Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Asites

Pengertian asites

Asites merupakan keadaan saat terjadi penimbunan liquid dalam rongga perut. meskipun pada umumnya didasari oleh Sirosis hepatik, asites bisa juga tercipta oleh faktor lain misalnya gagal ginjal dan pankreatitis.

Penyebab asites

Penyebab dari asites adalah, karena adanya penimbunan cairan di lapisan perut, diantara kulit dan organ dalam. Keadaan ini bisa disebabkan oleh beberapa penyakit terdahulu, misal:

  • Sirosis hati.
    Penyebab paling sering dalam keadaan asites adalah Sirosis hati. Sirosis sama dengan kerusakan hati secara total yang diakibatkan oleh hepatitis B, C, serta penggunaan alkohol secara berlebihan.

Dalam sirosis terjadi eskalasi desakan pembuluh darah di dalam hati. Meningkatnya desakan dalam pembuluh darah ini memicu cairan gampang keluar dari pembuluh darah. Kemudian cairan ini memenuhi di daerah sekitarnya, juga di lapisan antara kulit serta organ dalamnya.

Bukan hanya itu saja, rusaknya hati juga menyebabkan menurunnya produksi protein albumin yang berfungsi menahan air di dalam pembuluh darah. Meningkatnya tekanan dalam pembuluh darah juga menurunnya kadar albumin ini adalah dua metode pencetus asites pada sirosis hati.

  • Gagal ginjal dan gagal jantung.
    Hal ini disebabkan oleh menumpuknya cairan di dalam tubuh yang sangat sulit dikeluarkan. Menumpuknya cairan ini bisa tercipta bagian di mana saja, termasuk di perut.
  • Tumor.
    Dengan terdapatnya tumor dalam rongga perut yang menghimpit pembuluh darah bisa menyebabkan meningkatnya tekanan dalam pembuluh darah. Akhirnya cairan yang ada dalam pembuluh darah akan terdorong ke dalam rongga perut.
  • Pankreatitis dan Kanker.
    Kanker payudara, pankreas, kolon, paru, limfoma, dan ovarium akan dapat memicu penderita menghadapi asites. Selain pankreatitis, kanker atau inflmasi di organ pankreas dapat juga menimbulkan hal yang serupa.

Diagnosis asites

Asites dianalisis lewat penggalian informasi medis saat ditemukan masalah perut yang kian membesar. Terlebih lagi jika dijumpai histori morbiditas/penyakit lain yang dikhawatirkan menjadi pemicunya.

Diagnosa ini bisa dipastikan lewat pemeriksaan fisik juga pemeriksaan pendukung. Pemeriksaan yang bisa saja dilakukan ialah:

  • CT (computed tomography) scan dan USG (ultrasonography)
    Pengamatan fisik dilaksanakan adalah dengan memantau keadaan tubuh.

    Apabila cairan yang tertumpuk di perut nilainya diatas dari 500cc, asites akan sangat mudah ditemukan lewat pemeriksaan fisik. hanya saja jika cairan nilainya lebih sedikit maka USG akan dibutuhkan guna memastikan adanya asites.

  • Selain USG, CT-scan akan dibutuhkan untuk motif tertentu gua mendapatkan pangkal penyakit lain. Contohnya tumor di dalam rongga perut.

Di balik pengamatan gambar di atas, prosedur parasintesis atau pengambilan cairan juga terkadang dibutuhkan agar segera dianalisis di bawah mikroskop.

Pengambilan cairan dikerjakan memakai jarum yang ditusukkan langsung ke perut, yang sebelumnya dilaksanakan lokal anastesis. Lewat bantuan USG, jarum yang disuntikan melalui kulit akan langsung diarahkan ke tumpukan cairan yang kemudian akan disedot dalam jumlah yang diperlukan.

Guna menilai keadaan umum seorang penderita, sebagaimana pemeriksaan aspek pembekuan darah, akan dilaksanakan pemeriksaan darah lengkap. Orang dengan penderita asites lazimnya ditemukan masalah pembekuan pada darah yang disebabkan oleh gangguan pada organ hati.

Gejala dan tanda asites

Adapun gejala yang ditimbulkan karena asites adalah:

  • Terjadi pembesaran pada perut
  • Nyeri di perut
  • Kembung pada rongga tubuh terasa bagai penuh
  • Nafas sesak

Pengobatan pada asites

Tindakan pengobatan pada asites dilangsungkan berlandaskan sakit yang menjadi penyebabnya termasuk guna melenyapkan keluhan yang terjadi. Langkah-langkah tindakan pengobatan di antaranya ialah:

  • Diuretik.
    Ini adalah jenis obat yang selalu dipakai untuk membenahi penyakit asites. Obat ini mampu melepaskan garam dan air dari dalam tubuh. Dengan berhasilnya pembuangan air yang berlebihan di dalam tubuh, masalah keluhan asites dapat berkurang.
  • Parasintesis.
    Tindakan ini dilaksanakn dengan menghisap kelebihan cairan dari dalam perut dengan menggunakan jarum panjang dengan bantuan USG, sebatang jarum dimasukkan lewat kulit yang mengarah langsung ke area dalam perut tempat menumpuk nya cairan.

Tata cara ini lazimnya dilaksanakan pada kasus asites berulang yang tidak memberi respons baik terhadap pemberian obat diuretik.

Untuk kasus yang berat, langkah yang terbaik dalam menangani asites adalah operasi. Selang khusus akan dimaukan dan dipasang di dalam tubuh pasien aliran darah lancar pada organ hati. Lancarnya aliran darah, diharapkan penumpukan cairan yang menyebabkan asites dapat segera teratasi.

Bermacam komplikasi bisa saja timbul dari berlanjutnya asites. Diantaranya adalah:

  • Gagal ginjal
  • Infeksi bakteri dari usus
  • Efusi pleura atau penumpukan cairan di lapisan paru
  • Sesak napas akibat sekat diafragma tertekan oleh cairan asites

Berikut langkah-langkah pencegahan untuk menghindari terjadinya asites meliputi:

  • Vaksinasi hepatitis B
  • Mengurangi konsumsi alkohol, bila perlu berhenti
  • Menghindari seks bebas yang salah satu penyebab menularnya hepatitis B
  • Jangan menggunkan jarum suntik bersama-sama sebagai langkah pencegahan hepatitis B
  • Pemeriksaan rutin jika mengonsumsi obat-obatan dalam dalam waktu yang lama yang efek sampingnya dapat merusak hati.