Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kulit

Cacar Air; Varicella Simplex

Pengertian cacar air

Cacar air adalah penyakit infeksi yang diakibatkan oleh virus varisela zoster. Maka dari itu penyakit ini dikenal juga dengan istilah varisela. Sama hal nya dengan penyakit lain yang juga disebabkan oleh virus, cacar air bisa sembuh dengan sendirinya (self limiting disease).

Cacar air biasanya diderita oleh anak-anak di bawah usia 10 tahun. Akan tetapi, pada beberapa kasus, orang dewasa juga bisa menderita penyakit ini. Malahan orang dewasa, cenderung gejalanya lebih berat daripada anak-anak.

Umumnya, dalam hidup seorang, Ia hanya akan menderita cacar air hanya satu kali. Tetapi begitupun, tidak tertutup kemungkinan Kamu akan terkena lebih dari satu kali. Namun apabila itu terjadi, yang menyerang bukan lagi cacar air akan tetapi shingles atau cacar api.

Ciri-ciri cacar air adalah timbulnya bintil kemerahan berisi air dan terasa gatal. Lewat beberapa hari, bintil mulai mengering juga terkelupas. Bintil cacar air umumnya timbul pada wajah, kulit kepala, punggung, dada, perut, lengan, dan kaki.

Diagnosis cacar air

Untuk mendiagnosis cacar air tidak mesti melalui tes atau pemeriksaan darah. Diagnosis bisa dibuat dengan memperhatikan gejala klinis seseorang. Untuk para ibu hamil atau yang sedang menyusui, ada baiknya secepatnya berkonsultasi dengan dokter bila mengalami gejala cacar air. Virus cacar air yang diderita ibu hamil dapat menjangkitkan janin yang dirahimnya dan mengakibatkan kelainan pada bayi ketika lahir. Diagnosis yang cepat dan tepat juga penanganannya dapat mengurangi risiko komplikasi.

Bila dianggap perlu, dokter juga bisa melakukan tes darah untuk menentukan cacar air. Pemeriksaan laboratorium untuk mendukung diagnosis varisela adalah pemeriksaan Ig G Elisa virus varicela. Bila tubuh Kamu memiliki antibodi virus cacar air, berarti Kamu aman dari serangan penyakit tersebut.

Gejala pada cacar air

Terdapat beberapa gejala cacar air. Gejala utama yang bisa kita tandai adalah demam yang disertai dengan timbulnya ruam merah. Ruam merah tersebut lalu berubah menjadi bintil berisi air dengan bentuk dan tekstur yang gampang ditandai. Keadaan ini biasanya akan diikuti dengan gejala lainnya seperti sakit otot dan sakit kepala.

Setelah ruam merah muncul, Kamu akan merasakan gatal. Perlu diketahui sebenarnya tidak semua penderita cacar air mengalami gejala ruam yang sama. Ada yang mengalaminya hingga sekujur tubuh (sampai area mulut, telinga, dan bokong). Tetapi ada juga yang hanya di bagian tubuh tertentu saja misalnya kulit kepala, wajah, lengan, dan kaki.

Berikut adalah kategori perubahan ruam merah:

  • Ruam akan berubah menjadi bintil dan gatal
  • Umumnya bintil berisi cairan, mempunyai dinding tipis, dan mudah pecah
  • Beberapa hari berlalu, bintil akan mengering lalu dengan sendirinya mengelupas
  • Munculnya bintil umumnya tidak selalu berbarengan. Begitu juga ketika mengering dan terkelupas. Mungkin saja ada bintil yang mengering dan terkelupas, bisa jadi pada bagian lain masih ada yang belum kering. Biarkan bintil pecah dengan sendirinya. Bila Kamu pecahkan, kemungkinan terjadi risiko infeksi sekunder akan lebih besar.
  • Rasa gatal yang timbul dari bintil cacar air acap sekali membuat penderitanya tak kuat. Tapi cobalah untuk bisa menahan diri adar tidak menggaruknya. Sebab garukan pada bintil bisa menyebabkan kulit infeksi atau memicu timbulnya luka parut (scar) setelah sembuh.

Pada penderita dengan usia remaja dan dewasa, umumnya gejala yang timbul lebih parah dibanding pada anak-anak. Orang dewasa yang mengalami cacar air juga berisiko tinggi terkena komplikasi. Bila Kamu berumur di atas 12 tahun, sedang hamil, atau mempunyai antibodi tubuh yang lemah, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar cepat ditangani dengan tepat dan dapat menangkal terjadinya komplikasi.

Pengobatan cacar air

Penyakit cacar air sering dianggap tidak membahayakan jiwa. Akan tetapi ada sebagian dari penderita cacar air mengalami keadaan yang lebih parah. Dari beberapa kasus, ada yang terjadi komplikasi seperti susah bernapas, kulit di seputaran bintil terlihat merah, seperti gejala infeksi. Selain dari itu juga bisa terjadi gejala dehidrasi seperti mulut kering dan jarang buang air kecil.

Dalam penanganan cacar air bisa bergantung dari beberapa kondisi, seperti:

  • Umur
  • Kesehatan
  • Periode terpapar virus
  • Fase keparahan gejala yang timbul

Biasanya, pesakitan cacar air hanya butuh penanganan di rumah. Hal-hal yang harus diperhatikan ialah istirahat dengan cukup dan melakukan usaha supaya sistem antibodi meningkat. Yaitu dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Penting juga untuk menjaga kebersihan kulit dengan mandi dan keringkan tubuh secara perlahan menggunakan handuk.

Pengobatan cacar air yang dilakukan biasanya bermaksud untuk meredakan gejala juga menjaga kebersihan kulit agar tidak mudah terkena infeksi sekunder. Sementara itu, untuk menekan rasa gatal pada bintil cacar air, Kamu bisa melumuri lotion kalamin atau mengonsumsi obat antihistamin.  Akan tetapi pastikan terlebih dahulu Kamu sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum memberi antihistamin kepada anak-anak.

Pengobatan dan Pencegahan

Awasi demam yang timbul ketika sedang terserang cacar air. Demam adalah reaksi umum tubuh ketika sedang terjadi infeksi. Tubuh akan menaikkan suhunya, guna membunuh bakteri dan virus penyebab sakit. Konsumsilh obat penurun demam bila Anda merasa tidak nyaman.

Setelah itu, pastikan Kamu merawat dengan tepat luka cacar air guna mengurangi risiko infeksi bakteri. Dan langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Bersihkan kulit menggunakan air dan sabun yang lembut
  • Jaga kebersihan tangan dengan rutin mencucinya
  • Pastikan kuku tetap pendek agar tidak melukai kulit saat tidak sengaja menggaruk
  • Upayakan agar pakaian tetap kering dan bersih
  • Jangan beraktifitas di luar rumah, agar cacar air tidak menyebar, sampai semua bintil mengering dan mengelupas.
  • Umumnya penyakit ini membutuhkan massa kira-kira 10 hari setelah gejala pertama muncul. Jauhkn kontak langsung dengan mereka yang belum mendapat perlindungan vaksinasi cacar air.

Penyebab cacar air

Penyebab penyakit cacar air atau varicella simplex merupakan virus varisela zoster. Virus ini mudah menular dengan cepat. Penyakit ini menyebar lewat udara. Penularannya bisa terjadi lewat:

  • Bersentuhan dengan penderita
  • Tersentuh cairan tubuh penderita lewat batuk atau bersin
  • Memegang barang yang sebelumnya sudah kontak dengan penderita, seperti baju kotor atau seprai.
  • Anda harus mewaspadai cacar air setelah 1-2 hari sebelum ruam merah muncul sampai 7 hari setelahnya atau bintil benar-benar kering dan mengelupas.

Ini adalah faktor yang bisa meningkatkan risiko Kamu terkena cacar air:

  • Belum pernah sama sekali terkena cacar air
  • Belum di vaksin cacar air, terutama ibu hamil
  • Satu ruangan dengan penderita cacar air lebih dari 1 jam
    Antibodi yang lemah
  • Satu rumah bersama anak-anak berusia di bawah 10 tahun