Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Kulit

Iktiosis; Kelainan Kulit

Iktiosis merupakan sekelompok kelainan kulit yang terlihat dengan kulit tebal, kering, kasar, serta bersisik. Bila tidak ditangani dengan baik, iktiosis bisa memengaruhi fungsi kulit dalam menangkal dehidrasi, menata suhu tubuh, dan menjaga tubuh dari infeksi.

Iktiosis tidak sama dengan xerosis. Jika xerosis adalah, bagian terluar kulit kekurangan kadar air. Kebanyakan xerosis terjadi akibat kondisi iklim yang kering atau mandi terlalu lama dengan air panas.

Sementara itu, iktiosis adalah penyakit keturunan yang mengakibatkan gangguan pada pelepasan sel-sel kulit mati.Dampkanya adalah, sel-sel kulit mati menumpuk, maka membuat kulit jadi kering dan bersisik.

Sekurang-kurangnya, ada 20 ragam iktiosis, termasuk iktiosis vulgaris, X-linked ichthyosis, congenital ichthyosiform erythroderma, serta iktosis harlequin, yaitu sejenis penyakit langka. Dari jenis-jenis itu, iktiosis vulgaris adalah jenis yang paling lazim ditemukan dan menampakkan gejala yang paling ringan.

Penyebab iktiosis

Iktiosis dipicu oleh terjadinya gangguan dalam proses peremajaan kulit yang disebabkan oleh hilangnya kelembapan kulit. Pada kondisi ini, prosedur pembentukan dan pergantian sel kulit mendapat gangguan sehingga sel-sel kulit yang mati terus menumpuk. Dampaknya, kulit akan terus menebal hingga mirip dengan sisik ikan.

Penyebab iktiosis bisa dibagi menurut kelompoknya, seperti:

Iktiosis yang diturunkan

Iktiosis jenis ini terjadi karena mutasi pada gen. Perubahan genetik ini mendomiasi kecepatan peremajaan sel-sel kulit serta kesanggupan kulit untuk mempertahankan kelembapannya.

Jenis-jenis iktiosis yang dipicu oleh mutasi gen adalah:

  • Iktiosis vulgaris
  • X-linked ichthyosis
  • Congenital ichthyosiform erythroderma
  • IktosisHarlequin
Iktiosis yang diterima

Iktiosis yang diterima umumnya akan berkembang ketika usia dewasa. Hal ini dipicu dan berhubungan dengan penyakit atau keadaan medis tertentu, seperti:

  • Hipotioroid
  • Penyakit ginjal
  • HIV
  • Penyakit kanker dengan jenis tertentu, misalnya leukimia atau limpoma Hodgkin
  • Sarkoidosis

Kemudian, iktiosis yang diteima juga bisa diakibatkan oleh pemakaian obat-obatan tertentu, seperti:

  • Obat kanker, seperti hydroxyurea, penghadang protease, dan vemurafenib
  • Obat kolesterol tinggi, seperti asam nikotinat
  • Obat asam lambung, seperti cimetidine
  • Obat untuk penyakit kusta, seperti clofazimine

Gejala iktiosis

Simtom pada iktiosis adalah kulit kering, tebal, juga bersisik. Sisik yang muncul sebab iktiosis dapat berwarna putih, abu-abu, atau cokelat gelap. Keluhan itu dapat timbul di punggung, perut, bokong, tungkai area tulang kering, siku, wajah, juga kulit kepala.

Selain gejala-gejala yang disampaikan di atas, penderita iktiosis juga dapat mengalami beberapa gejala seperti, Kulit mudah mengelupas, lebih mudah pecah-pecah, kemerahan dan gatal, kulit terasa ketat sehingga susah digerakkan dan tidak dapat mengeluarkan keringat

Gejala-gejala ini dapat memburuk ketika suhu udara dingin dan pulih kembali ketika suhu udara mulai hangat.

Saatnya ke dokter

Segera pemeriksaan diri ke dokter bila Anda atau bayi Anda mengalami tanda-tanda seperti yang sudah dsampaikan di atas. Tindakan sesegera mungkin bisa mencegah gejala makin buruk dan berbagai komplikasi karena kondisi ini.

Apabila Anda telah terdiagnosis menderita iktiosis, periksa dengan rutin ke dokter untuk mengamati perkembangan kondisi. Jika gejala iktiosis yang Anda atau bayi Anda rasakan makin parah atau tidak membaik dengan tindakan mandiri, secepatnya periksakan ke dokter.

Diagnosis iktiosis

Dalam melakukan diagnosis iktiosis, biasanya dokter akan menanyakan seputar keluhan, riwayat kesehatan, serta obat-obatan yang digunakan oleh pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik di area kulit yang terdampak.

Gejala serta hasil pemeriksaan iktiosis adakalnya persis dengan penyakit kulit lain, seperti eksim dan psoriasis. Maka dari itu, dokter akan melakukan pemeriksaan pendukung seperti berikut untuk memastikan diagnosis:

  • Pengambilan sample jaringan kulit pasien untuk diperiksa di laboratorium, agar mengetahui perubahan struktur kulit serta penyebab utama gangguan di kulit
  • Tes DNA, dengan menggunakan sampel air liur, agar bisa diketahui perubahan gen, khususnya pada iktiosis yang diturunkan

Pengobatan iktiosis

Iktiosis adalah keadaan yang tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, ada pengobatan yang bisa diterapkan untuk menghentikan keluhan dan mencegah komplikasi, seperti:

Produk perawatan kulit

Dokter akan memberikan krim, losion, atau salep yang didalamnya  terdapat lanolin, asam alfa hidroksi urea, propylene glycol, asam salisilat, dan ceramide. Beragam zat dalam produk tersebut mampu mengangkat sel kulit mati dan mempertahankan kelembapan kulit.

Selanjutnya, ada beberapa upaya yang bisa dikerjakan pasien dengan mandiri untuk meredakan keluhan dan gejala iktiosis, seperti:

  • Melapisi petroleum gel di kulit sebelum mandi atau berendam
  • Membersihkan kulit seara lembut memakai sponge ketika mandi
  • Mandi atau berendam sehari dua atau tiga kali
  • Menggunakan sabun yang mengandung pelembab dan minyak
  • Menggunakan humidifier di rumah dan kantor agar udara sekitar selalu lembab
Obat-obatan

Untuk iktiosis dengan kategori parah, dokter akan meresepkan obat-obatan seperti:

  • Retinoid, yang berfungsi untuk mengurangi produksi sel-sel kulit dan memperbaiki tampilan kulit.
  • Antibiotik atau antiseptik yang berguna untuk mengatasi infeksi yang terjadi di kulit.

Apabila iktiosis diakibatkan karena kelainan genetik, cara-cara di atas dilakukan hanya untuk mengontrol gejala. Namun, pada iktiosis yang disebabkan karena kondisi tertentu, pengobatan dari faktor pemicu juga perlu dilakukan. Jika pemicu itu bisa disembuhkan, maka iktiosis berpeluang untuk sembuh.

Beberapa komplikasi yang bisa timbul akibat iktiosis adalah:

  • Kekurangan cairan (dehidrasi)
  • Kulit sensitif, mudah mengalami infeksi
  • Suhu tubuh meningkat sehingga berisiko menyebabkan heatstroke
  • Rambut yang tumbuh lamabat
  • Tidak percaya diri
  • Depresi

Pencegahan Iktiosis

Iktiosis yang disebabkan oleh faktor keturunan tidak bisa dicegah. Akan tetapi, terdapat berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah perburukan gejala, seperti:

  • Mengoleskan pelembab kulit secara teratur, khusus setelah mandi dan ketika cuaca kering.
  • Gunakan pembersih tubuh yang berbahan dasar minyak untuk menjaga kulit tetap lembab.
  • Mempertahankan kelembapan udara di tempat tinggal Anda dan tempat kerja, misalnya dengan memasang pelembab udara.