Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Phobia

Fobia Sosial

Fobia sosial atau social anxiety disorder merupakan gangguan sosial mental yang mempunyai perasaan takut akan diawasi, dihakimi, atau dipermalukan oleh orang lain. Fobia sosial juga dikenal dengan istilah gangguan kecemasan sosial.

Cemas atau perasaan takut sebetulnya bisa drasakan oleh siapa saja saat berhubungan dengan orang lain. Akan tetapi, pada penderita fobia sosial, perasaan takut ini dialami dengan cara berlebihan dan menetap. Hingga risikonya mempengaruhi hubungan dengan orang lain, produktivitas dalam bekerja, dan prestasi di sekolah.

Penyebab fobia sosial

Fobia sosial atau social anxiety disorder atau fobia sosial bisa disebabkan dari situasi yang baru atau sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya, misalnya mempersentasikan sesuatu di depan khalayak. Walaupun pemicu pastinya belum diketahui, hal ini diduga berhubugan dengan beberapa faktor seperti berikut:

  • Kejadian masa lalu
    Masalah muncul karena penderita pernah mengalami kejadian masa lalu memalukan, atau tidak menyenangkan yang disaksikan banyak orang.
  • Keturunan atau salah pola asuh
    Fobia sosial condong diturunkan dari orang tua. Akan tetapi hal ini belum bisa dipastikan apakah pemicunya adalah faktor genetik atau akibat salah asuh, contohnya rendah diri. Hal lain adalah anak yang meniru sikap orang tua yang tidak memiliki kepercayaan diri saat berhadapan dengan orang lain.
  • Bagian dari otak
    Perasaan takut sangat dipengaruhi oleh bagian otak yang disebut amygdala. Bagian otak yang terlalu aktif ini akan menjadikan seseorang mengalami rasa takut yang lebih kuat. Inilah yang bisa menimbulkan risiko datangnya kecemasan berlebihan ketika berinteraksi dengan orang lain.

Selain faktor-faktor disebutkan di atas, seseorang yang memiliki keadaan tubuh atau penyakit tertentu, juga bisa menyebabkan seseorang berisiko menderita fobia sosial, misalnya ada bekas luka (akibat luka bakar) atau kurap di lengan atau tremor akibat penyakit Parkinson.

Gejala fobia sosial

Orang dengan gejala fobia sosial akan terlihat ketika berada (khususnya) dalam situasi seperti:

  • Sedag berkencan (terutama yang baru dikenal)
  • Mengalihkan pandang ketika bertatapan mata
  • Berinteraksi dengan orang yang belum dikenal
  • Makan di depan orang tidak di kenal
  • Bekerja atau bersekolah
  • Masuk kedalam ruangan penuh orang
  • Hadir dalam pertemuan atau pesta

Itulah sebagai penyebab, penderita umumnya akan menghindari keadaan atau situasi di atas.

Perasaan takut yang dialami penderita fobia sosial akan berlangsung  menetap, juga akan memberikan dampak gejala fisik yang berupa:

  • Raut wajah memerah
  • Berbicara hampir tidak terdengar
  • Mendadak bisu (selective mutism)
  • Kaku berpenampilan
  • Otot menjadi tegang
  • Berkeringatan
  • Mual
  • Pusing
  • Jantung berdebar
  • Napas sesak
Saatnya ke dokter

Merasa takut akan dinilai negatif atau dihakimi orang lain adalah hal wajar terjadi pada siapapun. Seseorang juga masih dianggap wajar bila sesekali menghindari keadaan yang membuat dirinya tidak nyaman, misalnya bertemu dengan orang asing.

Akan tetapi, coba konsultasikan dengan dokter atau psikolog apabila perasaan takut atau cemas disertai kondisi berikut:

  • Berlangsung lama (lebih dari 6 bulan)
  • Sudah mengganggu kegiatan sehari-hari
  • Mempengaruhi interaksi dengan orang lain
  • Mengganggu produktivitas kerja atau prestasi di sekolah

Diagnosis fobia sosial

Fobia sosial bisa didiagnosis apabila, dokter dan pasienelah melakukan tanya jawab tentang hal-hal berikut ini:

  • Pasien telah memperlihatkan gejala dan tanda
  • Waktu serta situasi ketika keluhan muncul
  • Penyakit yang pernah di alami atau pengobatannya
  • Kejadian masa lalu yang membuat malu

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mendapati adakah keluhan tersebut mengakibatkan gangguan fisik, seperti napas sesak atau jantung berdebar.

Jika dibutuhkan, dokter bisa melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti pemeriksaan rekam jantung.

Pengobatan fobia sosial

Fobia sosial bisa ditindak dengan menggunakan dua cara, yaitu psikoterapi dan pemberian obat-obatan, atau gabungan keduanya, seperti:

Psikoterapi

Terapi Kognitif atau psikoterapi adalah satu bentuk untuk menanggulangi fobia sosial. maksud dari terapi ini adalah untuk mengurangi perasaan cemas, dengan mempertemukan pasien dengan keadaan yang membuatnya cemas atau takut. Setelah itu, psikolog atau dokter akan memberikan jalan keluar untuk menghadapi keadaan tersebut.

Seiring dengan berjalannya waktu, rasa percaya diri pasien dipastikan akan meningkat ketika menghadapi situasi yang membuatnya takut, walaupun tidak ada dampingan.

Proses terapi perilaku kognitif bisa berlangsung hingga 12 minggu yang biasanya dilakukan berdua saja dengan psikiater atau berkelompok dengan pasien fobia sosial yang lainnya.

Disamping itu, dokter juga akan memberikan pemahaman kepada keluarga pasien terkait gangguan ini. Sehingga, keluarga bisa memberikan dukungan kepada pasien agar segera pulih.

Obat-obatan

Pemilihan obat antidepresan adalah pilihan utama untuk mengatasi fobia sosial. Jenis obat yang bisa digunakan antara lain:

  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRis), seperti paroxetine dan sertraline
  • Serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRI), seperti venlaxafine

Atau jenis obat-obatan lain yang bisa digunakan seperti:

  • Obat seperti benzodiazepine bisa mengurangi kecemasan secara cepat. Walaupun begitu, obat ini umumnya digunakan dalam waktu jangka pendek, karena dapat mengakibatkan kecanduan.
  • Obat antidepresan golongan lain yang akan
    diberikan oleh dokter bila pasien tidak memberi respons yang baik atau mengalami efek samping berat terhadap penggunaan SSRI atau SNRI.
  • Obat penghambat beta bertujuan memperbaiki gejala fisik yang timbul karena rasa takut atau cemas, seperti jantung berdebar. Obat yang diberikan, seperti propranolol.

Catatan: Keberhasilan pengobatan fobia sosial tidak selalu begitu cepat terlihat. Sekali waktu, pasien mesti mengonsumsi obat selama bertahun-tahun agar tidak terjadi kekambuhan. Supaya hasilnya maksimal, jalani pengobatan sesuai instruksi dokter dengan rutin, dan berdiskusi dengan dokter mengenai perkembangan kondisi penyakit.

Komplikasi fobia sosial

Apabila fobia sosial tidak segera ditangani, ini bisa mengakibatkan penderitanya mengalami kondisi seperti:

  • Rendah diri(tidak percaya diri)
  • Enggan berinteraksi dengan orang lain
  • Tidak tegas
  • Sensitif dengan kritikan

Hal demikian bisa mengganggu prestasi dan produktivitas penderita, apakah di sekolah maupun tempat kerja. Dan yang lebih parahnya lagi adalah, penderita bisa mengalami kecanduan alkohol, penyalahgunaan Narkotika dan zat bahaya lainnya, hingga percobaan bunuh diri.

Pencegahan fobia sosial

Hingga saat ini belum ada cara untuk mencegah gangguan kecemasan, termasuk fobia sosial. Akan tetapi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan guna menghindari akutan masalah ini. Apabila Anda mengalami fobia sosial, coba lakukan hal berikut:

  • Jauhkan penggunaan narkotika atau zat sejenisnya
  • Lakukan terapi relaksasi, seperti teknik pernapasan untuk menghentikan stres
  • Tantang diri untuk menghadapi situasi yang memicu cemas secara bertahap
  • Konsultasi dengan ahli psikolog atau dokter terkait metode pengobatan yang tepat bagi Anda