Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan mental, Penyakit Mental

Mythomania

Mythomania adalah kecenderungan untuk terus berbohong tanpa memperhatikan hasilnya. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya kesulitan menjaga hubungan sosial dan kehilangan kepercayaan orang lain.

Berbohong dapat dilakukan dengan tujuan tertentu, seperti untuk menghindari konflik atau menipu orang lain. Namun, berbohong sudah menjadi bagian dari hidup seseorang yang menderita mythomania; mereka hanya tidak dapat menahan diri untuk berbohong.

Penderita mythomania sering menulis narasi yang dramatis dan kompleks. Bahkan, ketika seseorang mencoba mematahkan kebohongan sebelumnya dengan fakta yang akurat, ia akan menambah kebohongan baru.

Penyebab Mythomania

Mythomania memiliki penyebab yang tidak diketahui. Namun, kondisi ini sering terjadi bersama dengan gangguan kepribadian lain, seperti:

  • Borderline personality disorder
    Karena mereka memiliki kesulitan untuk mengendalikan emosi mereka dan sering berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu, mereka yang menderita borderline personality disorder sering berbohong
  • Narcissistic personality disorder
    Untuk mendapatkan pengakuan dan perhatian orang lain, penderita gangguan kepribadian narcissistik akan membuat cerita palsu
  • Antisocial personality disorder
    Penderita kondisi ini sering berbohong untuk menipu atau memanipulasi orang lain demi kepentingan diri sendiri
  • Histrionic personality disorder
    Berbohong untuk menarik perhatian orang lain dan mendapatkan pengakuan adalah tindakan yang dilakukan oleh penderita gangguan personalitas histrionic

Selain gangguan kepribadian, risiko terkena mythomania dapat ditingkatkan oleh beberapa faktor lain, seperti:

  • Masa kanak-kanak penderita yang tidak stabil atau tidak mendukung, seperti karena mengalami masalah finansial atau kesehatan, atau karena terjerat hukum yang mengharuskan mereka tinggal di tempat lain
  • Trauma sebelumnya, seperti kekerasan dalam rumah tangga atau penelantaran
  • Sulit untuk mengendalikan keinginan impulsif
  • Gangguan genetik yang mempengaruhi bagaimana otak berfungsi

Gejala Mythomania

Mereka yang menderita mythomania biasanya dapat diidentifikasi berdasarkan salah satu dari ciri-ciri berikut:

  • Berbohong setiap saat
  • Berpura-pura tanpa alasan yang jelas
  • Mengarang cerita yang dramatis dan rumit sambil menipu
  • Menjadi karakter utama saat berbohong
  • Menambah kebohongan baru untuk menutupi kebohongan lama
  • tidak takut akan akibat yang mungkin terjadi jika kebohongannya terbongkar
  • senang ketika orang percaya pada kebohongannya
Saatnya ke dokter

Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater jika Anda mengalami gejala mythomania atau kesulitan untuk menghentikan kebiasaan berbohong. Konsultasi juga dapat membantu orang yang mengalami kesulitan mengendalikan emosi karena mereka sering berinteraksi dengan penderita mythomania.

Jika Anda tinggal atau bekerja dengan seseorang yang menunjukkan gejala mythomania, katakan kepadanya bahwa Anda mengetahui kebohongannya, tetapi usahakan untuk mengatakan itu dengan santai. Setelah itu, berilah ia rekomendasi untuk perawatan medis, dan jika memungkinkan, temani ia saat berkonsultasi.

Untuk menangani mythomania, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter secara langsung atau melalui internet. Dokter akan menentukan alasan pasien mengalami mythomania dan kemudian menawarkan pengobatan.

Diagnosis Mythomania

Psikolog atau psikiater akan melakukan tanya jawab dengan pasien untuk mendiagnosis mythomania. Tujuan dari proses ini adalah untuk mengidentifikasi gangguan kepribadian atau masalah yang memicu kebiasaan berbohong.

Psikiater dapat menggunakan alat deteksi kebohongan untuk mengetahui apakah pasien menyadari tindakannya saat berbohong karena penderita mythomania dapat berbohong saat ditanyai. Alat ini tidak digunakan untuk menangkap pasien basah saat berbohong.

Pengobatan Mythomania

Mengatasi sumber mythomania adalah cara pengobatannya. Di bawah ini adalah beberapa contoh cara pengobatan atau psikoterapi dapat digunakan:

Psikoterapi

Mengatasi sumber mythomania adalah cara terbaik untuk mengobatinya. Seperti yang disebutkan di bawah ini, pengobatan atau psikoterapi dapat digunakan sebagai pengobatan:

  • Terapi perilaku kognitif, misalnya, untuk mengatasi pola pikir yang tidak biasa, seperti berbohong untuk mendapatkan perhatian orang lain
  • Dialectical behavioral therapy (DBT) membantu pasien memperbaiki hubungannya dengan orang lain dan mengendalikan tindakan impulsif mereka
  • Terapi kelompok, di mana pasien dapat berbagi pengalaman mereka dan belajar dari orang lain yang menderita mythomania
  • Terapi keluarga, untuk membantu pasien berbicara jujur dengan keluarga mereka
Obat-obatan

Psikiater juga dapat memberikan obat untuk mengendalikan gejala mythomania, gangguan kepribadian, selain psikoterapi. Penting untuk diingat bahwa obat-obatan ini tidak boleh digunakan tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu.

Di antara obat-obatan yang diresepkan adalah:

  • Antidepresan seperti fluoxetine dan duloxetine
  • Stabilizer mood, seperti valproate
  • Antipsikotik seperti olanzapine dan aripiprazole
  • Antihistamin, seperti alprazolam

Komplikasi Mythomania

Kebohongan berulang dapat mengganggu kehidupan sosial penderitanya jika tidak ditangani dengan baik. Berikut ini adalah beberapa konsekuensi sosial yang dapat dihasilkan dari mythomania:

  • Ketidakpercayaan orang lain
  • Tidak di sukai orang
  • Kebosanan yang berpotensi menyebabkan depresi
  • kurang percaya diri
  • Sulit untuk tidur
  • Terkena akibat hukum, seperti membayar denda atau penjara, jika berbohong di pengadilan

Pencegahan Mythomania

Meskipun mythomania sulit dicegah karena penderitanya memiliki keinginan yang kuat untuk berbohong, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini memburuk:

  • tidak mendukung pembohongan
  • Memahami alasan berbohong
  • Memahami bahwa berbohong memiliki akibat
  • Hubungan baik dengan orang lain adalah prioritas utama
  • Berlatih menjadi jujur
  • Menghargai perasaan orang lain
  • Memahami bahwa berbohong berlebihan dapat menimbulkan stres