Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Penyakit Saraf Motorik

Penyakit Saraf Motorik

Penyakit saraf motorik adalah ketika saraf rusak. Ini dapat menyebabkan penderitanya sulit berjalan, berbicara, bahkan bernapas.

Sistem saraf motorik atas terdiri dari otak dan sistem saraf motorik bawah terdiri dari sumsum tulang belakang.

Saraf motorik atas mengirimkan sinyal ke sumsum tulang belakang dari otak, sedangkan saraf motorik bawah mengirimkan sinyal ke seluruh saraf yang ada di otot.

Berbagai gerak otot, seperti berjalan, berbicara, menggenggam, menelan, dan bernapas, diatur oleh sinyal yang dikirim. Penderita penyakit saraf motorik atau gangguan motor neuron dapat mengalami kesulitan dalam melakukan berbagai aktivitas tersebut jika fungsi saraf ini terganggu.

Penyebab Penyakit Saraf Motorik

Penyebab penyakit saraf motorik bervariasi tergantung pada jenis sel saraf yang terpengaruh. Berikut ini adalah penjelasan tentang jenis-jenis penyakit saraf motorik dan penyebabnya:

1. Amyotrophic lateral sclerosis (ALS)

ALS, juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig, adalah gangguan saraf motorik yang menyerang saraf motorik atas dan bawah. Belum diketahui apa yang menyebabkan ALS, tetapi dikatakan bahwa ada hubungan antara genetika, keturunan, dan lingkungan yang tidak sehat.

2. Primary lateral sclerosis (PLS)

PLS adalah penyakit saraf motorik yang menyerang saraf motorik atas. Penyebab PLS pada orang dewasa belum diketahui. Namun, pada anak-anak, penyakit ini disebabkan oleh perubahan atau mutasi pada gen ALS2, yaitu gen penghasil protein yang diperlukan oleh sel saraf motorik atas untuk berfungsi dengan baik.

3. Progressive muscular atrophy (PMA)

PMA menyerang saraf motorik bawah. Penyebabnya masih belum diketahui. Namun, diketahui bahwa penyakit ini lebih sering terjadi pada pria.

4. Spinal muscular atrophy (SMA)

Kelainan pada gen SMN1, yaitu gen penghasil protein yang penting bagi kelangsungan hidup sel saraf motorik, menyebabkan SMA, yang menyerang saraf motorik bawah.

5. Progressive bulbar palsy (PBP)

Sarfa motorik bawah yang terhubung ke batang otak terkena PBP. Apa yang menyebabkan progressive bulbar palsy pada orang dewasa belum diketahui.

Dalam kasus anak-anak, PBP disebabkan oleh perubahan pada gen SLC52A. Fungsi SLC52A adalah mengarahkan tubuh untuk membuat protein yang diperlukan oleh saraf motorik bawah untuk berfungsi dengan baik.

6. Pseudobulbar palsy

Gangguan pada saraf yang membawa sinyal dari cerebral cortex ke area batang otak bagian bawah menyebabkan pseudobulbar palsy.

7. Penyakit Kennedy

Penyakit Kennedy adalah penyakit saraf motorik yang mempengaruhi saraf motorik bawah. Mutasi gen AR di kromosom X keturunan menyebabkan penyakit ini.

8. Sindrom pascapolio

Ketika sel saraf yang sudah lemah karena polio menjadi rusak karena penyakit lain atau penuaan, itu disebut sindrom pascapolio.

Faktor risiko penyakit saraf motorik

Meskipun penyakit saraf motorik dapat terjadi pada siapa saja, ada beberapa faktor yang dianggap meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dianggap meningkatkan risiko tersebut:

  • Berusia antara 40 dan 70 tahun
  • memiliki riwayat polio
  • Mengalami stroke, MS, atau gangguan saraf otak
  • memiliki sejarah penyakit saraf motorik

Gejala Penyakit Saraf Motorik

Gejala penyakit saraf motorik bervariasi tergantung pada bagian saraf motorik yang terkena dampak. Biasanya gejala muncul secara bertahap, membuat sulit untuk dikenali pada awalnya. Beberapa gejala yang biasa terjadi pada orang yang menderita penyakit saraf motorik adalah:

  • Mengalami kesulitan berbicara, mengunyah, dan menelan
  • Tertawa atau menangis tanpa sebab dan sulit dikontrol
  • Otot terasa tegang, kaku, dan sering berkedut tanpa kontrol
  • Penderita sering menjatuhkan barang karena genggaman tangannya lemah
  • Penderita memiliki tungkai yang melemah, yang membuatnya sulit berjalan dan sering terjatuh
  • Gagal napas adalah hasil dari masalah pernapasan yang berisiko
Saatnya ke dokter

Periksakan diri Anda segera ke dokter jika Anda mengalami gejala di atas, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit saraf motorik dalam keluarga Anda. Anda dapat melakukan aktivitas dengan lebih baik meskipun menderita penyakit ini dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Diagnosis Penyakit Saraf Motorik

Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien dan keluarganya sebelum melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan saraf.

Tujuan dari pemeriksaan saraf adalah untuk mengukur fungsi sensorik dan motorik pasien, serta kemampuan penglihatan, mendengar, dan berbicara, keseimbangan tubuh, fungsi saraf, koordinasi gerak, kondisi mental, dan perubahan dalam perilaku dan mood mereka.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan pasien mengalami gejala penyakit saraf motorik, seperti:

  • Elektromiografi (EMG), yang mengukur aktivitas listrik otot saat beraktivitas dan beristirahat untuk mengidentifikasi kelainan pada saraf motorik bagian bawah
  • Tes konduksi saraf digunakan untuk mengukur kecepatan gerak sinyal listrik melalui saraf tubuh dan menghilangkan gejala neuropati perifer
  • Uji sampel darah untuk mengukur kreatin kinase, yaitu protein yang diperlukan untuk membentuk kontraksi otot
  • Cek cairan serebrospinal (cairan otak dan tulang belakang) untuk mengidentifikasi gejala peradangan atau infeksi
  • Pemindaian magnetic resonance imaging (MRI), untuk mengetahui kondisi umum organ pasien
  • Pengambilan sampel jaringan otot atau saraf dikenal sebagai biopsi untuk mengukur tingkat kerusakan otot
  • Cek genetik dilakukan untuk mengidentifikasi kelainan pada gen

Pengobatan Penyakit Saraf Motorik

Meskipun belum ada pengobatan untuk penyakit saraf motorik (PSM), dokter dapat melakukan beberapa hal untuk meredakan gejala dan menekan tingkat keparahan kondisi.

Dokter dapat menangani pasien dengan memberikan obat-obatan, antara lain:

  • Edaravone, untuk mencegah ALS
  • Untuk menghindari kerusakan saraf motorik yang lebih parah, gunakan riluzole
  • Nurinersen, untuk meningkatkan kadar protein SMN pada pasien yang mengalami atrofi otot spinal
  • Obat untuk meredakan kaku otot, seperti baclofen, tizanidine, dan benzodiazepine
  • Toxin botulinum, yang digunakan untuk mengurangi kekakuan otot dan mengurangi ngiler

Dokter mungkin tidak hanya memberikan obat-obatan, tetapi mereka juga dapat menyarankan beberapa metode pengobatan berikut:

  • untuk memperbaiki postur tubuh, mencegah kaku pada sendi, memperlambat perkembangan penyakit, dan meningkatkan kemampuan mengunyah, menelan, dan berbicara melalui terapi fisik (fisioterapi, terapi okupasi, atau terapi wicara)
  • penggunaan alat bantu napas untuk mencegah apnea tidur pada malam hari dan membantu pasien yang mengalami kesulitan bernapas karena melemahnya otot pernapasan
  • Pemasangan selang makan dan pengaturan pola makan untuk membantu pasien menelan

Komplikasi Penyakit Saraf Motorik

Penyakit saraf motorik adalah kondisi yang dapat memburuk seiring waktu, dan beberapa komplikasi yang mungkin terjadi sebagai hasilnya adalah:

  • Menyembelit
  • Infeksi yang terjadi di saluran kemih
  • Malnutrisi sebagai akibat dari masalah makan
  • Skoliosis
  • Atrofi otot
  • Pneumonia, yang disebabkan oleh infeksi atau aspirasi
  • Depresi
  • Gagal napas
  • Kelumpuhan
  • Kematian

Pencegahan Penyakit Saraf Motorik

Seperti yang disebutkan sebelumnya, sebagian besar penyakit saraf motorik tidak memiliki penyebab yang diketahui. Akibatnya, sulit untuk mencegah penyakit ini.

Namun, dengan melakukan tes genetik, Anda dapat mengetahui seberapa besar kemungkinan Anda akan menderita penyakit saraf motorik jika Anda memiliki riwayat penyakit tersebut di keluarga Anda.