Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Peradangan, Radang Sendi

Sacroiliitis

Peradangan pada salah satu atau kedua sendi sakroiliaka, yaitu sendi yang menghubungkan tulang ekor dan panggul, dikenal sebagai sakroiliitis. Nyeri punggung bawah penderita biasanya memburuk ketika berdiri atau duduk dalam waktu yang lama.

Bagian tulang belakang yang paling bawah adalah tulang ekor, yang berhubungan dengan tulang panggul dan membentuk sendi sakroiliaka. Kedua tulang dan persendian ini berfungsi sebagai penopang tubuh dan tulang belakang saat berdiri.

Salah satu penyebab paling umum dari sakit punggung bawah adalah sacroiliitis, yang dapat menyebabkan nyeri yang mengganggu bahkan saat beristirahat jika tidak diobati dengan benar. Namun, dengan terapi fisik dan pengobatan yang tepat, kondisi ini dapat dikontrol dan membaik.

Penyebab Sacroiliitis

Berbagai penyakit dan trauma dapat menyebabkan peradangan pada sendi sakroiliaka, termasuk sakroiliitis. Berikut adalah contohnya:

  • Cedera, seperti patah tulang panggul yang disebabkan oleh kecelakaan
  • Tekanan berulang pada sendi sakroiliaka akibat pekerjaan yang memerlukan duduk atau berdiri terlalu lama atau latihan angkat beban
  • Pengapuran atau osteoarthritis pada sendi sakroiliaka
  • Asam urat
  • Peradangan sendi pada tulang belakang, seperti psoriasis arthritis atau ankylosing spondylitis
  • Reaktif arthritis, yaitu peradangan yang disebabkan oleh infeksi baik di dalam maupun di luar sendi
  • peradangan yang berasal dari radang usus seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn yang menyebar
  • Infeksi Staphylococcus aureus, yang jarang terjadi

Ibu hamil juga dapat mengalami sacroiliitis karena hormon kehamilan membuat sendi panggul lebih renggang dan longgar untuk mempersiapkan persalinan.

Selama kehamilan, sendi sakroiliaka mengalami tekanan yang lebih besar karena berat janin meningkat dan bagaimana ibu berjalan. Ini kemudian menyebabkan peradangan, atau sacroiliitis. Namun, kondisi ini biasanya akan membaik dalam waktu kurang dari satu tahun setelah melahirkan.

Gejala Sacroiliitis

Salah satu gejala utama sacroiliitis adalah nyeri pada area punggung bawah, pinggul, dan bokong. Nyeri yang disebabkan oleh sacroiliitis memiliki beberapa ciri khas, seperti:

  • Terasa tajam dan menusuk dengan cepat, atau terasa tumpul tetapi tetap tajam
  • menyebar ke selangkangan, paha, atau bahkan kaki
  • menjadi lebih buruk pada malam hari atau pagi hari
  • memburuk ketika duduk atau berdiri dalam waktu yang lama
  • memburuk setelah berdiri atau duduk lama
  • Membaik dalam aktivitas tertentu, seperti memutar pinggul, menaiki tangga, berjalan dengan langkah besar, atau berlari

Selain nyeri, sacroiliitis juga dapat menyebabkan kaku pada pinggang, pinggul, atau bokong, terutama saat mereka bangun pada pagi hari. Keluhan ini biasanya berlangsung selama lebih dari satu jam dan akan mereda saat beraktivitas. Penderita sacroiliitis juga dapat mengalami demam atau kehilangan berat badan.

Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala di atas, terutama jika gejala tidak membaik dalam waktu satu minggu, pergi ke dokter. Dokter akan memeriksa Anda untuk mengetahui penyebab gejala Anda dan memberi Anda pengobatan yang tepat.

Diagnosis Sacroiliitis

Untuk mendiagnosis sacroiliitis, dokter pertama kali akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada pasien:

  • Gejala awal dan durasi
  • Aktivitas tertentu yang memperburuk nyeri
  • Penyakit lain yang pernah Anda alami atau saat ini Anda alami

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menekan pinggul dan bokong pasien dan meminta mereka melakukan gerakan tertentu.

  • Foto Rontgen panggul untuk mengidentifikasi tanda-tanda patah tulang atau radang pada sendi sakroiliaka
  • MRI tulang belakang untuk menentukan apakah ankylosing spondylitis menyebabkan peradangan pada sendi sakroiliaka
  • Tes darah untuk mengetahui apakah infeksi menyebabkan peradangan

Pengobatan Sacroiliitis

Pengobatan sacroiliitis akan disesuaikan dengan penyebab dan gejalanya. Ini dapat mencakup terapi fisik, pengobatan, atau prosedur medis. Ini penjelasannya:

Terapi fisik

Dokter biasanya menangani sacroiliitis dengan fisioterapi, yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot-otot di sekitar sendi sakroiliaka, sehingga tekanan pada sendi berkurang dan tetap stabil.

Dokter akan mengajarkan pasien beberapa gerakan yang dapat mereka lakukan di rumah selama fisioterapi, yang biasanya dilakukan dalam beberapa sesi setiap minggu selama sekitar empat hingga enam minggu.

Obat-obatan

Dokter akan memberikan obat-obatan berikut untuk mengurangi peradangan dan nyeri yang disebabkan oleh sacroiliitis selain terapi fisik:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), misalnya aspirin, naproxen, ibuprofen, atau lainnya
  • Otot yang merelaksasi atau melemaskan
  • obat biologis seperti golimumab, infliximab, adalimumab, secukinumab, atau lainnya
  • Antirheumatik yang mengubah penyakit (DMARDs)
Prosedur medis

Dokter akan melakukan tindakan medis berikut jika pengobatan di atas tidak berhasil mengobati sacroiliitis:

  • Satu tahun sekali, suntikan kortikosteroid ke sendi sakroiliaka untuk mengurangi peradangan, bengkak, dan nyeri.
  • Untuk menghancurkan atau menghancurkan saraf yang menyebabkan rasa nyeri dengan menggunakan gelombang radio berfrekuensi tinggi (RFA).
  • Stimulasi listrik ditanam di tulang belakang bagian bawah untuk mengurangi rasa sakit akibat sacroiliitis
  • Operasi penggabungan sendi, yang dilakukan untuk mengikat sendi secara permanen dengan sekrup

Anda juga bisa mengurangi nyeri sacroiliitis dengan cara-cara sederhana di rumah, seperti:

  • Hindari gerakan yang menyebabkan nyeri.
  • Mengompres punggung bawah dengan kompres hangat dan dingin
  • Mengambil posisi tidur menyamping dan menyelipkan bantal di antara kedua kaki Anda
  • Jika Anda duduk atau berdiri untuk waktu yang lama, lakukan peregangan sekali setiap dua puluh menit
  • Menghindari sepatu hak tinggi
  • Menggunakan sabuk penyangga perut atau sabuk pinggul khusus saat hamil

Komplikasi Sacroiliitis

Sacroiliitis yang tidak segera ditangani bisa menyulitkan gerakan tertentu, seperti membungkuk, mengangkat sesuatu, diam pada posisi tertentu, atau berdiri dari posisi duduk. Selain itu, rasa sakit yang berkepanjangan bisa berakibat pada kurang tidur atau depresi.

Pencegahan Sacroiliitis

Dengan mengurangi risiko terkena penyakit radang sendi, sakroiliitis dapat dicegah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah:

  • Olahraga yang tidak membebani sendi, seperti bersepeda atau berenang
  • Jangan merokok dan jangan terpapar asap rokok
  • Konsumsi makanan yang kaya nutrisi dan seimbang
  • Menjaga berat badan ideal
  • Saat berkendara, berhati-hatilah dan gunakan sabuk pengaman atau helm