila pasien mempunyai kaki rata, ada bagian dari di sol yang aus atau susut karena tergosok, terutama pada bagian tumit.
  • Tes jinjit
    Tes ini dimaksudkan untuk memastikan jenis gangguan kaki datar yang diderita pasien. Dalam tes ini pasien akan di minta berjinjit. Ketika sedang berjinjit apakah lengkungan di kaki masih terlihat, berarti jenis kaki rata yang diderita pasien bersifat elastis.

Selain pemeriksaan di atas, penderita kaki rata juga akan dirujuk untuk menjalani pemindaian. Biasanya pemindaian dilakukan bila kaki rata sampai menimbulkan nyeri atau kesulitan saat berjalan. Beberapa tes pemindaian tersebut adalah:

  • USG, guna menemukan tendon yang rusak atau robek
  • CT scan, untuk mengetahui radang sendi atau gangguan pada tulang kaki
  • MRI, untuk melihat kerusakan tulang dan jaringan di kaki

Pengobatan Kaki Rata

Tindakan penanganan pada kaki rata akan dilakukan bila dibarengi dengan keluhan lain, seperti nyeri atau susah berjalan. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:

Menggunakan obat-obatan. Dokter akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen, guna meredakan peradangan dan nyeri pada kaki.

Dengan fisioterapi, yang bertujuan untuk meregangkan, dan memperkuat otot serta tendon yang tegang. Terapi fisik seperti fisioterapi ini juga berguna dalam meningkatkan kelenturan dan membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari.

Operasi untuk kaki rata dijalankan jika cara pemberian obat-obatan dan fisioterapi tidak efektif dalam meredakan gejala. Prosedur ini dikerjakan untuk memperbaiki masalah tulang dan tendon yang menyebabkan nyeri.

Selanjutnya, dokter juga akan menindaklanjuti faktor risiko kaki rata yang dimiliki pasien. Misalnya, apabila pasien menderita diabetes atau obesitas, dokter akan memberikan obat diabetes dan memberikan program diet kepada pasien. Tujuannya adalah mengendalikan faktor risiko ini adalah agar kaki rata tidak makin parah.

Komplikasi Kaki Rata

Kaki rata yang tidak segera ditangani, akan menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti:

  • Bunion
  • Kapalan
  • Cara berjalan yang berubah
  • Nyeri pada otot, sendi, dan peradangan tendon
  • Lecet karena sepatu
  • Bidai tulang kering
  • Terbentuk osteofit di tumit yang menjadikannya nyeri

Pencegahan Kaki Rata

Kaki rata yang terjadi pada saat setelah dewasa terkadang dapat dicegah dengan melakukan perawatan kaki yang baik. Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kaki adalah:

  • Memakai sepatu atau alas kaki yang sesuai dengan bentuk kaki dan aktivitas yang sedang dilakukan
  • Melakukan konsultasi kepada dokter tentang jenis latihan atau olahraga yang cocok dengan kondisi kesehatan
  • Memeriksakan diri ke dokter dengan rutin jika menderita gangguan medis, seperti obesitas, diabetes, atau tekanan darah tinggi
  • Menurunkan berat badan bila mengalami obesitas atau kelebihan berat badan
  • Mempertahankan berat badan normal ketika hamil
  • Tidak melakukan aktivitas atau olahraga yang memberikan beban berlebihan pada kaki