Pengertian coital sefalgia
Coital sefalgia adalah salah satu jenis sakit di kepala yang kasusnya tidak banyak terjadi. Penyakit ini adalah keluhan sakit kepala setelah seseorang melakukan aktivitas seksual, khususnya setelah mencapai orgasme. Sakit kepala ini biasanya tidak spesifik dan juga dapat dirasakan pada bagian leher.
Gangguan ini biSa muncul dengan tiba-tiba dan kadarnya bisa cukup berat. Keadaan tersebut bisa berlangsung beberapa menit hingga jam. Dalam sebagian kecil kasus, keluhan juga bisa dirasakan hingga berhari-hari.
Coital sefalgia kerap kali tidak membutuhkan penanganan tertentu dan bisa membaik dengan sendirinya. Jika sakit kepala menetap juga disertai dengan keluhan lain seperti leher kaku, disorientasi, atau rasa pusing, kemungkinan ada penyakit lain yang menyertai. Dengan keadaan tersebut, penderita dianjurkan untuk segera berkonsultasi langsung kepada dokter, agar dapat dievaluasi lebih lanjut agar dapat ditentukan kemungkinan penyebab juga penanganan yang paling cocok.
Penyebab coital sefalgia
Coital sefalgia biasanya dialami ketika atau setelah melakukan aktivitas seksual. Aktivitas tersebut termaksuk termasuk masturbasi, hubungan seksual vaginal, anal seks, oral seks, serta hubungan seksual apa saja yang diakhiri dengan orgasme.
Terdapat beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko terjadinya coital sefalgia adalah:
- Dari jenis kelamin. Pada pria risiko yang lebih tinggi mengalami coital sefalgia dibandingkan dengan wanita.
- Terdapat riwayat sakit kepala tipe migrain. Seseorang dengan riwayat sakit kepala dengan tipe migrain mempunyai kerentanan yang lebih tinggi untuk mengalami coital sefalgia.
Gejala coital sefalgia
Terdapat tiga tipe yang cukup specifik pada sakit kepala yang berhubungan dengan aktivitas seksual, yaitu:
- Tipe pertama. Biasanya sakit dirasakan di kedua sisi, terutama pada bagian belakang kepala. Sakit kerap kali terasa semakin naik intensitasnya berbarengan dengan meningkatnya gairah seksual.
- Tipe kedua adalah sakit di kepala yang muncul dengan tiba-tiba serta berdenyut. Biasanya muncul sesaat sebelum atau setelah terjadi orgasme. Tipe sakit ini juga bisa diawali pada bagian belakang kepala dan bisa menyebar ke seluruh kepala.
- Tipe ketiga biasanya terasa di seluruh bagian kepala dan dipengaruhi oleh posisi.
Diagnosis coital sefalgia
Biasanya diagnosis coital sefalgia ditentukan dari hasil tanya jawab medis yang detail juga pemeriksaan fisik secara langsung. Dan, beberapa pemeriksaan penunjang tertentu juga bisa dilakukan bila diperlukan, seperti:
- Magnetic resonance imaging (MRI). Dengan melakukan pemeriksaan ini bisa membantu mengenali adanya penyebab yang melatari munculnya sakiti kepala.
Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan medan magnet dan gelombang radio agar bisa menghasilkan pencitraan dari struktur-struktur yang terdapat di otak.
- Computerized tomography (CT). Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan sinar X agar menghasilkan pencitraan struktur kepala dan otak.
- Angiogram serebral. Jenis pemeriksaan ini bisa membantu menilai serta memvisualisasikan kondisi arteri yang ada di leher dan otak.
Lewat prosedur ini, sebuah alat yang tipis dan fleksibel dimasukkan ke dalam pembuluh darah, biasanya dari paha, ke arteri yang terdapat di leher. Kemudian, zat pewarna yang kontras dimasukkan melalui alat tersebut, agar alat sinar X bisa menghasilkan pencitraan arteri yang terdapat pada leher dan otak.
- Fungsi lumbal. Pemeriksaan ini bisa saja dilakukan jika sakit kepala muncul dengan tiba-tiba serta hasil pemeriksaan pencitraan tidak menunjukkan adanya kelainan.
Dalam metode ini, cairan yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang bisat diambil dalam jumlah sedikit dan diperkirakan untuk melihat ada atau tidaknya infeksi atau perdarahan.
Penanganan coital sefalgia
Sebagian besar kasus, coital sefalgia biasanya tidak membutuhkan penanganan dan bisa mereda dengan sendirinya. Akan tetapi jika dokter mendapati penyebab lain dikondisi pembuluh darah leher dan kepala, maka penanganan lain akan dilakukan.
Pada kasus ini, kondisi kelainan harus diatasi dahulu agar sumber masalah sebenarnya bisa teratasi. Jika tidak ditemukan masalah lain, dokter akan menganjurkan agar menghindari aktivitas seksual. Ini hanya sementara selama sakit masih dirasakan. Selain itu, dokter juga bisa meresepkan pengobatan tertentu untuk mengurangi rasa sakit yang dialami.
Pencegahan coital sefalgia
Seseorang yang menderita coital sefalgia, secara umum dokter bisa menyarankan agar penderita melakukan aktivitas seksual dengan intensitas yang lebih jarang, agar mencegah terjadinya keluhan. Adaptasi posisi ketika beraktivitas seksual juga perlu dikombinasikan agar dapat diketahui posisi terbaik yang cocok guna meringankan keluhan nyeri. Melakukan latihan relaksasi atau latihan kelenturan, misalnya yoga cobalah dilakukan, dapat membantu mengurangi serangan nyeri kepala.