Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Kejiwaan, Kesehatan mental

Psikopat

Saat ini, istilah “psikopat” digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki emosi, perasaan, atau hati nurani. Namun, istilah medis yang tepat untuk kondisi ini adalah gangguan kepribadian antisosial.

Seorang psikopat dapat memiliki sikap yang bertentangan dengan norma sosial, kurang bertanggung jawab, sulit membedakan perilaku yang baik dan buruk, dan kurang memiliki rasa empati. Mereka juga dapat manipulatif, gegabah, dan berperilaku kasar terhadap orang lain.

Gejala gangguan kepribadian narsistik hampir sama, tetapi penderita psikopat kurang tekun dan disiplin. Selain itu, penting untuk diketahui bahwa tidak semua psikopat adalah pelaku kriminal atau pembunuh. Salah satu anggota dark triad personality adalah psikopat dan narsistik.

Penyebab Psikopat

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi psikopat masih belum diketahui secara pasti, tetapi faktor-faktor genetik dan lingkungan seperti:

  • Riwayat gangguan kepribadian sejak kecil
  • Kekerasan, pelecehan, atau penelantaran anak
  • Keluarga yang memiliki gangguan kepribadian antisosial atau gangguan mental lainnya

Kelainan pada struktur otak yang mengatur emosi juga diduga dapat menyebabkan psikopat selain faktor-faktor di atas. Cedera yang terjadi selama perkembangan otak dapat menyebabkan kelainan ini, yang bahkan dapat mempengaruhi respons tubuh terhadap stimuli.

Sebagai contoh, orang biasanya mengalami jantung berdebar, napas cepat, dan keringat di telapak tangan ketika melihat darah atau kekerasan. Namun, seorang psikopat justru akan merasa lebih tenang ketika melihat hal-hal seperti itu.      

Gejala Psikopat

Psikopat tidak sama dengan sosiopat, meskipun keduanya termasuk dalam kategori gangguan kepribadian antisosial. Psikopat tidak dapat merasakan emosi dan tidak memiliki empati.

Penderita sosiopat, di sisi lain, dapat merasakan empati terhadap orang lain. Namun, mereka cenderung lebih impulsif dan semena-mena dan mengabaikan norma sosial.

Psikopat biasanya menunjukkan gejala awal pada usia 15 hingga 18 tahun. Berikut adalah beberapa gejala umum yang ditunjukkan:

  • Mudah terluka atau tersinggung
  • keras kepala, arogan, dan sangat percaya diri
  • Bersikap keras kepala dan menyukai tindak kekerasan
  • tindakan yang bertentangan dengan norma sosial
  • Melanggar atau mengabaikan hak orang lain
  • Sangat sulit untuk membedakan antara yang benar dan yang salah
  • Tidak menunjukkan rasa penyesalan atau perasaan simpati
  • Kebanyakan berbohong
  • Manipulasi orang lain untuk mendapatkan apa yang dia mau
  • Berulang kali melakukan pelanggaran hukum
  • tidak memiliki tanggung jawab
  • Seringkali bermasalah dalam hubungan pribadi
  • Bertindak secara impulsif dan tidak merencanakan dengan baik

Dalam beberapa kasus, psikopat mulai menunjukkan gejala gangguan perilaku sebelum usia 15 tahun. Gejala pada anak-anak termasuk:

  • Berperilaku buruk terhadap hewan dan manusia
  • Bersenang-senang merusak barang
  • Kebanyakan berbohong
  • Suka mengambil hak orang lain
  • Melakukan pelanggaran berat terhadap hukum

Perlu diingat bahwa meskipun seseorang mungkin menunjukkan beberapa perilaku di atas, mereka mungkin bukan psikopat. Seseorang yang menganut Machiavellianisme, misalnya, mungkin memiliki sifat manipulatif dan mengabaikan hak orang lain, tetapi tidak sampai melakukan kekerasan. Pastikan untuk diperiksa secara langsung oleh dokter.

Saatnya ke dokter

Sebaiknya sarankan teman atau anggota keluarga Anda yang menunjukkan gejala psikopat di atas untuk memeriksakan diri ke dokter. Hal ini disebabkan fakta bahwa individu yang menderita psikopat seringkali tidak menyadari adanya gangguan perilaku.

Diagnosis Psikopat

Dokter akan memulai diagnosis dengan meminta pasien untuk menjawab pertanyaan tentang hal-hal berikut:

  • Gejala yang ditimbulkan
  • Penyakit atau gangguan mental lainnya yang pernah atau saat ini dialami
  • Kondisi medis atau gangguan mental yang dialami keluarga pasien

Selain itu, dokter dapat meminta pasien menjalani pemeriksaan fisik dan tes penunjang jika diperlukan untuk memastikan diagnosis, serta mewawancarai keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien.

Dokter akan membandingkan gejala pasien dengan kriteria tanda dan gejala psikopat dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) dan Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia (PPDGJ III) berdasarkan hasil pemeriksaan di atas.

Jika seseorang memenuhi setidaknya dua atau tiga kriteria ini, individu tersebut dianggap menderita psikopat:

  • Sulit untuk mengikuti standar sosial yang berlakuSering melakukan pelanggaran atau kejahatan
  • Untuk memenuhi kebutuhan pribadi, sering berbohong, memanipulasi, atau menyakiti orang lain
  • Sulit untuk mengontrol diri atau berperilaku impulsif
  • Mudah marah, yang disertai dengan agresi atau konflik dengan orang lain
  • Tidak berhati-hati sehingga membahayakan orang lain dan keselamatan diri sendiri
  • Tidak merasa bertanggung jawab, sehingga sering melalaikan tugas atau kewajiban
  • Sulit untuk memberi tahu orang bahwa Anda menyesal dan biasanya tidak peduli dengan orang lain

Pengobatan Psikopat

Pengobatan psikopat akan disesuaikan dengan keadaan pasien, termasuk kesediaannya untuk menerima perawatan dan intensitas gejalanya. Dokter dapat melakukan hal-hal berikut:

Psikoterapi

Pasien dalam psikoterapi diajarkan tentang kondisi mereka dan bagaimana hal itu memengaruhi hidup mereka serta hubungan mereka dengan orang lain.

Beberapa jenis psikoterapi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • untuk membantu pasien mengenali, memahami, dan mengubah perilaku negatif menjadi positif
  • Untuk membantu pasien memahami bagaimana kondisi mentalnya memengaruhi perilakunya, terapi berbasis mentalitas digunakan
  • Terapi psikodinamika bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pasien terhadap perilaku negatif dan pikiran impulsif
Konseling kelompok

Salah satu bentuk terapi jangka panjang yang efektif untuk mengatasi psikopat adalah konseling kelompok, yang bertujuan untuk mengajarkan pasien untuk menghindari menyinggung orang lain saat berinteraksi dengan orang lain.

Baik kelompok besar maupun kecil dapat digunakan untuk konseling karena setiap kelompok memiliki kesempatan untuk menyelesaikan masalah secara bersama-sama dan membentuk lingkungan yang saling membantu.

Karena pasien memerlukan waktu yang cukup untuk mengubah perilaku dan sifatnya, biasanya pasien disarankan untuk melakukan konseling kelompok selama sekitar 18 bulan.

Obat-obatan

Dokter dapat memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala gangguan mental bersamaan dengan psikopat, seperti:

  • Antidepresan yang termasuk dalam kategori selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), seperti fluoxetine, sertraline, atau escitalopram
  • Psikostimulant, seperti olanzapine atau aripiprazole
  • Obat yang menstabilkan suasana hati atau menstabilkan mood, seperti lithium dan carbamazepine
  • Anticemas atau anti-ansietas, seperti buspirone

Keberhasilan terapi terhadap penderita psikopat akan meningkat dengan pengobatan sedini mungkin dan dukungan penuh dari pasangan, keluarga, atau teman.

Komplikasi Psikopat

Penurunan kualitas hidup, gangguan interaksi sosial, atau masalah kesehatan lainnya adalah beberapa efek yang dapat dialami pasien psikopat yang tidak mendapatkan penanganan:

  • menelantarkan atau mengecewakan anak dan pasangan
  • kecanduan alkohol dan penyalahgunaan NAPZA
  • Melakukan pelanggaran hukum hingga dipenjara
  • memiliki kecenderungan untuk melakukan pembunuhan atau cedera
  • memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami cedera atau bunuh diri
  • Mengalami penyakit mental lain, seperti depresi atau kecemasan

Pencegahan Psikopat

Belum ada metode pasti untuk mencegah seseorang menjadi psikopat, tetapi cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan mendeteksi gejalanya sejak awal, sehingga dokter dan psikolog dapat memberikan penanganan tepat waktu sebelum hal-hal yang dapat membahayakan penderita psikopat dan orang lain.