Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Radang Sendi

CTS; Carpal Tunnel Syndrome

Pengertian carpal tunnel syndrome

Sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome (CTS) adalah suatu keadaan neuropati yang menimbulkan rasa kesemutan pada tangan. Umumnya, sindrom ini menyerang bagian jari tangan dan pergelangan.

Gangguan kesehatan ini umumnya mucul pada wanita di usia pertengahan.. Umumnya wanita lebih banyak menderita penyakit ini daripada pria. Biasanya lebih sering menyerang pada tangan yang dominan.

Untuk beberapa keadaan tertentu, misalnya kehamilan, prevalensinya sedikit bertambah.

Komplikasi sindrom lorong karpal

Carpal tunnel syndrome yang berkepanjangan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada saraf. Umumnya dimulai dengan gejala hilangnya sensitivitas rasa yang terus-menerus, juga mengecilnya otot di pangkal ibu jari, serta kesulitan menggerakkan ibu jari

Diagnosis sindrom lorong karpal

agar diagnosis terhadap carpal tunnel syndrome (CTS) dapat ditentukan, dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik pada lengan dan pergelangannya. Dokter juga akan mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan gejala yang pasien alami melalui serangkaian wawancara medis.

Terdapat beberapa tes yang dapat digunakan dalam menentukan diagnosis adalah:

  • Tes fisik
  • Pemeriksaan darah
  • EMG (elektromiografi)
  • Studi konduksi saraf
  • Sinar X
  • Carpal Tunnel Syndrome

Gejala carpal tunnel syndrome

Biasanya gejala yang dirasakan oleh penderita carpal tunnel syndrome (CTS) melibatkan rasa kesemutan dan nyeri pada jari. Biasanya menyerang 3 jari bagian luar (kelingking, jari manis, jari tengah). Selain menyerang dari 3 bagian jari luar tersebut bisa ada juga rasa panas dan terbakar dari ibu jari hingga jari tengah.

Kadang kala penekanan saraf keseluruhan bisa mengakibatkan semua pergelangan tangan terasa ksesemutan. Carpal tunnel syndrome kerap sekali terjadi bila terjadi penekanan saraf di pergelangan tangan karena adanya pembengkakan.

Pengobatan carpal tunnel syndrome

Langkah pertama dalam mengatasi carpal tunnel syndrome (CTS), dengan melakukan pengistirahatan tangan yang terkena (Immobilisasi). Lalu Anda bisa memakai splint. Splint adalahalat bantu yang sering dipasang pada tangan penderita CTS.

Bisa juga obat penghilang rasa sakit dapat diberikan apabila rasa sakit sangat mengganggu. Metode lainnya yakni dengan memberikan suntikan anestesi (bius) lokal.

Apabila dalam kondisi berat, bisa dilakukan tindakan operasi. Akan tetapi hal ini hanya dilakukan jika pengobatan tidak berhasil dan kondisi makin berat/ otot mengecil.

Anda juga bisa mengonsumsi multivitamin B kompleks untuk mengurangi keluhan. Dan jika, gejala tidak mereda juga, segera berkonsultasi pada dokter spesialis saraf untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Pencegahan carpal tunnel syndrome

Jauhkan kegiatan yang berulang-ulang dengan menggunakan tangan yang sama. Apalagi jika gerakannya dan tidak ergonomis. Hal ini aalah salah satu faktor risiko CTS, yaitu gerakan tangan berulang-ulang seperti ketika menggenggam/ menyetir, mengetik, serta postur kerja statis dan tidak ergonomis.

Penyebab carpal tunnel syndrome

Carpal tunnel syndrome (CTS) biasanya dipicu oleh adanya tekanan pada saraf median yang mengalami pembengkakan. Pada akhirnya pembengkakan, bisa disebabkan oleh beberapa alasan, seperti:

  • Hipotiroidisme (simtoma menurunnya sintesis dan sekresi hormon tiroid dari kelenjar tiroid)
  • Diabetes
  • Rematik (Rheumatoid arthritis)
  • Kehamilan
  • Menekuk pergelangan tangan ke bawah secara berulang
  • Melakukan gerakan berulang dengan pergelangan tangan
  • Menggerakan pergelangan ttangan secara paksa
  • Aktivitas berjam-jam degan posisi yang sama (statis)
  • Bekerja berjam-jam dengan sikap badan yang kurang baik
  • Getaran pada tangan