Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Infeksi, Kulit, Virus

Rubella

Rubella adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan ruam merah pada kulit. Campak akan berbeda dengan rubella, meskipun keduanya menyebabkan ruam kulit yang kemerahan. Rubella dan campak memiliki virus yang berbeda, dan keduanya memiliki gejala yang lebih ringan.

Rubella dapat membahayakan ibu hamil, terutama pada trimester pertama, walaupun tergolong ringan. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan keguguran. Bayi dapat tuli, menderita katarak, atau mengalami kelainan jantung jika kehamilan berlanjut.

Akibatnya, penting untuk melakukan pemeriksaan kekebalan tubuh terhadap rubella saat merencanakan kehamilan.

Penyebab Rubella

Infeksi virus Rubella menular dari satu orang ke orang lain, menyebabkan rubella, atau campak Jerman, ketika seseorang menghirup percikan air liur orang lain yang batuk atau bersin.

Selain itu, virus rubella dapat menular dari ibu hamil ke janin melalui aliran darah. Selain itu, seseorang dapat tertular rubella melalui kontak langsung dengan air liur penderita.

Seseorang yang terinfeksi rubella dapat menyebarkan virus kepada orang lain dalam waktu 1–2 minggu sebelum gejala pertama muncul dan hingga 7 hari setelah ruam menghilang. Orang-orang ini kadang-kadang tidak mengalami gejala sama sekali, tetapi tetap dapat menularkan virus kepada orang lain.

Gejala Rubella

Gejala utama rubella adalah ruam merah, yang muncul dalam dua hingga tiga minggu setelah terpapar virus Rubella. Ruam ini mulai di wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh, biasanya dengan rasa gatal yang berlangsung selama tiga hari.

Beberapa gejala lain yang dapat terjadi selain ruam adalah:

  • Demam
  • Batuk
  • Hidung tersumbat,  akibat plek
  • Mata merah, atau konjungtivitis
  • Kepala sakit
  • Sakit kerongkongan
  • Sakit sendi, terutama pada remaja putri
  • Pembengkakan kelenjar getah bening menyebabkan benjolan yang muncul di sekitar telinga dan leher

Rubella memiliki gejala yang biasanya ringan sehingga sulit untuk dideteksi. Namun, virus akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu lima hingga tujuh hari.

Pada hari pertama hingga kelima setelah ruam, Anda paling cenderung menularkan penyakit ini pada orang lain.

Saatnya ke dokter

Periksakan diri Anda segera ke dokter jika Anda atau anak Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas. Ini juga berlaku jika Anda pernah bersentuhan dengan penderita rubella atau merasa telah terpapar virus Rubella.

Wanita hamil harus waspada terhadap rubella. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi telinga dan pembengkakan otak, jadi segera pergi ke dokter jika Anda memiliki gejala lain seperti sakit kepala yang terus menerus, nyeri di telinga, dan kaku di leher.

Diagnosis Rubella

Dokter akan melakukan tes darah untuk menemukan antibodi rubella karena ruam kemerahan pada rubella mirip dengan beberapa penyakit kulit lain.

Keberadaan antibodi rubella dalam darah dapat menunjukkan bahwa seseorang sedang atau pernah terinfeksi rubella, tetapi juga dapat menunjukkan bahwa pasien pernah diberi vaksinasi rubella. Oleh karena itu, untuk memastikan diagnosis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan kultur virus.

Pengobatan Rubella

Pengobatan rubella di rumah cukup mudah karena gejalanya ringan. Dokter akan memberikan paracetamol untuk meredakan nyeri dan demam jika diperlukan, dan menyarankan pasien untuk banyak beristirahat di rumah agar virus tidak menyebar ke orang lain.

Dokter akan meresepkan hyperimmune globulin untuk melawan virus pada ibu hamil yang menderita rubella. Meskipun antivirus ini dapat mengurangi gejala, mereka tidak dapat mencegah bayi menderita sindom rubella kongenital, yang menyebabkan kelainan lahir.

Komplikasi Rubella

Rubella adalah infeksi ringan yang biasanya hanya terjadi sekali seumur hidup. Namun, bagi orang yang belum divaksinasi dan ibu hamil, infeksi ini dapat menyebabkan keguguran atau sindrom rubella kongenital pada janin.

Lebih dari 80% bayi yang terinfeksi rubella pada trimester pertama kehamilan menderita sindrom rubella kongenital. Sindrom rubella kongenital sangat berbahaya karena dapat menyebabkan cacat lahir seperti berikut:

  • Pekak atau Tuli
  • Katarak
  • Penyakit jantung yang diturunkan
  • Pertumbuhan terlambat
  • penyakit hati dan limpa
  • Lahir dengan berat badan rendah
  • Mucul ruam pada kulit

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat sindrom rubella kongenital juga dapat terjadi pada kasus yang jarang:

  • Glaukoma
  • Kerusakan pada otak
  • Rasa sakit di paru-paru
  • Stres hormonal

Pencegahan Rubella

Dosis vaksin MMR atau MR dapat mencegah rubella. Selain mencegah rubella, vaksin MMR juga dapat mencegah gondongan dan campak. Diperkirakan, satu dosis vaksin MMR memiliki efektivitas mencegah rubella sekitar 97%.

Sangat disarankan untuk menerima vaksin MMR dua kali, pertama kali pada usia 12–15 bulan dan kedua kali pada usia 4–6 tahun. Namun, bagi mereka yang belum pernah menerima vaksin ini sebelumnya, vaksin dapat diberikan kapan saja.

Dokter akan memberian tes TORCH pada wanita yang merencanakan kehamilan. Apabila hasilnya menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki kekebalan terhadap rubella, dokter akan diberikan vaksin MMR, yang harus diberikan setidaknya satu bulan kemudian. Namun, perlu diingat bahwa vaksin ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil.