Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Radang Sendi

Frozen shoulder

Frozen shoulder adalah nyeri serta kaku pada area bahu yang menyebabkan penderitanya sulit menggerakkan tulang bahu atau lengan bagian atas. Keluhan ini bisa berjalan dari bulanan, hingga beberapa tahun.

Sendi di bahu mempunyai kapsul pembungkus yang berguna menyelaputi tulang, ligamen, dan tendon. Frozen shoulder muncul saat kapsul pelindung mulai tebal sebab cedera atau tidak digerakkan dalam waktu lama. Akibatnya, pergerakan sendi bahu menjadi kaku dan terbatas.

Frozen shoulder sering juga dengan adhesive capsulitis. Hal ini biasanya timbul dan memburuk dengan perlahan, lalu membaik dengan sendirinya secara berangsur-angsur. Akan tetapi, pada setiap individu akan berbeda-beda.

Penyebab frozen shoulder

Hingga kini belum diketahui apa yang menjadi penyebab frozen shoulder. Namun, terdapat beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab kapsul pelindung bahu jadi kaku dan mengeras, ketika:

  • Tidak menggerakkan bahu dalam waktu lama, misalnya sedang mengalami stroke, patah tulang lengan atau selangka, pemulihan pasca operasi, atau masalah pada otot di sekitar bahu
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes, penyakit parkinson, tuberkulosis, penyakit jantung, atau gangguan hormon tiroid, baik kelebihan (hipertiroidisme) ataupun kekurangan hormon tiroid (hipotirodisme)

Selain iu, frozen shoulder paling sering dialami oleh orang usia di atas 40 tahun.

Gejala frozen shoulder

Frozen shoulder bisa menyebabkan penderitanya sulit melakukan beberapa gerakan sehingga akan mengganggu aktivitas, seperti:

  • Menggunakan baju
  • Menata atau menyisir rambut
  • Meraih punggung bila gatal
  • Memakai bra
  • Menjangkau barang di tempat yang tinggi

Biasanya gejala frozen shoulder meningkat dengan perlahan dalam tiga tingkatan, yang setiap tingkatannya dapat berlangsung selama beberapa bulan. Tiga tingkatan itu adalah:

  • Freezing stage
    Tingkatan ini ditandai dengan sakit setiap kali sendi bahu digerakkan ataupun sakit pundak sebelah kanan – kiri, yang membuat pergerakan menjadi terbatas. Periode tersebut bisa berlangsung 6–9 bulan.
  • Frozen stage
    Tahap ini ditandai dengan mulai berkurangnya sakit, namun sendi bahu makin terasa kaku dan susah digerakkan. Masa ini dapat berjalan selama 4 bulan – 1 tahun.
  • Thawing stage
    Tahap thawing stage ini ditandai dengan pergerakan bahu yang tampak membaik. Tahap ini biasanya berlangsung selama 6 bulan sampai 2 tahun.

Bagi beberapa penderita frozen shoulder, sakit pada sendi bahu akan memburuk pada malam hari dan sangat mengganggu tidur.

Saatnya ke dokter

Walaupun bisa mereda dengan sendirinya, frozen shoulder bisa menyebabkan kegiatan penderitanya menjadi terganggu. Oleh karena itu, penderita dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter. Sehingga, dokter bisa memberikan obat agar gejalanya segera mereda serta mempercepat pemulihan.

Diagnosis frozen shoulder

Untuk mendiagnosis frozen shoulder, dokter akan melakukan wawancara media kepada pasien, tentang gejala yang dirasakan dan riwayat penyakit yang dimiliki. Setelah itu, dokter akan melaksanakan pemeriksaan fisik pada bahu dan lengan pasien dengan dua cara berikut:

  • Memerintahkan pasien menggerakkan lengan juga bahunya, agar jangkauan lengan pasien pada gerakan aktif dapat diketahui
  • Meminta pasien untuk melemaskan otot bahu dan menghadapkan lengan pasien ke posisi tertentu, untuk memahami jangkauan lengan pasien pada gerakan pasif

Dokter biasanya bisa memastikan frozen shoulder lewat pemeriksaan fisik di atas. Akan tetapi, jika dibutuhkan, dokter akan melaksanakan pemeriksaan pendukung, seperti foto Rontgen, USG,  atau MRI, untuk memisahkan kemungkinan sebab yang terjadi pada pasien karena kondisi lain, contohnya radang sendi (artritis).

Pengobatan frozen shoulder

Frozen shoulder bisa sembuh dengan sendirinya, namun butuh waktu yang panjang untuk pulih kembali. Maka dari itu, pasien tetap membutuhkan tindakan medis dan pengobatan oleh dokter.

Pengobatan frozen shoulder ditujukan adalah untuk menghilangkan nyeri serta mengembalikan rentang gerak bahu. Terdapat beberapa metode yang bisa dijalankan untuk mengatasi frozen shoulder, yaitu:

Obat-obatan

Dengan obat-obatan yang diberikan dokter bermaksud untuk menghilangkan rasa nyeri serta peradangan. Contoh obat yang diberikan adalah paracetamol atau ibuprofen. Bila sakitnya belum juga hilang, dokter bisa memberikan suntikan kortikosteroid ke area bahu yang bermasalah.

Fisioterapi

Tujuan dari fisioterapi adalah untuk mengembalikan jangkauan lengan semaksimal mungkin. Pasien akan diajarkan cara bergerak yang bisa menolong proses pemulihan.

Catatan: pengobatan dengan metode fisioterapi membutuhkan komitmen pasien agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Selama melakukan fisioterapi, dokter juga bisa melakukan terapi listrik yang disebut transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS).
TENS adalah metode penghantaran arus listrik kecil lewat elektroda yang ditempelkan ke kulit. Fungsi arus listrik ini adalah untuk menghambat impuls saraf yang menimbulkan nyeri.

Untuk meredakan nyeri dibahu, pasien juga bisa melakukan pengompresan dingin pada bahunya selama 15 menit 3 kali dalam sehari. Hal tersebut dinilai cukup efektif.

Apabila terapi fisik dan obat-obatan tidak juga membantu, dokter bisa memberikan pilihan prosedur lain, seperti:

  • Manipulasi sendi bahu
    Untuk melakuan manipulasi bahu, pemberian bius total terlebih dahulu dilakukan agar pasien tidak sadar agar tidak merasakan sakit selama prosedur berlangsung. Setelah pasien tidak sadar, dokter akan menggerak-gerakkan bahu pasien ke berbagai arah agar jaringan kapsul yang tigang bisa lemas kembali.
  • Injeksi air steril dan peregangan bahu (hydrodilatation)
    Metode ini dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan steril yang dicampur dengan obat kortikosteroid ke dalam kapsul sendi. Maksudnya adalah untuk meregangkan jaringan kapsul sendi bahu agar sendi udah bergerak. Namun sebelum prosedur ini dilakukan, bahu akan diberikan bius lokal terlebih dahulu.
  • Artroskopi
    Prosedur artroskopi dikerjakan dengan memasukkan alat kecil dengan kamera (artroskop) lewat sayatan di sekitar sendi bahu. Guna artroskopi adalah untuk membuang jaringan yang mengeras yang melekat di dalam sendi bahu.

Komplikasi frozen shoulder

Froze shoulder bisa menyebabkan komplikas karena kaku dan nyeri di bahu yang cukup lama. Ada beberapa kasus, yaitu pasien mengalami kaku atau nyeri di bahu bisa lebih dari 3 tahun meskipun sudah mendapatkan obat-obatan.

Komplikasi juga terjadi karena manipulasi bahu, seperti patah tulang lengan atas atau robekan pada otot lengan atas.

Pencegahan frozen shoulder

Sangat disarankan bagi pasien yang dalam masa pemulihan dari cedera atau operasi, agar selalu menggerak-gerakkan bahu supaya tidak terjadi frozen shoulder. Bila sulit menggerakkan bagian bahu, segera diskusikan dengan dokter untuk jenis gerakan yang bisa dilakukan untuk mempertahankan jangkauan gerak bahu.

Bagi pasien stroke juga dianjurkan agar segera menjalani fisioterapi pasca serangan stroke. Hal tersebut agar dapat mencegah terjadinya kekakuan pada sendi bahu dan sendi lain yang terdampak.

Tiga cara mencegah frozen shoulder:

  1. Selalu gerakkan bahu serta lakukan olahraga dengan rutin.
  2. Pastikan kadar gula darah Anda agar selalu normal.
  3. Lakukan peregangan apabila bekerja menggunakan laptop.