Patah tulang rusuk adalah retak atau patah pada tulang rusuk atau tulang iga yang perlu ditangani segera untuk menghindari komplikasi yang dapat terjadi akibat patahan tulang rusuk yang dapat menusuk pembuluh darah besar, paru-paru, atau jantung.
Tiga belas pasang tulang rusuk berfungsi untuk membentuk rongga dada, melindungi organ-organ di dalamnya, dan membantu paru-paru mengembang selama proses pernapasan.
Patah tulang rusuk terjadi ketika benturan keras terjadi pada area dada. Nyeri di dada ketika menarik atau mengembuskan napas adalah gejalanya.
Penyebab Patah Tulang Rusuk
Seperti yang disebutkan sebelumnya, benturan keras pada bagian dada dapat menyebabkan patah tulang rusuk. Kondisi-kondisi berikut dapat menyebabkan patah tulang rusuk:
- Kecelakaan yang terjadi saat berkendara
- Terjatuh
- Tindakan agresif
- Hantaman langsung pada dada yang terjadi selama olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti rugby
- Batuk yang sangat parah, seperti batuk rejan
Kondisi berikut meningkatkan kemungkinan patah tulang rusuk:
- Bermain sebagai atlet
- Mengalami retakan kecil di otot dada, seperti yang dilakukan oleh atlet lempar jauh, dapat meningkatkan kemungkinan patah tulang rusuk
- Mengalami osteoporosis
- Meninggal karena kanker tulang
Gejala Patah Tulang Rusuk
Patah tulang rusuk dapat menyebabkan gejala berikut:
- Rasa sakit, terutama ketika menarik dan mengembuskan napas, batuk, tertawa, bersin, atau menggerakkan tubuh bagian atas
- Sakit di dada
- Memar atau bengkak di daerah dada
- Dada yang tidak simetris
Kapan harus ke dokter
Jika Anda mengalami benturan di dada dan memiliki keluhan berikut, segera pergi ke rumah sakit. Ini karena setiap patah tulang iga harus diperiksa segera oleh dokter di IGD rumah sakit terdekat.
- Sesak dada
- Nyeri di dada, bahu, dan bagian belakang tubuh
- Batuk parah sehingga muntah darah
Jika Anda melihat seseorang yang diduga mengalami patah tulang rusuk, segera hubungi ambulans dan berikan pertolongan pertama dengan menggunakan salah satu metode berikut:
- Pastikan penderita duduk dan berikan bantal untuk menopang punggungnya.
- Berikan bantal kepada penderita untuk dipeluk sambil bernapas, yang akan meredakan nyeri dada mereka saat bernapas.
- Untuk mencegah lendir menumpuk di paru-paru, bantu pasien dengan menarik napas dalam dan batuk sesekali.
- Selama sepuluh hingga lima belas menit, kompres area dada yang sakit dengan kompres es batu atau kompres dingin.
- Untuk mencegah kerusakan yang lebih serius, jangan terlalu menggerakkan penderita.
Diagnosis Patah Tulang Rusuk
Dokter akan mendiagnosis patah tulang rusuk dengan mengajukan pertanyaan tentang kejadian yang menyebabkan patah tulang rusuk. Kemudian, mereka akan memeriksa pasien di area dada dan bagian tubuh lainnya untuk mencari cedera potensial lainnya yang mungkin mereka alami.
Selama pemeriksaan fisik, dokter juga akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara napas pasien. Untuk membuat diagnosis, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan seperti:
- Foto hasil rontgen dada
- USG dada, khususnya pada anak-anak
- CT scan bagian dada
Pengobatan Patah Tulang Rusuk
Tingkat keparahan patah tulang rusuk, cedera lain yang mungkin terjadi, dan usia pasien menentukan pengobatannya. Patah tulang iga ringan dapat sembuh sendiri dalam waktu 3 hingga 6 minggu.
Karena pasien lebih berisiko mengalami masalah bernapas, atelektasis, dan pneumonia, dokter dapat menyuntikkan obat antinyeri langsung ke dada mereka untuk mengurangi nyeri dengan cepat.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan, seperti:
- Makan obat pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen yang diresepkan dokter
- Untuk meredakan nyeri, oleskan es pada area dada dengan kain bersih
- Melakukan latihan pernapasan perlahan atau batuk setiap dua jam sekali
- Bantal dapat membantu mengurangi nyeri saat batuk dengan memeluknya atau meletakkannya pada bagian rusuk yang patah
- Untuk mencegah lendir menumpuk di paru-paru, ikuti saran dokter dengan berjalan santai atau berolahraga ringan
- Beristirahat cukup dan tidur cukup
- Berkonsultasi dengan dokter dua minggu kemudian atau bila gejala Anda memburuk
Namun, pasien berikut mengalami patah tulang rusuk yang dianggap parah dan memerlukan rawat inap:
- Meskipun patah tulang rusuknya kecil, pasien tidak dapat bernapas dan batuk dengan baik
- Tulang rusuk patah masuk ke kulit
- Ada tiga atau lebih tulang rusuk patah di salah satu sisi dada
- Pasien yang tekanan darahnya di bawah 90 mmHg dan berusia 85 tahun atau lebih
- Paru-paru menunjukkan tanda-tanda memar atau benturan
- rongga dada yang mengandung darah
- Pneumotorax
- Ada luka di bagian lain tubuh
Tindakan darurat berikut akan segera diberikan oleh dokter kepada pasien yang mengalami patah tulang rusuk yang parah:
- Memberikan alat bantu pernapasan dan oksigen
- Beri analgesik melalui infus
- Menginstal selang untuk mengeluarkan darah atau udara dari rongga dada
- Perawatan pasien ICU
Pengobatan patah tulang iga yang parah termasuk:
- Teknik operasi pengurangan dan penyangga internal (ORIF) digunakan untuk menyatukan tulang iga yang patah dengan pelat, sekrup, atau pen dan kawat
- Melakukan cangkok tulang dengan menyambungkan tulang iga yang patah dengan tulang dari bagian lain tubuh
Pasien akan diminta untuk menjalani fisioterapi dada setelah dokter menyelesaikan operasi tulang rusuk yang patah. Ini dilakukan dengan tujuan mengajarkan pernapasan pasien dan teknik batuk yang tepat selama proses penyembuhan.
Komplikasi Patah Tulang Rusuk
Komplikasi berikut dapat muncul sebagai akibat dari patah tulang rusuk yang tidak dirawat dengan benar:
- Pneumonia (peradangan paru-paru)
- Atelektasis
- Rongga pleura, atau ruang di antara dinding dada dan paru-paru, disebut pneumothorax
- Perdarahan di dalam rongga dada (hemothorax)
- Robekan aorta, pembuluh darah besar jantung
- Emfisema subkutis adalah keadaan di mana udara atau gas terperangkap di bawah lapisan kulit
- Perubahan bentuk permanen pada tulang dada
- Tulang tidak dapat menyatu
Pencegahan Patah Tulang Rusuk
Beberapa tindakan berikut dapat membantu Anda menghindari patah tulang rusuk:
- Saat berkendara, gunakan alat pengaman seperti sabuk pengaman atau helm.
- Gunakan alat pelindung diri saat beraktivitas atau bekerja.
- Pastikan semua barang di rumah tertata rapi.
- Berhati-hatilah saat berjalan, terutama di jalan raya.
- Pastikan anak diberi vaksinasi DPT untuk mencegah batuk rejan.
- Pasang pegangan dinding, karpet, dan alas antilicin di lantai kamar mandi jika ada orang lanjut usia di rumah.
- Jika berjalan sulit, gunakan tongkat atau alat bantu jalan.