Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Peradangan

SIRS

SIRS (systemic inflammatory response syndrome) adalah kumpulan gangguan yang muncul ketika tubuh mengalami peradangan yang parah. Peradangan ini dapat terjadi karena penyakit yang lebih parah, cedera, atau komplikasi operasi. Jika tidak ditangani dengan baik, SIRS (systemic inflammatory response syndrome) dapat merusak banyak organ tubuh dan berpotensi fatal.

Saat tubuh terinfeksi oleh kuman, seperti bakteri atau virus, sistem kekebalan tubuh merespons dengan menimbulkan peradangan untuk membunuh kuman yang menyebabkan penyakit.

Peradangan juga dapat berasal dari luka atau cedera, selain dari infeksi. Tujuannya adalah agar luka sembuh dan terbentuk jaringan parut baru yang akan menutupinya.

Peradangan biasanya menimbulkan gejala ringan, seperti demam, nyeri, bengkak, dan ruam, tetapi pada SIRS, reaksi peradangan berlangsung sangat lama dan tidak terkendali, yang dapat merusak jaringan dan berbagai organ.

Penyebab SIRS

SIRS adalah reaksi peradangan yang tidak terkendali yang merusak banyak sel, jaringan, dan organ. Ini dapat menyebabkan cedera parah, perkembangan penyakit tertentu, atau komplikasi dari prosedur medis, seperti operasi.

SIRS dapat disebabkan oleh:

  • Infeksi seperti meningitis, sepsis pneumonia, atau selulitis
  • Reaksi alergi yang kuat
  • Pankreatik
  • Cedera berat, seperti yang disebabkan oleh luka bakar atau kesetrum
  • gangguan gangren
  • Syok, seperti hemoragik dan sindrom syok toksik
  • Gangguan aliran darah ke saluran pencernaan yang dikenal sebagai akut mesenteric ischemia
  • Ketoasidosis akibat diabetes
  • Kondisi Addison
  • Serangan jantung atau infark miokard
  • Epidermal nekrolisis toksik (NET)
  • Arthritis septik
  • Reaksi buruk setelah menerima transfusi darah

Selain itu, ada kemungkinan lebih besar bahwa Anda akan mengembangkan SIRS jika Anda mengalami kondisi berikut:

  • Usia kurang dari satu tahun atau usia lanjut
  • Daya tahan tubuh yang lemah, seperti akibat kemoterapi, HIV/AIDS, atau transplantasi organ
  • komplikasi setelah operasi, terutama operasi besar, dan efek samping dari obat bius
  • Diabetes, sirosis, gangguan tiroid, gagal ginjal, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah contoh penyakit kronis

Gejala SIRS

Gejala SIRS bisa sangat parah dan memburuk dalam waktu singkat. Keluhan-keluhan yang muncul akibat kondisi ini antara lain:

  • Mengalami demam dengan suhu tubuh di atas 38°C
  • Gelisah
  • Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh yang signifikan hingga di bawah 35°C
  • Takikardia adalah istilah untuk detak jantung yang sangat cepat
  • Nyeri yang sangat parah
  • Breathlessness
  • Kulit terlihat lebih pucat dan ada keringat dingin
  • Jarang buang air kecil
  • Seluruh tubuh terasa lemas
  • Penurunan kesadaran, seperti linglung dan koma
  • Pembengkakan dan kemerahan pada area tubuh yang terkena
Saatnya ke dokter

Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda mengalami gejala-gejala SIRS di atas, segera temui dokter atau ke rumah sakit terdekat karena kondisi ini merupakan kondisi medis darurat yang dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan kerusakan pada banyak organ.

Penanganan dini mungkin sangat penting untuk mencegah kerusakan banyak organ dan meningkatkan peluang kesembuhan.

Selain itu, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter jika Anda berisiko terkena SIRS. Konsultasi sejak dini, seperti melalui Chat Bersama Dokter, dapat membantu mengidentifikasi tanda awal, mendapatkan saran medis yang tepat, dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Diagnosis SIRS

Dokter akan melakukan wawancara dengan pasien atau orang yang mengantar pasien untuk mengetahui tentang SIRS. Pertanyaan yang diajukan termasuk:

  • Gejala yang dialami pasien serta durasi keluhan
  • Potensi sumber gejala
  • Penyakit yang diderita pasien sebelumnya atau saat ini
  • Pengalaman medis pasien, seperti mengonsumsi obat-obatan atau menjalani operasi

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap untuk mengidentifikasi SIRS, seperti suhu, detak jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah. Mereka juga dapat melakukan tes tambahan seperti:

  • Tes darah untuk menghitung jumlah sel darah putih, mengukur kadar asam laktat, dan menilai fungsi ginjal dan hati
  • Test tingkat oksigen darah untuk mengetahui tingkat oksigen dalam darah
  • Urinalisis untuk mengidentifikasi potensi gangguan metabolik, seperti diabetes
  • Kultur bakteri untuk mengidentifikasi jenis bakteri yang menginfeksi dari sampel cairan tubuh, nanah, atau luka
  • Untuk mengidentifikasi tanda-tanda gangguan atau kerusakan pada organ, lakukan pemeriksaan foto rontgen atau scan komputer tomografi (CT)

Pasien mungkin mengalami SIRS jika mereka memenuhi salah satu kriteria berikut:

  • Temperatur tubuh di atas 38°C atau di bawah 35°C
  • Lebih dari 90 denyut jantung per menit
  • lebih dari 20 kali pernapasan per menit
  • Tekanan parsial karbon dioksida (PaCO2) yang lebih rendah dari 32 mmHg
  • Jumlah leukosit (sel darah putih) kurang dari 4.000/mm3 atau lebih dari 12.000/mm3

Pengobatan SIRS

Pengobatan SIRS biasanya dilakukan di ICU atau unit perawatan intensif karena keluhan pasien sudah berat dan membutuhkan pengawasan dokter yang ketat.

Dokter dapat melakukan hal-hal berikut untuk menangani SIRS, tergantung pada penyebabnya dan seberapa parah kondisi pasien.

  • Pemberian cairan infus untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang dan mencegah tekanan darah turun terlalu rendah
  • pemberian antibiotik dalam kasus di mana SIRS disebabkan oleh infeksi bakteri
  • Pemberian vasopresor, obat yang meningkatkan tekanan darah, ketika seseorang mengalami syok
  • Pemberian kortikosteroid sebagai pengobatan peradangan
  • Insulin yang diberikan melalui infus untuk mengontrol gula darah saat diperlukan
  • Operasi, seperti menyembuhkan luka infeksi, mengangkat jaringan, atau memperbaiki organ yang rusak

Dokter akan menyarankan perawatan yang sesuai dengan kondisi pasien jika terjadi gagal organ. Contoh perawatan termasuk cuci darah untuk mengatasi gagal ginjal dan pemasangan alat bantu napas, juga dikenal sebagai ventilator, untuk mengatasi gagal napas.

Komplikasi SIRS

SIRS dapat berkembang menjadi sepsis berat atau syok sepsis yang mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, terutama jika disebabkan oleh infeksi.

Selain itu, SIRS dapat menyebabkan berbagai masalah serius lainnya, seperti:

  • Sindrom gangguan paru-paru akut (ARDS)
  • Ensefalopati tiba-tiba
  • Necrosis tubular akut menyebabkan kerusakan ginjal
  • thrombosis vein deep (DVT)
  • Faktor risiko pembekuan darah di seluruh tubuh yang tidak normal (DIC)
  • Rusaknya berbagai sel darah merah (hemolisis)
  • Adipositas metabolik
  • Trombositosis atau trombositopenia yang mengganggu jumlah trombosit
  • Insufisiensi adrenal akut adalah ketika kelenjar adrenal tidak menghasilkan cukup hormon, seperti hormon kortisol
  • Transaminase, atau peningkatan jumlah enzim transaminase dalam hati
  • Pneumonia
  • Death

Pencegahan SIRS

Pencegahan SIRS adalah dengan mengurangi risiko peradangan dan infeksi yang dapat menyebabkan kondisi ini. Caranya adalah dengan:

  • Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan setelah makan, serta setelah pergi ke toilet
  • Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan setelah makan, serta setelah pergi ke toilet
  • Menjaga jahitan operasi atau luka bersih dan kering setiap saat
  • Mendapatkan perawatan medis dan kontrol rutin jika menderita penyakit jangka panjang seperti diabetes
  • Melakukan gaya hidup sehat, seperti makan makanan yang bergizi, berolahraga secara teratur, dan menghindari merokok
  • Mencari pertolongan medis jika mengalami cedera parah atau tanda-tanda infeksi berat
  • Mengikuti jadwal vaksinasi yang ditetapkan oleh dokter