Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Anak, Kesehatan Bayi, Kesehatan Kulit, Kulit

Pityriasis Alba

Pityriasis alba adalah ruam kulit yang berbentuk oval dengan permukaan yang bersisik dan berwarna lebih muda dari warna kulit di sekitarnya. Ruam ini biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja. Meskipun biasanya hilang setelah beberapa minggu, Pityriasis alba bisa bertahan selama beberapa tahun.

Pityriasis alba berbeda dengan panu, atau tinea versicolor. Kedua jenis eksim ini dikaitkan dengan dermatitis atopik. Penyakit kulit yang tidak menular ini dapat menyebabkan ruam yang lebih terang daripada kulit di sekitarnya.

Sementara itu, pityriasis alba dan panu adalah infeksi jamur pada kulit yang ditandai dengan ruam yang lebih terang atau lebih gelap. Namun, keduanya dapat menyebabkan gatal dan kulit bersisik di area yang terkena.

Pityriasis alba juga sering disalahartikan sebagai vitiligo. Vitiligo adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan bercak berwarna putih di beberapa bagian kulit. Bercak vitiligo biasanya lebih luas dan memiliki batas yang lebih jelas.

Penyebab Pityriasis Alba

Apa yang menyebabkan pityriasis alba belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa orang percaya bahwa kondisi ini terkait dengan kondisi berikut:

  • Dermatitis yang tidak biasa
  • Penggunaan kortikosteroid oles yang tidak sesuai dengan dosis
  • Perlindungan dari radiasi ultraviolet atau sinar matahari

Gejala Pityriasis Alba

Ruam di area pipi, leher, dada, punggung, dan lengan atas adalah tanda pityriasis alba. Karena pityriasis alba juga dapat menyerupai panu, terkadang ada bercak putih di wajah.

Pityriasis alba dapat menyebabkan keluhan lain selain ruam berwarna terang, seperti:

  • Ruam berbentuk oval atau lingkaran
  • Ruam berukuran sekitar 0,5–5 cm
  • Ruam tampak tidak jelas dan menyatu dengan kulit sekitarnya
  • Permukaan ruam mungkin bersisik dan gatal
  • Ketika cuaca panas, ruam menjadi lebih jelas
Saatnya ke dokter

Pityriasis alba bukan penyakit yang berbahaya, tetapi anak harus diperiksa oleh dokter jika gatal yang disebabkannya sangat mengganggu, membuat khawatir, atau membuatnya tidak percaya diri.

Jika anak Anda memiliki riwayat alergi atau dermatitis atopik, Anda juga harus memeriksakannya ke dokter.

Diagnosis Pityriasis Alba

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat ruam dengan kaca pembesar dan menanyakan keluhan.

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, pityriasis alba sering disalahartikan sebagai panu karena menimbulkan ruam yang mirip dengan panu. Untuk membuat diagnosis, dokter akan menjalankan pemeriksaan tambahan berikut:

  • menggunakan lampu Wood untuk menentukan apakah ruam yang disebabkan oleh jamur
  • Mengambil sampel kulit yang akan ditetesi dengan larutan kalium hidroksida untuk diperiksa di bawah mikroskop dengan tetes KOH
  • Biopsi kulit untuk mengidentifikasi gejala penyakit kulit seperti pityriasis alba

Pengobatan Pityriasis Alba

Pada umumnya, pityriasis alba akan sembuh sendiri seiring usia anak bertambah. Untuk meredakan gejalanya, dokter dapat memberikan beberapa obat, seperti:

  • Untuk melembutkan kulit yang kering dan bersisik, gunakan krim pelembab yang mengandung squalene atau petrolatum
  • Kortikosteroid topikal untuk meredakan gatal dan ruam
  • Inhibitor calcineurin untuk mempercepat pemulihan warna kulit

Setelah prosedur pengobatan, masih diperlukan beberapa bulan agar warna kulit anak kembali normal. Saat anak-anak bermain di luar rumah, orang tua juga harus memberi mereka tabir surya dengan SPF 30 atau lebih. Pastikan tabir surya itu aman untuk anak-anak.

Komplikasi Pityriasis Alba

Tidak ada komplikasi yang berbahaya yang disebabkan oleh pityriasis alba. Namun, perubahan warna dan tekstur kulit yang disebabkan oleh kondisi ini dapat menyebabkan masalah seperti:

  • Warna kulit yang tidak merata yang menyebabkan penampilan yang tidak menarik
  • Ruam menjadi lebih peka dan rentan terhadap sinar matahari

Pencegahan Pityriasis Alba

Menghindari pityriasis alba adalah cara terbaik untuk mencegahnya. Salah satu upaya pencegahan tersebut adalah:

  • Sering mengganti pakaian anak saat cuaca panas.
  • Batasi jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak di luar rumah.
  • Saat cuaca panas, kenakan pakaian tipis.
  • Tabir surya yang aman untuk kulit anak harus digunakan.