Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Kulit, Kulit, Penyakit Kulit

Stretch Mark

Stretch mark adalah guratan atau garis pada kulit yang berwarna merah, ungu, cokelat, atau putih yang muncul karena peregangan kulit yang berlebihan. Ini biasanya terjadi pada ibu hamil, remaja yang tumbuh cepat, atau siapa saja yang mengalami perubahan berat badan yang signifikan.

Garis stretch mark biasanya muncul di area tubuh yang mudah meregang, seperti perut, paha, lengan atas, bokong, dan payudara. Namun, tanda ini tidak berbahaya dan tidak menular.

Penyebab Stretch Mark

Ketika kulit meregang lebih dari kapasitasnya untuk kembali ke bentuk normalnya, disebut stretch mark. Ini menyebabkan kerusakan serat kolagen dan elastin di lapisan tengah kulit.

Beberapa penyebab stretch mark adalah:

  • Hormon yang berubah selama kehamilan
  • Perkembangan fisik yang cepat saat pubertas
  • Peningkatan berat badan dalam waktu singkat
  • Penurunan berat badan yang signifikan, yang mengakibatkan penurunan elastisitas kulit
  • Penggunaan kortikosteroid jangka panjang yang mengurangi jumlah kolagen yang dihasilkan
  • Penyakit tertentu, seperti sindrom Marfan atau sindrom Cushing
  • Faktor keturunan

Gejala Stretch Mark

Stretch mark bisa ditandai dengan beberapa tanda, seperti:

  • Pada awalnya, berwarna merah, ungu, merah muda, cokelat, atau biru
  • Memudar secara bertahap menjadi putih kemerahan atau lebih terang dari kulit sekitarnya
  • Teksturnya tipis, menonjol, dan kadang-kadang terasa gatal
  • Seringkali terlihat di area perut, payudara, paha, bokong, punggung, dan lengan atas
  • tidak sakit
Saatnya ke dokter

Stretch mark biasanya tidak memerlukan penanganan medis khusus karena bukan kondisi yang berbahaya.

Namun, jika garis stretch mark muncul dengan cepat, tanpa alasan yang jelas, atau disertai dengan gejala lain, seperti memar yang mudah dan perubahan warna kulit yang mencolok, Anda harus berkonsultasi dengan dokter.

Anda dapat menggunakan fitur Chat Bersama Dokter jika merasa khawatir dan membutuhkan jawaban cepat. Jika diperlukan, Anda juga dapat menggunakan fitur Buat Janji Dokter jika stretch mark terlalu mengganggu penampilan dan membutuhkan perawatan tambahan.

Diagnosis Stretch Mark

Dokter akan memeriksa area kulit yang mengalami perubahan untuk membuat diagnosis stretch mark. Umumnya, dokter dapat mengidentifikasi stretch mark dari garis-garis pada kulit yang terlihat dan bagaimana mereka terlihat.

Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan, seperti tes darah atau tes hormon, jika mereka mencurigai kondisi medis tertentu sebagai penyebab, seperti gangguan hormon.

Pengobatan Stretch Mark

Meskipun pengobatan stretch mark tidak menghilangkan garis secara keseluruhan, tujuannya adalah untuk memperbaiki tampilan kulit. Ada beberapa cara untuk menangani masalah ini:

Penggunaan obat-obatan
  • Menggunakan krim atau salep yang mengandung hyaluronic acid, vitamin E, retinoid (seperti Evalen Cream dan Vitacid Cream), atau vitamin E dapat membantu menyamarkan stretch mark yang baru saja terjadi
  • Menggunakan pelembab setiap hari juga bisa mempertahankan kelembapan dan elastisitas kulit, dan meminimalisir rasa gatal
Tindakan medis
  • Terapi laser, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi kolagen dan memperbaiki warna kulit di area stretch mark
  • Microneedling, yang dilakukan dengan jarum halus, meningkatkan produksi kolagen dan merangsang regenerasi kulit
  • Mikrodermabrasi mengangkat lapisan kulit terluar untuk meningkatkan tekstur dan tampilan kulit

Hasil perawatan dapat berbeda pada setiap individu dan biasanya memerlukan waktu dan beberapa kali tindakan untuk melihat hasilnya.

Komplikasi Stretch Mark

Anda tidak perlu khawatir secara medis karena stretch mark biasanya tidak menimbulkan masalah medis yang serius. Namun, bagi beberapa orang, kondisi ini dapat menurunkan rasa percaya diri dan menimbulkan stres.

Pencegahan Stretch Mark

Ada beberapa cara untuk menghindari stretch mark:

  • Berat badan harus tetap stabil dan tidak naik atau turun dengan cepat
  • Menggunakan pelembap atau krim khusus pada bagian tubuh yang rentan tertarik, seperti paha dan perut saat hamil
  • Untuk menjaga kesehatan kulit, konsumsi makanan yang kaya vitamin C, vitamin E, protein, dan zinc
  • Pertahankan kesehatan tubuh dan elastisitas kulit dengan berolahraga
  • Menghindari penggunaan obat kortikosteroid tanpa pengawasan medis