Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Obesitas

Kegemukan (Obesitas)

Kegemukan (Obesitas)

Kegemukan alias obesitas adalah penumpukan lemak yang tidak normal atau berlebihan dalam tubuh. Jika dibiarkan, ada berbagai risiko penyakit yang mengintai Anda, seperti penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan terbesar masyarakat di seluruh dunia. Selain menyebabkan masalah kesehatan, keadaan ini juga dapat memicu gangguan psikologis, seperti stres dan depresi.

Kegemukan berbeda dengan kelebihan berat badan (overweight). Overweight adalah kondisi kenaikan berat badan berlebih. Kondisi ini bukan hanya disebabkan oleh lemak yang berlebih, melainkan juga massa otot atau cairan dalam tubuh.

Kabar baiknya, masalah kegemukan ini dapat diatasi dengan perubahan pola makan, rutin berolahraga, dan perilaku hidup sehat. Selain pola makan, obat-obatan dan prosedur medis juga bisa menjadi cara mengobati obesitas.

Seberapa umum kondisi ini

Obesitas adalah masalah kesehatan yang dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Dilansir dari WHO, lebih dari 1,9 miliar orang dewasa seluruh dunia (di atas 18 tahun) mengalami kelebihan berat badan.

Dari jumlah di atas, ada sekitar 650 juta orang dewasa yang mengalami kegemukan. Artinya, sekitar 13% dari populasi orang dewasa di dunia (11% pria dan 15% wanita) yang mengalami obesitas pada tahun 2016 secara keseluruhan.

Menurut hasil Riskesdas tahun 2013, terdapat peningkatan prevalensi obesitas pada masyarakat di Indonesia berusia di atas 18 tahun dari 11,7% menjadi 15,4%.

Tingginya persentase tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko. Itu sebabnya, sebaiknya Anda diskusikan dengan dokter untuk penjelasan lebih lengkap.

Tanda-tanda & gejala

Apa tanda dan gejala obesitas? Obesitas tidak memiliki gejala yang pasti. Namun, dokter akan mendiagnosis kondisi ini ketika indeks massa tubuh (IMT) Anda 30 atau lebih. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menentukan apakah seseorang termasuk obesitas atau tidak, yakni dengan mengukur:

  • Body Mass Index (BMI)
  • Lingkar pinggang
  • Rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP)
  • Tebal lipatan kulit menggunakan alat ukur yang bernama skinfold
  • Kadar lemak tubuh dengan alat bioelectrical impedance analysis (BIA)

Bagi kebanyakan orang, mengukur BMI adalah cara yang paling mudah untuk memperkirakan lemak dalam tubuh. Namun, cara ini tidak langsung mengukur lemak.

Hal ini yang membuat sebagian orang yang berotot mungkin saja memiliki BMI yang termasuk kategori obesitas. Akan tetapi, mereka tidak memiliki lemak tubuh berlebih.

Rumus perhitungan BMI

Rumus dari perhitungan BMI meliputi: BMI = berat badan (kg) / (tinggi (m) x tinggi (m)

Bila angka BMI lebih besar dari 25, Anda mungkin termasuk kelebihan berat badan. Jika angkanya mencapai 30 atau lebih, artinya Anda termasuk ke dalam kategori obesitas.

Jika cara manual terasa sulit, cek BMI secara otomatis di sini. Pasalnya, Anda tidak akan mendapatkan angka yang akurat, sehingga bisa meningkatkan risiko penyakit berbahaya.

Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar gejala obesitas, silakan konsultasikan dengan dokter untuk memahami solusi yang tepat.

Kapan saya harus ke dokter?
Bila Anda khawatir terkait masalah kesehatan yang terkait dengan berat badan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apa saja risiko yang dapat terjadi dan berdiskusi cara menurunkan berat badan sesuai kondisi Anda.

Penyebab dan Faktor Risiko

Apa penyebab obesitas?
Penyebab utama dari obesitas adalah energi yang tidak seimbang antara kalori yang masuk dengan kalori yang dikeluarkan. Penumpukan kadar yang berlebihan ini dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Faktor-faktor tersebut yang nantinya dapat menyebabkan seseorang mengalami kegemukan.

Faktor-faktor risiko dari obesitas

Lazimnya, obesitas adalah hasil dari kombinasi penyebab dan faktor risiko. Berikut ini sederet faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kegemukan.

  1. Genetik
    Genetik atau faktor keturunan adalah salah satu faktor terbesar yang dapat memicu obesitas. Anak dari orangtua yang mengalami kondisi ini lebih berisiko dibandingkan anak dengan orangtua yang memiliki berat badan ideal.

    Hal ini dikarenakan gen yang diwarisi dari orangtua dapat memengaruhi jumlah lemak tubuh yang bisa disimpan dan tempat lemak didistribusikan.

  2. Gaya hidup tidak sehat
    Tidak hanya dari keluarga, faktor lainnya yang bisa menjadi pemicu obesitas juga bisa berasal dari sendiri, yakni gaya hidup yang tidak sehat, seperti:

    diet tinggi kalori, kurang konsumsi buah dan sayur, sering makan makanan cepat saji, kurang tidur, minum minuman berkalori tinggi (alkohol)

  3. Penggunaan obat-obatan tertentu
    Banyak obat, baik dengan maupun tanpa resep dokter, bisa memicu efek samping berupa kenaikan berat badan.  Obat antidepresan, obat diabetes, antipsikotik, obat anti kejang, steroid, dan penghambat beta.
  4. Usia
    Terlepas dari berapa pun usia penderitanya. Semua golongan usia bisa menderita obesitas.  Namun, seiring dengan bertambahnya usia, perubahan hormon dan gaya hidup yang kurang aktif dapat berisiko terhadap penyakit ini.

    Jumlah otot pada tubuh cenderung menurun yang bisa memicu penurunan metabolisme. Perubahan ini mengurangi kebutuhan kalori dan membuat Anda sulit untuk menurunkan berat badan.

  5. Stres
    Bagi Anda yang sering mengalami stres mungkin perlu berhati-hati. Pasalnya, Anda cenderung lebih banyak makan ketika stres untuk memperbaiki suasana hati, terutama makanan manis.

    Tanpa Anda sadari, konsumsi makanan pada saat seperti itu dapat membuat Anda makan lebih banyak. Akibatnya, penumpukan kalori, gula, dan lemak dalam tubuh pun tidak dapat dihindari. Alhasil, berat badan pun naik.

  6. Berhenti merokok
    Banyak orang yang berhenti merokok mengeluhkan kenaikan berat badan yang sangat mungkin berisiko terhadap obesitas. Hal ini mungkin terjadi karena ketika berhenti merokok, makan adalah cara mengalihkan keinginan untuk merokok.
Komplikasi

Bahaya komplikasi obesitas?
Bila obesitas tidak segera ditangani, ada sejumlah penyakit serius yang mengintai para penderitanya. Berikut bahaya dari kegemukan yang perlu Anda waspadai.

Diabetes tipe 2
Orang yang mengalami obesitas berisiko terhadap diabetes tipe 2. Hal ini dipicu oleh penumpukan lemak tersebut dapat memengaruhi fungsi insulin untuk mengontrol kadar gula darah.

Osteoarthritis
Selain diabetes, kegemukan juga dapat menyebabkan osteoarthritis. Masalahnya, obesitas meningkatkan tekanan pada sendi yang menahan beban. Faktor ini yang nantinya memicu komplikasi seperti osteoartritis.

Stroke dan penyakit jantung
Tekanan darah dan kadar kolesterol yang tinggi juga kerap dialami oleh orang yang mengalami kegemukan. Kedua hal tersebut menjadi faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

Masalah kesehatan lainnya

Selain ketiga penyakit di atas, ada beberapa masalah kesehatan lainnya yang bisa terjadi akibat seseorang mengalami obesitas, seperti:

Penyakit pencernaan, seperti heartburn dan gangguan fungsi hati, kanker, seperti kanker rahim, kanker serviks, dan kanker lainnya, infertilitas, dan
sleep apnea.

Diagnosis dan Pengobatan

Selain mengukur indeks massa tubuh (IMT), dokter akan menggunakan cara lainnya untuk mendiagnosis obesitas, seperti:

Riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, mengukur lingkar pinggang, dan
pemeriksaan darah, meliputi tes kolesterol hingga tes fungsi hati.

Cara mengobati obesitas

Tujuan dari pengobatan obesitas adalah menurunkan berat badan hingga mencapai kategori ideal dan mempertahankannya. Berat badan ideal dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan mengurangi risiko komplikasi. Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan ahli diet atau dokter spesialis untuk memahami bagaimana mengubah kebiasaan makan.

Berikut ini ada sejumlah cara yang direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi obesitas.

Perubahan pola makan

Salah satu cara mengatasi obesitas yang paling penting adalah mengubah kebiasaan makan. Anda mungkin perlu bantuan dari dokter atau ahli gizi untuk mengetahui berapa banyak kadar kalori yang dibutuhkan sesuai kondisi.

Melakukan erubahan pola makan yang drastis, seperti diet ketat, tidak dapat membantu Anda menjaga berat badan berlebih dalam jangka panjang.
Itu sebabnya, Anda perlu program penurunan berat badan khusus untuk meningkatkan peluang tersebut.

Berikut perubahan pola makan untuk mengatasi kegemukan:

  • Mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi
  • Makan dalam porsi yang besar tetapi dengan kalori yang sedikit
  • Perbanyak sumber protein nabati
  • Kurangi protein hewani, garam, dan gula tambahan, dan batasi makanan tertentu, seperti karbohidrat dan lemak
  • Lebih banyak berolahraga

Olahraga

Anda juga perlu lebih banyak bergerak untuk membakar kalori yang masuk ke dalam tubuh. Para penderita obesitas disarankan untuk berolahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit.

Bila ingin menurunkan berat badan secara signifikan, Anda mungkin bisa beraktivitas fisik selama 300 menit atau lebih dalam seminggu. Jika sudah terbiasa, Anda bisa meningkatkan durasi waktu ketika daya tahan tubuh ikut meningkat.

Ada banyak jenis aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk penderita obesitas, seperti:

Berjalan atau jogging, sepeda statis, dan aktivitas sederhana, seperti berkebun dan membersihkan rumah.

Obat penurun berat badan dari dokter

Pada dasarnya, menurunkan berat badan yang paling baik adalah perubahan pola makan dan berolahraga. Namun, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun berat badan pada situasi tertentu.

Obat penurun berat badan biasanya digunakan bersama dengan pola makan, olahraga, dan terapi perilaku. Tujuannya adalah membantu pasien menjalani diet rendah kalori dengan menghentikan rasa lapar.

Beberapa obat yang disebut anti obesitas ini antara lain:

  • Orlistat (Alli, Xenical)
  • Phentermine and topiramate (Qsymia)
  • Bupropion and naltrexone (Contrave)
  • Liraglutide (Saxenda, Victoza)
  • Operasi

Pembedahan (operasi)

Apabila berat badan 100 persen di atas berat badan ideal atau BMI melebihi 40 dan gagal menerapkan metode yang disarankan, operasi mungkin akan dilakukan. Ada sejumlah jenis operasi yang ditujukan untuk mengatasi kegemukan, seperti:

Operasi lambung, operasi lengan lambung, dan prosedur pada wilayah perut.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter demi mendapatkan solusi yang tepat untuk Anda.