Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Tenggorokan, Peradangan

Radang Tenggorokan

Iritasi yang terjadi pada tenggorokan disebut radang tenggorokan. Ini biasanya menyebabkan nyeri dan gatal di tenggorokan, batuk, sakit ketika menelan, dan suara serak. Banyak faktor dapat menyebabkan radang tenggorokan.

Radang tenggorokan, juga dikenal sebagai faringitis, ditandai dengan tenggorokan kering dan gatal, serta kemerahan atau bengkak pada amandel. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk infeksi virus dan bakteri, udara kering, alergi, dan paparan asap rokok dan polusi yang berlebihan.

Virus atau bakteri penyebab radang tenggorokan sangat mudah menular melalui udara, seperti melalui air liur yang dihirup oleh orang yang batuk.

Gejala radang tenggorokan biasanya muncul selama 2 hingga 5 hari setelah kuman masuk ke tubuh.

Dalam kebanyakan kasus, radang tenggorokan dapat disembuhkan sendiri dengan beristirahat yang cukup, menghindari udara kotor, dan mengonsumsi permen yang membantu melegakan tenggorokan.

Namun, jika gejala lain seperti sakit tenggorokan yang parah, sesak napas, kesulitan menelan, dan demam setinggi 38°C, dokter harus membantu.

Penyebab Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan dapat disebabkan oleh berbagai penyakit, termasuk infeksi virus atau bakteri dan penyakit lain. Penyebab faringitis adalah sebagai berikut:

Infeksi virus

Penyebab paling umum pada radang tenggorokan, adalah infeksi virus. Beberapa jenis virus tersebut adalah:

  • Virus flu.
  • Infeksi virus Epstein Barr
  • Virus varicella zoster (virus influenza).
  • Virus paramyxovirus
  • Coronavirus (juga dikenal sebagai SARS-CoV-2)
  • Coxsackie virus
  • Virus rhino
  • Adenovirus
Infeksi bakteri

Selain infeksi virus, infeksi bakteri juga dapat menyebabkan radang tenggorokan. Beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan radang tenggorokan di antaranya:

  • Streptococcus.
  • Staphylococcus
  • Chlamydia pneumoniae
  • Bakteri Mycoplasma pneumoniae
  • Neisseria gonorrhea
  • Klebsiella pneumoniae

Infeksi jamur Candida, selain virus dan bakteri, juga dapat menyebabkan radang tenggorokan.

Radang tenggorokan akibat infeksi jamur ini biasanya lebih sering terjadi pada orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah, seperti karena malnutrisi, HIV/AIDS, atau efek samping kemoterapi.

Kondisi noninfeksi

Beberapa masalah medis yang dapat menyebabkan radang tenggorokan adalah:

  • Reaksi alergi yang disebabkan oleh debu, makanan, bulu hewan, atau serbuk sari
  • Sering berada di tempat yang kering, seperti kamar dengan AC
  • Mengonsumsi makanan pedas atau minuman beralkohol, terpapar asap rokok dan polusi, dapat menyebabkan iritasi tenggorokan
  • Otot tenggorokan dapat tegang karena banyak berbicara dengan suara keras, berteriak, atau berbicara terlalu lama tanpa istirahat
  • Penyakit asam lambung yang akut (GERD)
  • tumor tenggorokan atau kanker

Faktor risiko radang tenggorokan

Semua orang dapat mengalami radang tenggorokan, tetapi orang-orang dengan beberapa faktor risiko berikut lebih rentan mengalaminya:

  • Berusia antara 3 dan 15 tahun
  • merokok secara teratur atau menjadi perokok pasif
  • Memiliki reaksi alergi
  • Mengalami sinusitis (infeksi sinus kronis) atau tonsilitis (radang amandel)
  • Sering beraktivitas atau bekerja di tempat yang ramai, seperti pusat penitipan anak, ruang kelas, pasar, atau stasiun
  • memiliki daya tahan tubuh yang lemah, seperti diabetes, kemoterapi, kortikosteroid, atau HIV/AIDS
  • Melakukan seks melalui mulut

Gejala Radang Tenggorokan

Gejala pada radang tenggorokan sangat beragam tergantung pada penyebabnya, tetapi berikut adalah beberapa keluhan yang paling umum yang disebabkan oleh kondisi ini:

  • Rasa sakit di tenggorokan
  • Gatal pada tenggorokan
  • Kesulitan untuk menelan
  • Suara menjadi serak bahkan hilang
  • Serangan batuk
  • Hidung berair atau mampet
  • Amandel yang kemerahan atau bengkak
  • Mata terasa gatal atau berair
  • Bercak putih di mulut
  • Mengalami muntah atau muntah
  • Demam
  • Sakit kepala kronis
  • Nyeri pada sendi atau otot
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang terletak di leher
  • Nafsu makan berkurang
Saatnya ke dokter

Jika rasa sakit tenggorokan Anda tidak membaik atau menjadi lebih parah selama satu minggu, Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Ini karena radang tenggorokan biasanya ringan dan akan mereda sendiri dalam beberapa hari dengan pengobatan sendiri.

Jika Anda mengalami gejala-gejala berikut bersamaan dengan radang tenggorokan, segera cari pertolongan medis.

  • Sakit yang sangat parah di tenggorokan
  • Sesak napas
  • Sulit untuk menelan
  • suhu tubuh lebih dari 38°C
  • Nyeri pada sendi
  • Rasa sakit di telinga
  • Dahak dan air liur berdarah
  • Lemas atau tidak mempunyai tenaga
  • Ruam merah di beberapa area tubuh
  • Suara yang tidak jelas selama lebih dari dua minggu
  • Bengkak di leher dan wajah

Diagnosis Radang Tenggorokan

Untuk mendiagnosis radang tenggorokan, dokter akan menanyakan beberapa hal kepada pasien:

  • Lamanya gejala yang dirasakan
  • Penyakit yang pernah dialami atau sedang dialami
  • Kontak dengan individu yang mungkin membawa bakteri atau virus yang menyebabkan radang tenggorokan

Selanjutnya, dokter akan memeriksa pasien dengan:

  • Lihat amandel dan tenggorokan Anda untuk pembengkakan, kemerahan, atau bercak putih
  • Periksakan saluran hidung dan telinga
  • Mengukur pembengkakan kelenjar getah bening dengan meraba leher
  • Memeriksa perut untuk mengetahui apakah ada pembesaran limpa, yang dapat menunjukkan mononukleosis
  • Memeriksa suara pernapasan menggunakan stetoskop

Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan penunjang berikut untuk memastikan diagnosis dan menemukan penyebab radang tenggorokan:

  • Untuk mengidentifikasi virus atau bakteri, sampel lendir tenggorokan diambil dan diperiksa di laboratorium
  • Cek hitung darah lengkap untuk mengidentifikasi sumber radang tenggorokan, seperti infeksi virus atau bakteri

Pengobatan Radang Tenggorokan

Penyebab radang tenggorokan menentukan pengobatannya. Infeksi virus menyebabkan radang tenggorokan biasanya membaik dalam 5 hingga 7 hari. Untuk membantu pemulihan, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Untuk meringankan sakit tenggorokan dan menghindari dehidrasi, minum setidaknya dua liter air putih setiap hari
  • Untuk membersihkan dan meredakan nyeri tenggorokan, kumur air garam hangat
  • Mengonsumsi makanan yang nyaman untuk tenggorokan Anda, seperti sup kaldu hangat, air lemon dengan madu, atau air jahe hangat
  • Hindari asap rokok, debu, dan polusi. Berhenti merokok juga
  • Jika udara di dalam ruangan terasa kering, gunakan pelembab udara
  • Istirahat cukup dan kurangi bersuara hingga gejala membaik
  • Mengulum es batu, tetapi tidak untuk anak-anak

Obat radang tenggorokan yang dapat Anda beli di apotek tanpa resep dokter juga dapat Anda gunakan di rumah:

Antiseptik

Untuk mengobati radang tenggorokan, beberapa obat antiseptik umum adalah:

  • Obat kumur seperti Hexadol, Minosep, atau Betadine Mouthwash and Gargle
  • Permen lozenges yang mengandung dequalinium chloride, seperti D-Cool, SP Troches Meiji, atau Degirol
  • Lozenges permen yang mengandung amylmetacresol, seperti yang ditemukan dalam Strepsils dan Betadine Lozenges
Pereda nyeri

Untuk mengatasi gejala radang tenggorokan, Anda dapat menggunakan obat pereda nyeri berikut:

  • Benzocaine spray, seperti Cooling 5 Plus
  • Benzydamine, seperti yang ditemukan dalam Tantum Verde Oral Rinse atau Tantum Lozenges
  • Ibuprofen dalam bentuk tablet atau sirup, misalnya Bufect atau Farsifen Forte

Jika metode di atas tidak menyembuhkan gejala radang tenggorokan Anda, Anda harus pergi ke dokter. Dokter dapat memberikan pengobatan untuk radang tenggorokan seperti berikut:

Antibiotik

Untuk mengobati radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya memberikan cefadroxil, amoxicillin, atau clindamycin sebagai jenis antibiotik.

Merek obat yang mengandung antibiotik ini termasuk Amoxsan Kapsul, Amoxsan Sirup Kering, dan Amoxsan Pediatric Drop, yang mengandung amoxicillin, Cefat Kapsul dan Cefat Sirup Kering, yang mengandung cefadroxil, dan Prolic Kapsul yang mengandung clindamycin.

Untuk membeli antibiotik, Anda perlu mendapatkan resep dokter, baik secara konvensional maupun digital, yang dapat Anda peroleh setelah berbicara dengan dokter melalui chat online.

Obat batuk

Obat batuk untuk radang tenggorokan harus disesuaikan dengan jenis batuk yang dialami pasien, apakah itu batuk berdahak atau batuk kering tanpa dahak.

Obat yang digunakan untuk mengobati batuk berdahak yang disebabkan oleh radang tenggorokan biasanya mengandung bahan mukolitik untuk mengencerkan dahak. Merek obat Fluimucil yang mengandung mukolitik adalah Fluimucil Kapsul, Fluimucil Sirup Kering, dan Fluimucil Granul untuk Anak-anak.

Obat antitusif, seperti noscapine, juga sering digunakan untuk mengobati batuk kering yang menyertai radang tenggorokan. Longatin Tablet dan Mercotin Drop adalah dua merek obat yang mengandung bahan ini.

Sebagian besar obat batuk harus diresepkan oleh dokter, tetapi ada juga obat batuk yang biasanya digunakan untuk mengatasi batuk berdahak yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Contohnya adalah Konidin OBH Sirup dalam botol dan OBH Combi Sirup dalam botol.

Antasida

Antasida adalah obat penetral asam lambung yang dapat digunakan untuk mengobati radang tenggorokan yang disebabkan oleh peningkatan asam lambung.

Antasida termasuk aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida. Merek obat yang mengandung kandungan ini termasuk Mylanta Tablet, Mylanta Cair, Sanmag Suspensi, dan Polysilane Tablet dan Suspensi.

Meskipun Anda dapat membeli obat-obatan ini tanpa resep dokter, Anda harus mematuhi aturan pakai yang tertera pada kemasan.

Komplikasi Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan dapat menyebabkan sejumlah komplikasi jika tidak ditangani:

  • Epiglotitis, peradangan katup pernapasan
  • Infeksi pada telinga
  • Infeksi tulang mastoid atau mastoiditis
  • Sinusitis, peradangan sinus
  • Abses, atau tumpukan nanah, di tenggorokan atau parafaring
  • Pneumonia
  • Reumatisme
  • Glomerulonephritis

Pencegahan Radang Tenggorokan

Pencegahan radang tenggorokan terdiri dari mencegah penyebaran kuman atau penyakit yang dapat menyebabkannya. Beberapa tindakan yang dapat diambil adalah:

  • Sangat penting untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum atau sesudah makan, membuang sampah, dan pergi ke toilet
  • Jangan menyentuh area wajah dengan tangan yang belum dibersihkan
  • Tidak berbagi makanan atau peralatan makan, pakaian, atau sikat gigi dengan orang lain
  • Membersihkan permukaan barang atau benda apa pun yang dapat menjadi sumber infeksi
  • Hindari berhubungan dengan individu yang mungkin sakit atau terinfeksi
  • Menjauhi rokok dan berhenti merokok.
  • Mengikuti jadwal vaksinasi influenza yang diberikan oleh dokter