Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Tulang, Peradangan

Sindrom Cauda Equina

Ketika sekumpulan akar saraf (cauda equina) di bagian bawah saraf tulang belakang mengalami tekanan, itu disebut sindrom cauda equina, yang sangat berbahaya dan memerlukan pengobatan segera.

Akar saraf berfungsi sebagai penghubung antara otak dan organ tubuh bagian bawah, mengirim dan menerima sinyal sensorik dan motorik ke tungkai, kaki, dan organ panggul. Jika akar saraf tertekan, sinyal tersebut akan terputus, yang berdampak pada bagaimana bagian tubuh tertentu bekerja.

Jika sindrom cauda equina tidak ditangani segera, dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, inkontinensia urine dan tinja, serta disfungsi seksual. Bahkan terkadang, penanganan darurat tidak mampu mengembalikan fungsi tubuh secara keseluruhan penderita.

Penyebab Sindrom Cauda Equina

Komplikasi dari kondisi yang menyebabkan peradangan atau terjepitnya saraf di bagian bawah tulang belakang, yang dapat berupa kelainan, cedera, infeksi, perdarahan, atau tumor, dikenal sebagai sindrom cauda equina.

Herniasi diskus atau hernia nukleus pulposus (HNP), yaitu pergeseran pada bantalan tulang belakang, adalah salah satu kondisi yang paling umum menyebabkan sindrom cauda equina.

Sindrom cauda equina juga dapat disebabkan oleh kondisi berikut:

  • Peradangan atau infeksi tulang belakang
  • Stonosis spinal
  • Cedera tulang belakang bagian bawah yang signifikan, seperti yang disebabkan oleh kecelakaan, terjatuh, atau tertembak
  • Terlahir cacat
  • MAlformasi arteri vena
  • Tumor di belakang
  • Terjadi perdarahan di tulang belakang
  • gangguan tulang belakang
  • Penurunan kualitas hidup setelah operasi tulang belakang
  • Komplikasi ankylosing spondilitis

Faktor risiko sindrom cauda equina

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena sindrom cauda equina termasuk:

  • Lanjut usia
  • Keluarga memiliki sejarah herniasi diskus
  • memiliki berat badan yang berlebihan atau obesitas
  • Sering mendorong atau mengangkat benda berat
  • Mengalami cedera punggung yang disebabkan oleh jatuh atau kecelakaan

Gejala Sindrom Cauda Equina

Sindrom cauda equina memiliki gejala yang bervariasi dan berkembang secara bertahap. Penderita dapat mengalami masalah berikut:

1. Nyeri di punggung bawah, termasuk:

  • Nyeri di punggung bagian bawah yang terasa tajam dan menusuk
  • Nyeri di sepanjang panggul yang menjalar dari bokong ke tungkai, baik pada satu atau kedua tungkai (skiatika)
  • Rasa sakit atau mati rasa pada pangkal paha
  • hilangnya atau penurunan refleks anggota tubuh bagian bawah
  • Melemahkan otot tungkai

2. Masalah pencernaan, termasuk:

  • Inkontinensia pada tinja
  • Sulit untuk mengontrol keinginan untuk buang air besar
  • Susah buang air besar
  • Rasa tidak enak di anus

3. Masalah yang berkaitan dengan kandung kemih, seperti:

  • Tidak dapat buang air kecil, yang dikenal sebagai retensi urine
  • Penyakit inkontinensia urine
  • Menurunkan rasa sakit saat buang air kecil
  • tidak mampu mengontrol keinginan untuk buang air kecil
Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, Anda harus segera pergi ke rumah sakit karena sindrom cauda equina adalah kondisi darurat.

Seseorang harus diperiksa oleh dokter karena gejala sindrom cauda equina dapat mirip dengan gejala penyakit lain.

Diagnosis Sindrom Cauda Equina

Dokter akan menanyakan riwayat medis pasien dan keluarganya, serta menjelaskan gejalanya. Setelah itu, dia akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi keseimbangan, kekuatan, koordinasi, dan refleks pada tungkai dan kaki pasien.

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan mengajarkan pasien untuk duduk, berdiri, dan berjalan dengan menggunakan jari kaki (berjinjit) atau tumit. Mereka juga akan diminta untuk mengangkat kaki dalam posisi berbaring dan membungkuk ke depan, belakang, atau samping.

Untuk memastikan diagnosis, juga akan dilakukan beberapa tes pemindaian, seperti:

  • Melalui penggunaan suntikan cairan kontras dan foto Rontgen, mielografi digunakan untuk mengidentifikasi tekanan pada sumsum atau saraf tulang belakang
  • scanning tomography (CT) yang menggambarkan kondisi sumsum tulang belakang dan jaringan di sekitarnya dari berbagai sudut.
  • MRI dapat menghasilkan gambar lebih rinci dari sumsum tulang belakang, akar saraf, dan area sekitar tulang belakang
  • Elektromiografi digunakan untuk menilai dan merekam aktivitas listrik pada sel saraf dan otot.

Pengobatan Sindrom Cauda Equina

Dokter akan melakukan operasi pada area bantalan tulang belakang pada pasien yang didiagnosis dengan sindrom cauda equina untuk mengurangi tekanan di ujung saraf tulang belakang. Jika sindrom cauda equina disebabkan oleh herniasi diskus, operasi akan dilakukan untuk mengangkat materi yang menekan saraf.

Operasi harus dilakukan dalam waktu 24-48 jam setelah gejala muncul untuk menghindari kerusakan saraf dan cacat permanen.

Pasien akan dirawat setelah operasi. Beberapa hal yang dapat dilakukan setelah operasi adalah:

Obat-obatan

Pasien yang telah menjalani operasi mungkin mendapatkan beberapa jenis obat yang diberikan oleh dokter untuk meredakan atau mencegah kondisi lain yang mungkin mereka alami, seperti:

  • Kortikosteroid, untuk mengurangi peradangan
  • Pereda nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, atau oxycodone
  • Antibiotik untuk mengobati infeksi
  • Obat-obatan yang mengontrol kandung kemih dan usus, seperti tolterodine atau hyoscyamine
Radioterapi atau kemoterapi

Metode ini dapat digunakan sebagai pengobatan tambahan untuk sindrom cauda equina yang disebabkan oleh tumor tulang belakang setelah operasi.

Fisioterapi

Dokter akan menyarankan fisioterapi sebagai tindakan rehabilitasi medik untuk pasien yang mengalami kesulitan berjalan akibatnya.

Ingatlah bahwa fungsi tubuh pasien tidak bisa kembali normal secara instan karena kesembuhan kondisi ini bergantung pada tingkat kerusakan saraf yang dialami pasien. Mungkin butuh beberapa tahun untuk kembali normalnya fungsi kandung kemih dan usus.

Komplikasi Sindrom Cauda Equina

Jika sindrom cauda equina tidak ditangani segera, dapat menyebabkan beberapa komplikasi, yaitu:

  • Tubuh lumpuh secara permanen
    Jika tidak diobati, saraf yang tertekan dapat menyebabkan lumpuh permanen, terutama di tungkai.
  • Urine dan tinja yang tidak konsisten
    Kondisi ini muncul ketika tubuh mengalami kesulitan untuk mengontrol buang air kecil (inkontinensia urine) atau buang air besar (inkontinensia tinja) karena gangguan pada fungsi saraf.
  • Fungsi seksual bermasalah
    Terganggunya fungsi saraf di organ reproduksi, terutama pada pria, juga dapat disebabkan oleh sindrom cauda equina.
  • Depresi
    Kualitas hidup penderita dapat terpengaruh oleh kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, yang dapat menyebabkan depresi

Pencegahan Sindrom Cauda Equina

Salah satu cara terbaik untuk mencegah sindrom cauda equina adalah dengan melakukan pemeriksaan dan penanganan dini saat mengalami nyeri punggung bawah. Ini karena sindrom cauda equina sering muncul sebagai hasil dari trauma atau cedera yang tidak dapat diprediksi. Dengan cara ini, komplikasi akibat kondisi tersebut, termasuk sindrom cauda equina, dapat dicegah.

Untuk mencegah sindrom cauda equina, ada beberapa tindakan tambahan yang dapat dilakukan:

  • Infeksi tulang belakang dapat terjadi karena pemakaian jarum suntik bersama, jadi jangan gunakan NAPZA.
  • Agar terhindar dari kecelakaan, berkendara dengan hati-hati dan gunakan pengaman.
  • Jangan mengangkat barang yang terlalu berat.