Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Radang Sendi

Ankylosing Spondylitis

Pengertian ankylosing spondylitis

Ankylosing spondylitis atau spondilitis ankilosis adalah gangguan peradangan sendi, lebih-lebih pada sendi tulang belakang

Penyebab ankylosing spondylitis

Pemicu pasti dari gangguan ankylosing spondylitis masih belum ditemukan. Pengkajian memperlihatkan adanya kemungkinan berkaitan dengan penyakit berat ini dengan suatu gen bernama human leukocyte antigen B27 (HLA-B27 ).

Dari sepuluh penderita ankylosing spondylitis, sembilan diantara penderita memiliki gen HLA-B27. Akan tetapi, tidak semua dari mereka yang memiliki gen HLA-B27 dengan sendirinya menderita ankylosing spondylitis. Diperkirakan delapan dari seratus orang komunitas normal mempunyai gen tersebut.

Bila seseorang menderita gangguan ankylosing spondylitis dan memiliki gen hLA-B27, keturunannya juga berisiko mengidap penyakit ini bekisar 20 persenan. Bila seseorang menderita gangguan ankylosing spondylitis tetapi tidak mempunyai gen HLA-B27, risiko terhadap keturunannya sangat kecil mengidap penyakit ini, berkisar 10% an.

Bisa jadi seseorang terkena penyakit ankylosing spondylitis melonjak bisa sampai tiga kali lipat bila orang tua atau saudaranya mengalami penyakit tersebut. Tercetusnya gangguan ini terdorong karena keadaan lingkungan.

Diagnosis ankylosing spondylitis

Karena tidak ada tes yang pasti untuk mendeteksi penyakit ankylosing spondylitis, jadi untuk mendiagnosisnya cukup sulit. Penyakit Ankylosing spondylitis adalah penyakit berat, tetapi berkembang cukup lambat.

Dari gejala yang dialami penderita, dokter dapat menduga ini adalah gangguan ankylosing spondylitis. Umumnya sakit di punggung yang tidak membaik hanya dengan beristirahat dan mudah membuat penderitanya terbangun di malam hari, ini merupakan gejala khas ankylosing spondylitis.

Guna memastikan untuk mencari tanda peradangan, dokter perlu melakukan Pemeriksaan darah. Uji darah perlu dilakukan untuk tes genetik, yaitu tes pelacakan gen HLA-B27 yang umumnya terletak sepaket dengan penderita ankylosing spondylitis. Langkah pemeriksaan lainnya bisa dilakukan, seperti pemeriksaan sinar X, MRI, dan USG.

Untuk memastikan diagnosis ankylosing spondylitis butuh waktu panjang, bahkan hingga bertahun-tahun. Penentuan pelurusan penyakit ini bila pemeriksaan sinar X membuktikan adanya peradangan pada tulang belakang (sacroiliac) dan sendi pinggul dan terdapat salah satu dari:

  • Terhambat nya pergerakan tulang belakang bagian bawah.
  • Pergerakan dada mengembang terhambat, yang tidak sesuai dengan usia.
  • Sakit pada punggung waktu yang lama, minimal selama tiga bulan dan mereda kita penderita berolahraga lalu memburuk saat istirahat.
Gejala ankylosing spondylitis

Ankylosing spondylitis memiliki gejala yang bervariasi, tergantung pada sendi tubuh yang meradang. Biasanya tanda dan gejalanya muncul dengan bertahap dan dalam waktu bulanan hingga tahunan. Gejala bisa timbul lalu menghilang, membaik, lalu memburuk seiring waktu berjalan.

Ciri-ciri yang terjadi adalah:

  • Punggung sakit dan kaku. Sakit punggung dan kaku adalah tanda utama ankylosing spondylitis. Sakit dapat pulih setelah melakukan olahraga dan memburuk saat istirahat. Ketika pagi dan malam hari sakit terasa lebih parah, dirasakan hingga ke bokong.
  • Bengkak dan sakit pada sendi tubuh lainnya
    Peradangan sendi yaitu pada tulang belakang. Namun sakit dan edema akibat peradangan juga dapat timbul pada sendi lain seperti lutut dan pinggul. Bila sendi-sendi tersebut digerakkan, nyeri akan semakin terasa. Rasa hangat akan muncul pada sendi yang terkena.
  • Fatigue (kelelahan)
    Seorang penderita selalu mendapati kelelahan dan tidak bertenaga apabila penyakit tidak diatasi

Pengobatan ankylosing spondylitis

Sampai saat ini belum ada terapi atau pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakit ankylosing spondylitis. Kerusakan yang terjadi tidak akan bisa dikembalikan menjadi normal seperti sedia kala.

Tindakan terapi atau pengobatan hanya untuk menenangkan gejala dan menangkal agar sakit pada penderita tidak semakin memburuk.

Umumnya kasus ini diobati dengan kombinasi beberapa cara berikut:

  • Terapi fisik
    Terapi fisik melingkupi pijat dan manipulasi otot lainnya agar tulang belakang bisa lebih rileks dan fleksibel agar menjadi lebih nyaman.
  • Medikasi (obat-obatan)
    Obat dipakai guna menenangkan inflamasi dan rasa sakit. Ragam obat yang digunakan adalah obat anti-nyeri, obat anti-tumor necrosis factos (TNF) dan lainnya.
  • Surgery (pembedahan)
    Pengobatan dengan metode pembedahan, diperlukan guna membenahi sendi yang mendrita kerusakan parah. Pembedahan juga dilakukan pada kasus tulang belakang yang mengalami kemiringan yang cukup parah.
  • olahraga
    Olahraga dilakukan dengan benar dan teratur guna mengurangi kekakuan sendi dan sakit.

Pencegahan ankylosing spondylitis

Penyakit ankylosing spondylitis masih sulit untuk dicegah karena penyebab pastinya masih tidak diketahui. Pengobatan dapat mencegah agar penyakit tidak semakin memburuk.