Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Kulit, Kulit

Neurodermatitis

Neurodermatitis adalah penyakit kulit yang ditandai dengan bercak di kulit yang menyebabkan gatal yang sangat parah dan menjadi lebih parah ketika digaruk. Bercak ini biasanya muncul di leher, pergelangan tangan, lengan, paha, atau pergelangan kaki.

Neurodermatitis kronik, juga dikenal sebagai lichen simplex chronicus, tidak berbahaya dan tidak menular. Namun, gatal yang disebabkan oleh penyakit ini dapat memburuk saat penderita beristirahat, yang dapat mengganggu aktivitas dan memburukkan kualitas hidup mereka.

Sehingga neurodermatitis tidak memburuk, pengobatan bertujuan untuk mengurangi keinginan penderita untuk menggaruk area kulit yang gatal.

Penyebab dan Faktor Resiko Neurodermatitis

Penyebab terjadinya neurodermatitis masih belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga disebabkan oleh reaksi berlebihan pada saraf di kulit yang bisa muncul ketika penderita mengalami stres, cemas, atau depresi.

Selain itu, reaksi berlebihan pada saraf di kulit juga bisa dipicu oleh beberapa hal berikut:

  • Pakaian ketat
  • Gigitan serangga
  • Depresi saraf
  • Kulit kering
  • Keringat
  • Cuaca panas
  • Polusi
  • Eksim
  • Psosiaris
  • Reaksi alergi

Pada anak-anak, neurodermatitis jarang terjadi. Sebaliknya, orang dengan faktor-faktor berikut ini lebih cenderung mengalaminya:

  • Kelamin wanita
  • Berusia antara 30 dan 50 tahun
  • Stres, gangguan kecemasan, atau gangguan obsessive compulsive (OCD)
  • memiliki sejarah dermatitis, eksim, atau psoriasis

Gejala Neurodermatitis

Salah satu gejala awal neurodermatitis adalah munculnya 1-2 bercak yang sangat gatal di permukaan kulit. Bercak biasanya berbentuk garis atau oval dengan tepi yang jelas, dan berukuran antara 18 dan 60 cm.

Bercak gatal ini dapat muncul di kepala, leher, pergelangan tangan, lengan, atau pergelangan kaki. Meskipun ini lebih jarang terjadi, bercak juga dapat muncul di anus atau kelamin.

Gejala neurodermatitis lainnya termasuk bercak gatal:

  • Gagal yang menjadi lebih buruk saat bercak digaruk
  • Nyeri pada bercak karena garukan yang berlebihan, terutama di kepala
  • Luka yang terbuka dan perdarahan pada bercak yang digaruk
  • penebalan kulit pada area yang mengalami gatal akibat garukan berulang
  • Bercak berubah menjadi merah keunguan atau lebih gelap dari kulit sekitarnya, seperti di mata kaki
Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, Anda harus pergi ke dokter untuk diperiksa. Anda juga harus pergi ke dokter jika Anda memiliki beberapa keluhan berikut:

  • keraguan untuk menggaruk area kulit yang sama
  • Gatal parah yang mengganggu aktivitas atau sampai membangunkan dari tidur
  • Kulit sakit atau terinfeksi, yang ditandai dengan nyeri, kemerahan, keluar nanah dari bercak, dan demam

Konsultasikan ke dokter tentang kemungkinan neurodermatitis jika Anda memiliki masalah kulit lain, seperti eksim atau psoriasis.

Diagnosis Neurodermatitis

Dokter akan memeriksa kulit pasien secara fisik, terutama pada kulit yang gatal, untuk mendiagnosis neurodermatitis. Mereka juga akan bertanya tentang gejala pasien, terutama kapan gatal pertama kali muncul.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan seperti:

  • Biopsi kulit dilakukan dengan mengambil sampel kulit dan diperiksa di bawah mikroskop untuk menentukan penyebab gatal
  • Tes alergi untuk mengetahui apakah gatal adalah akibat dari reaksi alergi
  • Tes kerokan kulit untuk mengetahui apakah gatal disebabkan oleh infeksi jamur

Pengobatan Neurodermatitis

Pengobatan neurodermatitis bertujuan untuk meredakan gejala, mencegah penderita menggaruk bercak gatal, dan mengobati penyebabnya. Beberapa upaya yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah dapat membantu meredakan gejala, yaitu:

  • Jangan garukan atau menggosok kulit yang gatal.
  • Selama tidur, gunakan perban steril untuk melindungi area kulit yang gatal agar tidak sengaja menggaruk.
  • Untuk mengurangi gatal, kompres bercak dengan air dingin.
  • Oleskan krim antigatal apotek.
  • Untuk menghindari kerusakan kulit yang lebih parah saat menggaruk, gunting kuku Anda dengan pendek.
  • Anda harus mandi dengan air hangat, tetapi jangan lakukannya terlalu lama.
  • Lembapkan kulit dengan losion tanpa pewangi atau pewarna.
  • Hindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan neurodermatitis, seperti stres, kecemasan, atau pakaian yang terlalu ketat.

Jika upaya di atas belum dapat meredakan gejala, dokter akan meresepkan obat-obatan, seperti:

  • Krim antigatal
    Jika krim kortikosteroid tidak berhasil, dokter dapat memberikan obat antigatal nonsteroid untuk mengurangi peradangan dan gatal kulit. Salep tacrolimus juga dapat meredakan gejala neurodermatitis vulva.
  • Obat antihistamin
    Antihistamin meredakan gatal dan membantu penderita tidur.
  • Kortikosteroid suntik
    Untuk membantu proses penyembuhan, dokter dapat menyuntikkan kortikosteroid langsung pada kulit yang terkena neurodermatitis.
  • Obat penenang dan antidepresan
    Untuk membantu pasien mengurangi cemas dan stres, obat anticemas dan antidepresan dapat diberikan; obat-obatan ini diutamakan untuk pasien yang mengalami gangguan kecemasan atau depresi. Obat oles untuk mengobati neurodermatitis gatal juga dapat termasuk antidepresan tertentu, seperti doxepine.

Selain obat, pengobatan tambahan dapat diberikan untuk meredakan gejala. Salah satu contohnya adalah terapi cahaya, yang melibatkan memancarkan cahaya tertentu pada area bercak untuk meredakan gatal.

Psikoterapi juga dapat digunakan untuk membantu pasien mengendalikan tingkah laku dan emosi mereka. Misalnya, terapi dapat membantu pasien menahan keinginan mereka untuk menggaruk agar gejala mereka tidak bertambah parah.

Komplikasi Neurodermatitis

Gatal yang hebat yang disebabkan oleh neurodermatitis dapat menyebabkan salah satu dari masalah berikut:

  • Kulit memburuk
  • Infeksi pada kulit
  • Perubahan warna kulit, seperti hiper atau hipopigmentasi
  • Bekas luka yang tidak akan pulih
  • Susah tidur

Pencegahan Neurodermatitis

Beberapa tindakan berikut dapat mencegah neurodermatitis:

  • Menghindari pakaian yang terlalu ketat.
  • Pilih pelembap dan sabun kulit yang tidak berparfum dan hipoalergenik.
  • Jangan mandi terlalu lama untuk mencegah kulit kering dan menyebabkan iritasi.
  • Tetap sehat dan mengelola stres dengan baik.
  • Jika cuaca terlalu terik, hindari beraktivitas di luar ruangan.